Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Macam-Macam Sistem Ekonomi
Ada berbagai macam sistem ekonomi yang berkembang didunia. Namun pada dasarnya kita dapat membaginya menjadi dua yaitu Kapitalisme dan Sosialisme. Pada perkembangannya ketika banyak negara yang merasa kedua sistem tersebut tidak dapat menjawab persoalan-persoalan mereka maka muncul Sistem Ekonomi Campuran. Berikut ini penjelasannya.
1. Sistem Perekonomian Kapitalisme, yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian kapitalis, semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya. Adapun ciri-ciri sistem perekonomian kapitalisme sebagai berikut :
a) Penjaminan atas hak milik perseorangan
b) Mementingkan diri sendiri (self interest)
c) Pemberian kebebasan penuh
d) Persaingan bebas (free competition)
e) Harga sebagai penentu (price sistem)
f) Peran negara minimal.
2. Sistem Perekonomian Sosialisme, yaitu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, tetapi dngan campur tangan pemerintah.Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan ciri-ciri sistem perekonomian sosialisme adalah sebagai berikut :
a) Semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat
b) Kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara
c) Semua alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu atau pihak swasta tidak diakui.
3. Sistem Ekonomi Campuran, yaitu merupakan sistem ekonomi yang lahir sebagai alternatif dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi campuran ini mengambil kelebihan dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran, persoalan organisasi ekonomi sebagian dipecahkan melalui mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat. Terdapat beberapa ciri sistem ekonomi campuran, di antaranya sebagai berikut :
a) Hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembetasan dari pemerintah
b) Kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya
c) Kepentingan umum lebih diutamakan
d) Campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Pandangan Adam Smith
Jika kita mempelajari Sistem Ekonomi Makro maupun Mikro dewasa ini, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka kita akan dihadapkan dengan doktrin-doktrin ekonomi kapitalis. Hal ini sangatlah wajar sebab saat ini Sistem ekonomi kapitalislah yang sedang “berjaya” (walaupun tidak sedikit dari para pengamat ekonomi myatakan bahwa ekonomi kapitalis saat ini sedang berada di Ujung tanduk bahkan sedang menggali liang kuburnya). Sistem Ekonomi Kapitalis ini lahir dengan di motori oleh Adam Smith cs. Adam Smith menulis buku dengan judul “An Inquiry into the Nature and Causes of The Wealth Of Nations” mampu memukau masyarakat dunia, khususnya kalangan intelektual. kemudian jejak Smith ini di ikuti oleh Thomas Robert Malthus, Jean Babtiste Say, David Ricardo, Johann Heinrich, Nasau Wiliam Senior, Friedrich von Hermann, John Struat Mill dan John Elliot Cairnes. Mereka kemudian dikenal dengan Mazhab Ekonomi Klasik.
Awal Mazhab Klasik yang merupakan cikal bakal ekonomi Kapitalis terjadi pada tahun 1776, ketika buku seorang ekonom besar yang pernah menjadi guru besar Falsafah Moral di Universitas Glaslow, Adam Smith menulis buku yang sering kita sebut dengan latah “The Wealth Of Nations” terbit pertama kali. Buku ini mencoba menyelesaikan seluruh masalah ekonomi yang ada pada saat itu terutama melalui pendekatan harga. Tak ayal semua masyarakat dunia, khususnya para kalangan intelektual barat sangat gagap gempita menyambut lahirya buku ini. Buku inilah yang menjadi titik awal sekaligus babak baru lahirnya system ekonomi Kapitalis Liberal, dengan Adam Smith sebagai tokoh utamanya.
Pandangan Keynes
Teori makro ekonomi berkembang setelah J.M. Keynes menunjukkan kelemahan-kelemahan pandangan para ahli ekonomi klasik mengenai penentuan tingkat perekonomian suatu negara yang didasari oleh penggunaan tenaga kerja penuh. Pandangan Keynes yaitu penggunaan tenaga kerja penuh (full employment) adalah keadaan yang jarang terjadi, dan hal itu disebabkan karena kekurangan permintaan agregat yang wujud dalam perekonomian. Analisis Keynes menunjukkan tentang pentingnya peranan dari pengeluaran kepada barang dan jasa yang diproduksi oleh sektor perusahaan di dalam menentukan kegiatan ekonomi. Ini berarti analisis Keynes lebih banyak memperhatikan permintaan yaitu menganalisis mengenai peranan dari permintaan golongan masyarakat di dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang akan dicapai oleh suatu perekonomian. Pada hakikatnya analisis Keynes berpendapat bahwa tingkat kegiatab ekonomi negara ditentukan besarnya permintaan efektif yaitu permintaan yang disertai oleh kemampuan untuk membayar barang dan jasa yang diminta yang diwujudkan dalam perekonomian. Bertanbah besar permintaan efektif yang wujud dalam perekonomian, bertambah pula tingkat produksi yang akan dicapai oleh sektor perusahaan. Keadaan ini menyebabkan pertambahan dalam tingkat kegiatan ekonomi dan penggunaan tenaga kerja dan faktor-faktor produksi.
Sumber – sumber :
http://gurumuda.com/bse/pengertian-dan-macam-macam-sistem-ekonomi
http://handzmentallist.blogspot.com/2009/12/macam-macam-sistem-perekonomianpengerti.html#axzz1E6VXatq2
http://poetraboemi.wordpress.com/2008/02/20/kapitalisme-sosialisme-dan-sistem-ekonomi-indonesia/
http://google.com
Senin, 07 Maret 2011
Sejarah Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia
Sistem perekonomian Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh Belanda yang selama hampir 3,5 abad berkuasa atas ekonomi Indonesia. Koloni tersebut datang sebagai penjajah ekonomi. Dengan organisasi perdagangan VOC, mereka memonopoli pasar rempah0rempah yang pada saat itu merupakan komoditi andalan nusantara. Tahun 1977 VOC bangkrut dan bubar, akhirnya pemerintah Belanda melakukan sistem tanam paksa
(culture stelsel)untuk menutup defisit anggaran kerajaan akibat berbagai perlawanan yang dilakukan oleh Indonesia. Namun saat mulai berkembang liberalisme di Eropa, kebijakan tanam paksa menuai kritik, sehingga pemerintah Belanda mengubahnya menjadi Sistem Ekonomi Kapitalis-Liberal.
Setelah Indonesia merdeka, para pemimpin bangsa berusaha merumuskan kembali Sistem Ekonomi Indonesia yang dianggap ideal dengan kondisi bangsa. Muhammad Hatta mengemukakan sebuah konsep tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan, yaitu segala bentuk kegiatan ekkonomi harus disatukan dalam organisasi koperai sebagai sesuai dengan bangun usaha yang sesuai dengan asas kekeluargaan. Konsep Sistem Ekonomi Kerakyatan inilah yang kemudian dituangkan dalam UUD 1945 sebagai dasar sistem perekonommian nasional.
Indonesia mengalami masa-masa sulit karan Sistem Ekonomi Kerakyatan tidak langsung berhasil dijalankan dan pada akhirnya tahun 1956 Muhammad Hatta mundur. Sejak saat itu Soekarno mememgang kekuasaan yang sangat besar, sehingga Sistem Ekonomi Etatisme berjalan di Indonesia. Negara mengendalikan sistem produksi dan distribusi. Hiperflansi hingga 650 yang terjadi pada tahun 1966 menghentikan sistem tersebut dan kekacauan pun terjadi. Soekarno praktis tidak dapat melakukan kebijakan apapun untuk memperbaiki keadaan.
Setelah rejim Orde Lama ditumbangkan oleh peristiwa berdarah 1966, rejim Orde Baru muncul dengan membawa sistem baru yang ternyata juga tidak sepenihnya sesuai dengan UUD 1945. Sistem Ekonomi Indonesia pada masa ORBA bersandar pada “trilogi pembangunan”, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas, ekonmi dan pemerataan. Meskipun pemerintah selalu mengkalim dirinya tidak menerapkan Sistem Ekonomi Kapitalis, tetapi pada praktiknya Indonesia telah melakukan berbagai liberalisasi ekonomi yang semakin memarjinalisasi peranan ekonomi rakyat.
Perangkat Sistem Ekonomi dalam UUD 1945
Seperti yang telah dijelaskan diatas, Muhammad Hatta telah menggagas Sistem Ekonomi Indonesia yang dituangkan dalam UUD 1945 pasal 33 :
1. Perekonomian disusun sebagai usaha berrsama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ekonomi yang berdasarkan pasal tersebut menempatkan negara pada pelindung dan pembangun perekonomian yang dikuasai dan mampu dikendalikan oleh rakyat.
Sistem Perekonomian Indonesia
Kemunculan suatu aliran ekonomi di dunia, akan selalu terkait dengan aliran ekonomi yang muncul sebelumnya. Begitu pula dengan garis hidup perekonomian Indonesia. Pergulatan kapitalisme dan sosialisme begitu rupa mempengaruhi ideologi perekonomian Indonesia. Era pra-kemerdekaan adalah masa di mana kapitalisme mencengkeram erat Indonesia, dalam bentuk yang paling ekstrim. Pada masa ini, Belanda sebagai agen kapitalisme benar-benar mengisi tiap sudut tubuh bangsa Indonesia dengan ide-ide kapitalisme dari Eropa.
Dengan ide kapitalisme itu, seharusnya bangsa Indonesia bisa berada dalam kelas pemilik modal. Tetapi, sebagai pemilik, bangsa Indonesia dirampok hak-haknya. Sebuah bangsa yang seharusnya menjadi tuan di tanahnya sendiri, harus menjadi budak dari sebuah bangsa asing. Hal ini berlangsung hingga bangsa Indonesia mampu melepaskan diri dari penjajahan belanda.
Dualisme ekonomi mengacu pada pemikiran J.H. Boeke yang menggambarkan adanya dua keadaan yang amat berbeda dalam suatu masyarakat, yang hidup berkembang secara berdampingan. Keadaan pertama bersifat “superior, sedangkan yang lainnya bersifat “inferior”.
Mengacu pada pengertian tersebut, kiranya tidak sulit mengamati bekerjanya dualisme ekonomi dalam Sistem Ekonomi Indonesia saat ini. Dualisme ekonomi di Indonesia tidak hanya mewujud sebagai akibat perbedaan taraf pengembangan teknologi, melainkan tampak sebagai perbedaan konsep nilai (falsafah), ideologi dan sosial budayanya, yang mempengaruhi bekerjanya sistem ekonomi.
Sumber – sumber :
http://gurumuda.com/bse/pengertian-dan-macam-macam-sistem-ekonomi
http://handzmentallist.blogspot.com/2009/12/macam-macam-sistem-perekonomianpengerti.html#axzz1E6VXatq2
http://poetraboemi.wordpress.com/2008/02/20/kapitalisme-sosialisme-dan-sistem-ekonomi-indonesia/
http://google.com
Sistem perekonomian Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh Belanda yang selama hampir 3,5 abad berkuasa atas ekonomi Indonesia. Koloni tersebut datang sebagai penjajah ekonomi. Dengan organisasi perdagangan VOC, mereka memonopoli pasar rempah0rempah yang pada saat itu merupakan komoditi andalan nusantara. Tahun 1977 VOC bangkrut dan bubar, akhirnya pemerintah Belanda melakukan sistem tanam paksa
(culture stelsel)untuk menutup defisit anggaran kerajaan akibat berbagai perlawanan yang dilakukan oleh Indonesia. Namun saat mulai berkembang liberalisme di Eropa, kebijakan tanam paksa menuai kritik, sehingga pemerintah Belanda mengubahnya menjadi Sistem Ekonomi Kapitalis-Liberal.
Setelah Indonesia merdeka, para pemimpin bangsa berusaha merumuskan kembali Sistem Ekonomi Indonesia yang dianggap ideal dengan kondisi bangsa. Muhammad Hatta mengemukakan sebuah konsep tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan, yaitu segala bentuk kegiatan ekkonomi harus disatukan dalam organisasi koperai sebagai sesuai dengan bangun usaha yang sesuai dengan asas kekeluargaan. Konsep Sistem Ekonomi Kerakyatan inilah yang kemudian dituangkan dalam UUD 1945 sebagai dasar sistem perekonommian nasional.
Indonesia mengalami masa-masa sulit karan Sistem Ekonomi Kerakyatan tidak langsung berhasil dijalankan dan pada akhirnya tahun 1956 Muhammad Hatta mundur. Sejak saat itu Soekarno mememgang kekuasaan yang sangat besar, sehingga Sistem Ekonomi Etatisme berjalan di Indonesia. Negara mengendalikan sistem produksi dan distribusi. Hiperflansi hingga 650 yang terjadi pada tahun 1966 menghentikan sistem tersebut dan kekacauan pun terjadi. Soekarno praktis tidak dapat melakukan kebijakan apapun untuk memperbaiki keadaan.
Setelah rejim Orde Lama ditumbangkan oleh peristiwa berdarah 1966, rejim Orde Baru muncul dengan membawa sistem baru yang ternyata juga tidak sepenihnya sesuai dengan UUD 1945. Sistem Ekonomi Indonesia pada masa ORBA bersandar pada “trilogi pembangunan”, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas, ekonmi dan pemerataan. Meskipun pemerintah selalu mengkalim dirinya tidak menerapkan Sistem Ekonomi Kapitalis, tetapi pada praktiknya Indonesia telah melakukan berbagai liberalisasi ekonomi yang semakin memarjinalisasi peranan ekonomi rakyat.
Perangkat Sistem Ekonomi dalam UUD 1945
Seperti yang telah dijelaskan diatas, Muhammad Hatta telah menggagas Sistem Ekonomi Indonesia yang dituangkan dalam UUD 1945 pasal 33 :
1. Perekonomian disusun sebagai usaha berrsama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ekonomi yang berdasarkan pasal tersebut menempatkan negara pada pelindung dan pembangun perekonomian yang dikuasai dan mampu dikendalikan oleh rakyat.
Sistem Perekonomian Indonesia
Kemunculan suatu aliran ekonomi di dunia, akan selalu terkait dengan aliran ekonomi yang muncul sebelumnya. Begitu pula dengan garis hidup perekonomian Indonesia. Pergulatan kapitalisme dan sosialisme begitu rupa mempengaruhi ideologi perekonomian Indonesia. Era pra-kemerdekaan adalah masa di mana kapitalisme mencengkeram erat Indonesia, dalam bentuk yang paling ekstrim. Pada masa ini, Belanda sebagai agen kapitalisme benar-benar mengisi tiap sudut tubuh bangsa Indonesia dengan ide-ide kapitalisme dari Eropa.
Dengan ide kapitalisme itu, seharusnya bangsa Indonesia bisa berada dalam kelas pemilik modal. Tetapi, sebagai pemilik, bangsa Indonesia dirampok hak-haknya. Sebuah bangsa yang seharusnya menjadi tuan di tanahnya sendiri, harus menjadi budak dari sebuah bangsa asing. Hal ini berlangsung hingga bangsa Indonesia mampu melepaskan diri dari penjajahan belanda.
Dualisme ekonomi mengacu pada pemikiran J.H. Boeke yang menggambarkan adanya dua keadaan yang amat berbeda dalam suatu masyarakat, yang hidup berkembang secara berdampingan. Keadaan pertama bersifat “superior, sedangkan yang lainnya bersifat “inferior”.
Mengacu pada pengertian tersebut, kiranya tidak sulit mengamati bekerjanya dualisme ekonomi dalam Sistem Ekonomi Indonesia saat ini. Dualisme ekonomi di Indonesia tidak hanya mewujud sebagai akibat perbedaan taraf pengembangan teknologi, melainkan tampak sebagai perbedaan konsep nilai (falsafah), ideologi dan sosial budayanya, yang mempengaruhi bekerjanya sistem ekonomi.
Sumber – sumber :
http://gurumuda.com/bse/pengertian-dan-macam-macam-sistem-ekonomi
http://handzmentallist.blogspot.com/2009/12/macam-macam-sistem-perekonomianpengerti.html#axzz1E6VXatq2
http://poetraboemi.wordpress.com/2008/02/20/kapitalisme-sosialisme-dan-sistem-ekonomi-indonesia/
http://google.com
Senin, 24 Januari 2011
franchise
FRANCHISE
Kerjasama antara dua perusahaan, dimana perusahaan yang bergabung dapat memiliki hak menggunakan nama, logo, produk, dan sistem pelayanan yang dimiliki oleh perusahaan pertama dan telah dikenal oleh masyarakat atau konsumen.
Di Indonesia, waralaba sebagai format bisnis mulai dikenal pada awal dekade 80-an, seiring masuknya waralaba asing disektor usaha rumah makan siap saji (fast food chain restaurant) antara lain, KFC, Pioneer Take Out, Texas Church, dan lain-lainnya. Jaringan bisnis ini berkembang sangat pesat dalam waktu yang singkat, bahkan menurut data di Deperindag RI hingga tahun l997 (sebelum terjadinya Krisis Moneter) telah terdaftar lebih dari 250 perusahaan sebagai penerima waralaba (franchisee) dari suatu waralaba asing, dan tersebar di beberapa bidang usaha, antara lain;
• rumah makan/restoran
• jasa pemasaran
• hotel
• toko buku dan toko cindera mata
• minimarket
• persewaan kendaraan
• pusat kebugaran dan perawatan tubuh
• penata rambut, salon kecantikan, dll.
Di sisi lain, perusahaan lokal yang telah mengembangkan usahanya dengan mempergunakan format bisnis waralaba jumlahnya tidaklah sebanyak waralaba asing banyak atau hanya sekitar 10 persen dari jumlah waralaba asing yang ada di Indonesia. Perusahaan lokal tersebut antara lain; Es Teller 77, CFC, ILP, LIA, Lutuye Salon, Rudy Hadisuwarno, Indomaret dan lain-lainnya.
Ketika seseorang /perusahaan ingin memiliki suatu franchising maka akan ada sebuah perjanjian yang harus disetujui.
Isi perjanjian franchising itu antara lain :
• Hak yang diberikan oleh pemegang franchise berupa hak untuk menggunakan sistem difranchisekan , merk, nama produk, logo dan intensitas kepemilikan
• Penegasan lokasi penggunaan dan pembatasan wilayah, maksudnya didalam penggunaan franchise berapa jarak lokasi dan luas wilayahnya
• Masa berlaku franchise yaitu ditetapkan selama 5 s/d 20 tahun
• Menetukan mengenai pembatalan, pengakhiran, pembaharuan, perjanjian
• Menentukan mengenai pelayanan dari pemilik franchise
• Menentukan mengenai kewajiban dari pemegang franchise
• Menentukan mengenai pengalihan hak franchise dari pemegang ke pada piihak lain
Kerjasama antara dua perusahaan, dimana perusahaan yang bergabung dapat memiliki hak menggunakan nama, logo, produk, dan sistem pelayanan yang dimiliki oleh perusahaan pertama dan telah dikenal oleh masyarakat atau konsumen.
Di Indonesia, waralaba sebagai format bisnis mulai dikenal pada awal dekade 80-an, seiring masuknya waralaba asing disektor usaha rumah makan siap saji (fast food chain restaurant) antara lain, KFC, Pioneer Take Out, Texas Church, dan lain-lainnya. Jaringan bisnis ini berkembang sangat pesat dalam waktu yang singkat, bahkan menurut data di Deperindag RI hingga tahun l997 (sebelum terjadinya Krisis Moneter) telah terdaftar lebih dari 250 perusahaan sebagai penerima waralaba (franchisee) dari suatu waralaba asing, dan tersebar di beberapa bidang usaha, antara lain;
• rumah makan/restoran
• jasa pemasaran
• hotel
• toko buku dan toko cindera mata
• minimarket
• persewaan kendaraan
• pusat kebugaran dan perawatan tubuh
• penata rambut, salon kecantikan, dll.
Di sisi lain, perusahaan lokal yang telah mengembangkan usahanya dengan mempergunakan format bisnis waralaba jumlahnya tidaklah sebanyak waralaba asing banyak atau hanya sekitar 10 persen dari jumlah waralaba asing yang ada di Indonesia. Perusahaan lokal tersebut antara lain; Es Teller 77, CFC, ILP, LIA, Lutuye Salon, Rudy Hadisuwarno, Indomaret dan lain-lainnya.
Ketika seseorang /perusahaan ingin memiliki suatu franchising maka akan ada sebuah perjanjian yang harus disetujui.
Isi perjanjian franchising itu antara lain :
• Hak yang diberikan oleh pemegang franchise berupa hak untuk menggunakan sistem difranchisekan , merk, nama produk, logo dan intensitas kepemilikan
• Penegasan lokasi penggunaan dan pembatasan wilayah, maksudnya didalam penggunaan franchise berapa jarak lokasi dan luas wilayahnya
• Masa berlaku franchise yaitu ditetapkan selama 5 s/d 20 tahun
• Menetukan mengenai pembatalan, pengakhiran, pembaharuan, perjanjian
• Menentukan mengenai pelayanan dari pemilik franchise
• Menentukan mengenai kewajiban dari pemegang franchise
• Menentukan mengenai pengalihan hak franchise dari pemegang ke pada piihak lain
marketing
MARKETING
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan merencanakan , menentukan harga , mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli yang ada maupun pembeli potensial (William J. Stanton).
Proses pemasaran :
Analisi peluang pasar
Merencanakan program pemasaran
Mengembangkan produk dan siklus hidup produk
Proses pengembangan produk baru terdiri dari atas beberapa tahap :
Pemunculan gagasan
Penyaringan gagasan
Pengembangan dan pengujian konsep
Pengembangan strategi pemasaran
Analisis bisnis
Pengembangan / pembuatan produk
Pengujian pasar
Komersialisasi
Konsep Penerapan Pemasaran :
Konsep Produksi
Konsep Produk
Konsep Penjualan
Konsep Pemasaran
Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial
Konsep Customer
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Produk (Product)
Harga (price)
Promosi (promotion)
Tempat (Place)
FRAMEWORK PEMASARAN MODERN
PRODUK (PRODUCT)
“Kesehatan memang bukan segalanya, (dalam kehidupan); tetapi tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti.”
“produk memang bukan berarti segalanya (dalam pemasaran); tetapi tanpa produk (yang berkualitas), pemasaran menjadi tidak / kurang berarti”.
PRODUK
What does it mean ?
Segala sesuatu yang ditawarkan kedalam pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Seperangkat kepuasan yang diperoleh konsumen jika mereka melakukan transaksi (jual beli).
Kategori produk
Produk Konsumsi
Produk yang dibeli oleh konsumen pemakai akhir.
Produk Industri
Produk yang digunakan untuk keperluan operasional industry.
Produk Jasa
Produk yang bersifat intangible
HARGA (PRICE)
Tujuan penetapan harga
Berorientasi pada laba
Berorientasi pada volume
Berorientasi pada citra / posisi produk
Mempengaruhi persaingan
Stabilisasi harga
Tujuan spesifik lainnya
Penetapan harga untuk produk baru
Market skimming
Penetapan harga awal yang tinggi untuk mempercepat pengembalian investasi dan perolehan laba
Market penetration
Penetapan harga awal yang rendah untuk menarik pembeli dalam jumlah besar
Metode penetapan harga
Berbasis permintaan
Skimming pricing
Penetration pricing
Prestige pricing
Price lining
Odd-even pricing
Demand-Backward pricing
Bundle pricing
Berbasis biaya
Standard mark up pricing
Cost plus percentage of cost pricing
Cost plus fixed fee pricing
Experience curve pricing
Berbasis laba
Target profit pricing
Target return on sales pricing
Target return on investment pricing
PROMOSI (PROMOTION)
What does it mean ?
Promosi komunikasi dengan customer
Aktivitas pemasaran dengan berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan.
Tujuan promosi
Menginformasikan
Mempengaruhi / membujuk
Mengingatkan
Unsur dalam bauran promosi
• Advertising
• Personal selling
• Mass selling
• Sales promotion
• Public relation
• Direct marketing
• Interactive marketing
Tolak ukur keberhasilan
• Signifikasi peningkatan sales dari kontribusi kegiatan prommosi
• Pertumbuhan permintaan riil dan potensial
• Keberhasilan positioning produk
citra tebangun (makin kuat)
• Terjalin customer intimacy
TEMPAT / DISTRIBUSI (PLACE)
Apa itu distribusi ?
Orang atau perusahaan yang menghubungkan aliran barang dari produsen ke konsumen akhir dan industrial
Apa itu distribusi ?
• Informasi
• Promosi
• Negosiasi
• Pemesanan
• Transaksi dan pembayaran
• Pengambilan resiko
• Kepemilikan secara fisik
Penentu kebijakan distribusi
• Coverage
• Control
• Cost
• Characteristic of product
Pertimbangan spesifik dalam kebijakan distribusi
Pertimbangan perantara
Jenis pasar
Jumlah pelanggan potensial
Konsentrasi geografis pasar
Jumlah dan ukuran pesanan
Pertimbangan produk
Nilai unit
Perishability
Sifat teknis produk
Pertimbangan perantara
Jasa yang diberikan perantara
Keberadaan perantara yang diinginkan
Sikap perantara tehadap kebijakan perusahaan
Pertimbangan perusahaan
Sumber – sumber financial
Kemampuan manajemen
Tingkat pengendalian yang diinginkan
Jasa yang diberikan
Lingkungan
Tolak ukur keberhasilan
• Signifikasi peningkatan customer convenience
• Coverage semakin luas
• Pertumbuhan permintaan rill dan potensial
• Efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus memaksimalisasi penetrasian pasar tercapai
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan merencanakan , menentukan harga , mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli yang ada maupun pembeli potensial (William J. Stanton).
Proses pemasaran :
Analisi peluang pasar
Merencanakan program pemasaran
Mengembangkan produk dan siklus hidup produk
Proses pengembangan produk baru terdiri dari atas beberapa tahap :
Pemunculan gagasan
Penyaringan gagasan
Pengembangan dan pengujian konsep
Pengembangan strategi pemasaran
Analisis bisnis
Pengembangan / pembuatan produk
Pengujian pasar
Komersialisasi
Konsep Penerapan Pemasaran :
Konsep Produksi
Konsep Produk
Konsep Penjualan
Konsep Pemasaran
Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial
Konsep Customer
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Produk (Product)
Harga (price)
Promosi (promotion)
Tempat (Place)
FRAMEWORK PEMASARAN MODERN
PRODUK (PRODUCT)
“Kesehatan memang bukan segalanya, (dalam kehidupan); tetapi tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti.”
“produk memang bukan berarti segalanya (dalam pemasaran); tetapi tanpa produk (yang berkualitas), pemasaran menjadi tidak / kurang berarti”.
PRODUK
What does it mean ?
Segala sesuatu yang ditawarkan kedalam pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Seperangkat kepuasan yang diperoleh konsumen jika mereka melakukan transaksi (jual beli).
Kategori produk
Produk Konsumsi
Produk yang dibeli oleh konsumen pemakai akhir.
Produk Industri
Produk yang digunakan untuk keperluan operasional industry.
Produk Jasa
Produk yang bersifat intangible
HARGA (PRICE)
Tujuan penetapan harga
Berorientasi pada laba
Berorientasi pada volume
Berorientasi pada citra / posisi produk
Mempengaruhi persaingan
Stabilisasi harga
Tujuan spesifik lainnya
Penetapan harga untuk produk baru
Market skimming
Penetapan harga awal yang tinggi untuk mempercepat pengembalian investasi dan perolehan laba
Market penetration
Penetapan harga awal yang rendah untuk menarik pembeli dalam jumlah besar
Metode penetapan harga
Berbasis permintaan
Skimming pricing
Penetration pricing
Prestige pricing
Price lining
Odd-even pricing
Demand-Backward pricing
Bundle pricing
Berbasis biaya
Standard mark up pricing
Cost plus percentage of cost pricing
Cost plus fixed fee pricing
Experience curve pricing
Berbasis laba
Target profit pricing
Target return on sales pricing
Target return on investment pricing
PROMOSI (PROMOTION)
What does it mean ?
Promosi komunikasi dengan customer
Aktivitas pemasaran dengan berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan.
Tujuan promosi
Menginformasikan
Mempengaruhi / membujuk
Mengingatkan
Unsur dalam bauran promosi
• Advertising
• Personal selling
• Mass selling
• Sales promotion
• Public relation
• Direct marketing
• Interactive marketing
Tolak ukur keberhasilan
• Signifikasi peningkatan sales dari kontribusi kegiatan prommosi
• Pertumbuhan permintaan riil dan potensial
• Keberhasilan positioning produk
citra tebangun (makin kuat)
• Terjalin customer intimacy
TEMPAT / DISTRIBUSI (PLACE)
Apa itu distribusi ?
Orang atau perusahaan yang menghubungkan aliran barang dari produsen ke konsumen akhir dan industrial
Apa itu distribusi ?
• Informasi
• Promosi
• Negosiasi
• Pemesanan
• Transaksi dan pembayaran
• Pengambilan resiko
• Kepemilikan secara fisik
Penentu kebijakan distribusi
• Coverage
• Control
• Cost
• Characteristic of product
Pertimbangan spesifik dalam kebijakan distribusi
Pertimbangan perantara
Jenis pasar
Jumlah pelanggan potensial
Konsentrasi geografis pasar
Jumlah dan ukuran pesanan
Pertimbangan produk
Nilai unit
Perishability
Sifat teknis produk
Pertimbangan perantara
Jasa yang diberikan perantara
Keberadaan perantara yang diinginkan
Sikap perantara tehadap kebijakan perusahaan
Pertimbangan perusahaan
Sumber – sumber financial
Kemampuan manajemen
Tingkat pengendalian yang diinginkan
Jasa yang diberikan
Lingkungan
Tolak ukur keberhasilan
• Signifikasi peningkatan customer convenience
• Coverage semakin luas
• Pertumbuhan permintaan rill dan potensial
• Efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus memaksimalisasi penetrasian pasar tercapai
manajemen
MANAJEMEN
PENGERTIAN DASAR MANAJEMEN
Secara umum :
To manage = mengelola
Secara khusus :
Orang – orang yang melakukan kegiatan memimpin
DEFINISI MANAJEMEN
Suatu proses kegiatan yang dilakukan atas tindakan – tindakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), menggerakan (actuating) dan pengendalian (controlling) yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran – sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber – sumber daya lainnya. (George Terry)
ENAM SARANA MANAJEMEN
1. Men
2. Method
3. Machines
4. Materials
5. Money
6. Market
DEFINISI MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI
1. Mary Parker Pollet
Manajemen sebagai seni untuk mencapai sasaran melalui orang lain.
2. Luther Gullick
Manajemen adalh sebuah ilmu (science).
3. James A.F. Stoner & George Terry
Manajemen sebagai suatu proses POAC untuk mencapai tujuan
TINGKATAN MANAJER
KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN
• Top Manager => conceptual skill
• Middle Manager => Human skill
• Low Manager => Technical skil
MANAJEMEN FUNGSIONAL
EVOLUSI TEORI MANAJEMEN
1. Teori Manajemen Kuno
Peradaban Mesir Kuno saat membangun Piramid, kekaisaran Romawi saat mengembangkan struktur organisasi yang jelas, Pembangunan Tembok Besar pada kekaisaran Cina Kuno, dll pada prinsipnya telah mengembangkan prinsip-prinsip manajemen, tetapi Sporadis dan tidak memiliki sistem baku.
Ilmu manajemen baru berkembang setelah kelahiran ilmu ekonomi yang mensyaratkan terbentuknya organisasi yang memiliki manajemen yang baik.
2. Teori Manajemen Klasik
Pendahulu & Perintis
Robert owen
• Manajer sebagai reformer yang menempatkan buruh bukan hanya sebagai input, tetapi merupakan vital machine.
• Kondisi pekerja perlu diperbaiki sehingga output & keuntungan perusahaan meningkat (saat itu kebanyakan perusahaan lain lebih mengutamakan investasi pada mesin daripada manusia).
Charles Babbage
• Prof. Matematika yang menganjurkan adanya Division of work (pembagian kerja) dan meyakini bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat meningkatkan produksi, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya.
• Pelopor metode Manajemen Ilmiah (Scientific Management) yang menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis & mengefisiensikan penggunaan bahan baku.
• Pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang dapat meningkatkan efisiensi.
3. Teori Manajemen Ilmiah
Tujuan Utama : meningkatkan produktivitas
Frederick W.Taylor
• Dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah yang melakukan Time & Motion Study untuk mengantisipasi praktek Soldiering.
• Memperkenalkan untuk pertamanya kalinya Differential Rate System dalam pengupahan.
• Contoh keberhasilan : pekerja dikurangi dari 120 menjadi 35, jam kerja berkurang, akurasi & upah meningkat.
Frank & Lilian Gilberth
• Melakukan studi gerak dan factor kelelahan yang dapat meningkatkan output 200-300%
• Memberikan sumbangan kepada psikologi industry dan manajemen personalia, dan berpendapat bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah mencapai potensi optimum sebagai manusia.
• Tahapan metode Promosi Gilberth (Three Position Plan)
Henry L. Gantt
• Sistem bonus
• Pembagian jam kerja
• Mencatat kemajuan karyawan
• Menemukan Gantt Chart yang dapat digunakan pada proses prencanaan melalui pencatatan jadwal pekerjaan.
4. Teori Organisasi Klasik
Henry Fayol
• FOKUS : Melakukan sistematisasi praktek manajemen dalam organisasi.
• Fayol membagi kegiatan bisnis kedalam enam kegiatan pokok :
a. Technical Memproduksi barang / jasa
b. Commercial membeli bahan baku & menjual produk
c. Financial Mencari dan menggunakan dana
d. Security Menjaga karyawan & kekayaan perusahaan
e. Accounting mencatat & mengukur transaksi
f. Management
• 14 prinsip manajemen
a. Division of work = semakin special / ahli, semakin efisien pekerjaan
b. Authority = Manajer harus memberi perintah / tugas agar orang lain dapat bekerja
c. Discipline = setiap organisasi harus menghormati peraturan organisasi
d. Unity of Command = bawahan hanya menerima perintah dari satu orang saja supaya tidak ada kekaburan otoritas
e. Unity of Direction = pengarahan organisasi harus diberikan oleh satu orang sesuai planning
f. Subordination of individual interest to the common = mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi
g. Remuneration = sistem pengupahan yang adil & proporsional
h. Centralization = manajer adalah penanggung jawab terakhir dari keputusan yang diambil
i. The Hierarchy = wewenang bergerak dari ats ke bawah
j. Order = manusia dan benda harus diletakan secara serasi dan proporsional
k. Equity = manajer harus adil & akrab dengan bawahannya
l. Stability of staff = perputaran karyawan yang tinggi menandakan fungsi organisasi tidak efisien
m. Initiative = bawahan harus diberi kesempatan untuk membuat dan menjalankan rencana walaupun kadang salah
n. Esprit de Corps = semangat kelompok akan menimbulkan rasa kesatuan
5. Aliran Perilaku
Aliran ini muncul sebagai kritik terhadap aliran manajemen klasik yang cenderung memandang organisasisecara mekanistis dan kurang memberikan perhatian terhadap hubungan manusia (human relation). Menekankan sisi perilaku karyawan dalam mengatasi masalah organisasi. Pendekatan klasik dinilai tidak dapat mengatasi ketidakseimbangan antara efisiensi produksi dengan keserasian kerja.
Menekankan factor psikologi
1. Mendapatksn orang yang cocok
2. Menciptakan kondisi kerja yang baik
3. Harus memberikan motivasi karyawan
Eksperimen Hawthorne Effect
Dari eksperimen konsep manusia rasional adalah manusia hanya dapat dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan ekonomis dengan diganti konsep manusia social bahwa manusia dapat dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan social dalam kerja.
6. Pendekatan Kuantitatif
Awalnya dikembangkan di inggris & As pada masa PD II, kemudian diaplikasikan didunia industry & manajemen.
Contoh penggunaan pendekatan :
• OR ( Operation Research )
• CPM (Critical Path Method )
• EOQ ( Economic Order Quantity )
• BEP ( Break Even Point Analysis )
• Linear Programing
• Teori Antrian
• Decision Tree
• Analysis Markov
7. Teori Manajemen Kontemporer
Terdiri dari :
1.Pendekatan sistem
2.Pendekatan situasional
3.Pendekatan hubungan manusia baru
4.Pandangan integratif
PENGERTIAN DASAR MANAJEMEN
Secara umum :
To manage = mengelola
Secara khusus :
Orang – orang yang melakukan kegiatan memimpin
DEFINISI MANAJEMEN
Suatu proses kegiatan yang dilakukan atas tindakan – tindakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), menggerakan (actuating) dan pengendalian (controlling) yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran – sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber – sumber daya lainnya. (George Terry)
ENAM SARANA MANAJEMEN
1. Men
2. Method
3. Machines
4. Materials
5. Money
6. Market
DEFINISI MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI
1. Mary Parker Pollet
Manajemen sebagai seni untuk mencapai sasaran melalui orang lain.
2. Luther Gullick
Manajemen adalh sebuah ilmu (science).
3. James A.F. Stoner & George Terry
Manajemen sebagai suatu proses POAC untuk mencapai tujuan
TINGKATAN MANAJER
KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN
• Top Manager => conceptual skill
• Middle Manager => Human skill
• Low Manager => Technical skil
MANAJEMEN FUNGSIONAL
EVOLUSI TEORI MANAJEMEN
1. Teori Manajemen Kuno
Peradaban Mesir Kuno saat membangun Piramid, kekaisaran Romawi saat mengembangkan struktur organisasi yang jelas, Pembangunan Tembok Besar pada kekaisaran Cina Kuno, dll pada prinsipnya telah mengembangkan prinsip-prinsip manajemen, tetapi Sporadis dan tidak memiliki sistem baku.
Ilmu manajemen baru berkembang setelah kelahiran ilmu ekonomi yang mensyaratkan terbentuknya organisasi yang memiliki manajemen yang baik.
2. Teori Manajemen Klasik
Pendahulu & Perintis
Robert owen
• Manajer sebagai reformer yang menempatkan buruh bukan hanya sebagai input, tetapi merupakan vital machine.
• Kondisi pekerja perlu diperbaiki sehingga output & keuntungan perusahaan meningkat (saat itu kebanyakan perusahaan lain lebih mengutamakan investasi pada mesin daripada manusia).
Charles Babbage
• Prof. Matematika yang menganjurkan adanya Division of work (pembagian kerja) dan meyakini bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat meningkatkan produksi, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya.
• Pelopor metode Manajemen Ilmiah (Scientific Management) yang menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis & mengefisiensikan penggunaan bahan baku.
• Pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang dapat meningkatkan efisiensi.
3. Teori Manajemen Ilmiah
Tujuan Utama : meningkatkan produktivitas
Frederick W.Taylor
• Dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah yang melakukan Time & Motion Study untuk mengantisipasi praktek Soldiering.
• Memperkenalkan untuk pertamanya kalinya Differential Rate System dalam pengupahan.
• Contoh keberhasilan : pekerja dikurangi dari 120 menjadi 35, jam kerja berkurang, akurasi & upah meningkat.
Frank & Lilian Gilberth
• Melakukan studi gerak dan factor kelelahan yang dapat meningkatkan output 200-300%
• Memberikan sumbangan kepada psikologi industry dan manajemen personalia, dan berpendapat bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah mencapai potensi optimum sebagai manusia.
• Tahapan metode Promosi Gilberth (Three Position Plan)
Henry L. Gantt
• Sistem bonus
• Pembagian jam kerja
• Mencatat kemajuan karyawan
• Menemukan Gantt Chart yang dapat digunakan pada proses prencanaan melalui pencatatan jadwal pekerjaan.
4. Teori Organisasi Klasik
Henry Fayol
• FOKUS : Melakukan sistematisasi praktek manajemen dalam organisasi.
• Fayol membagi kegiatan bisnis kedalam enam kegiatan pokok :
a. Technical Memproduksi barang / jasa
b. Commercial membeli bahan baku & menjual produk
c. Financial Mencari dan menggunakan dana
d. Security Menjaga karyawan & kekayaan perusahaan
e. Accounting mencatat & mengukur transaksi
f. Management
• 14 prinsip manajemen
a. Division of work = semakin special / ahli, semakin efisien pekerjaan
b. Authority = Manajer harus memberi perintah / tugas agar orang lain dapat bekerja
c. Discipline = setiap organisasi harus menghormati peraturan organisasi
d. Unity of Command = bawahan hanya menerima perintah dari satu orang saja supaya tidak ada kekaburan otoritas
e. Unity of Direction = pengarahan organisasi harus diberikan oleh satu orang sesuai planning
f. Subordination of individual interest to the common = mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi
g. Remuneration = sistem pengupahan yang adil & proporsional
h. Centralization = manajer adalah penanggung jawab terakhir dari keputusan yang diambil
i. The Hierarchy = wewenang bergerak dari ats ke bawah
j. Order = manusia dan benda harus diletakan secara serasi dan proporsional
k. Equity = manajer harus adil & akrab dengan bawahannya
l. Stability of staff = perputaran karyawan yang tinggi menandakan fungsi organisasi tidak efisien
m. Initiative = bawahan harus diberi kesempatan untuk membuat dan menjalankan rencana walaupun kadang salah
n. Esprit de Corps = semangat kelompok akan menimbulkan rasa kesatuan
5. Aliran Perilaku
Aliran ini muncul sebagai kritik terhadap aliran manajemen klasik yang cenderung memandang organisasisecara mekanistis dan kurang memberikan perhatian terhadap hubungan manusia (human relation). Menekankan sisi perilaku karyawan dalam mengatasi masalah organisasi. Pendekatan klasik dinilai tidak dapat mengatasi ketidakseimbangan antara efisiensi produksi dengan keserasian kerja.
Menekankan factor psikologi
1. Mendapatksn orang yang cocok
2. Menciptakan kondisi kerja yang baik
3. Harus memberikan motivasi karyawan
Eksperimen Hawthorne Effect
Dari eksperimen konsep manusia rasional adalah manusia hanya dapat dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan ekonomis dengan diganti konsep manusia social bahwa manusia dapat dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan social dalam kerja.
6. Pendekatan Kuantitatif
Awalnya dikembangkan di inggris & As pada masa PD II, kemudian diaplikasikan didunia industry & manajemen.
Contoh penggunaan pendekatan :
• OR ( Operation Research )
• CPM (Critical Path Method )
• EOQ ( Economic Order Quantity )
• BEP ( Break Even Point Analysis )
• Linear Programing
• Teori Antrian
• Decision Tree
• Analysis Markov
7. Teori Manajemen Kontemporer
Terdiri dari :
1.Pendekatan sistem
2.Pendekatan situasional
3.Pendekatan hubungan manusia baru
4.Pandangan integratif
Senin, 20 Desember 2010
Bisnis internasional
PERTEMUAN 14
BISNIS INTERNASIONAL
Bisnis Internasional adalah semua transaksi bisnis , baik pemerintah maupun swasta , yang melibatkan dua negara atau lebih atau bisa juga diartikan sebagai suatu unit bisnis yang memperluas atau Ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa ke luar negara. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh suatu perusahaan bisnis di kala pasar yang ada di dalam negara sudah berada dalam tahap jenuh, sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih besar lagi. Dengan memasuki pasar internasional perusahaan harus mampu beradaptasi di semua bidang dengan kultur budaya di negara setempat agar tidak menimbulkan permasalahan sosial.
Hakikat bisnis international
Seperti tersebut diatas bahwa bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas - batas suatu negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional. Adapun transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara dengan Negara lain yang sering disebut sebagai bisnis Internasional ( International Trade ) . Dilain pihak transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam suatu negara dengan perusahaan lain atau individu di negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International Marketing. Pemasaran internasional inilah yang biasanya diartikan sebagai Bisnis Internasional , meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah transaksi bisnis Internasional yaitu :
• Perdagangan Internasional ( International Trade )
Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul “ NERACA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA ” atau “ BALANCE OF TRADE ”. Suatu negara dapat memiliki surplus neraca perdagangan atau devisit neraca perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar negara tersebut sering disebut sebagai “ neraca pembayaran ” atau “ balance of payments ”. Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering juga dikatakan bahwa negara ini mengalami pertambahan devisa negara. Sebaliknya apabila negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain tersebut. Dengan demikian maka negara tersebut akan mengalami devisit neraca pembayarannya dan akan menghadapi pengurangan devisa negara.
• Pemasaran International ( International Marketing )
Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai bisnis Internasional ( International Busines ) merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain , perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa.
Alasan melaksanakan bisnis internasional
• Setiap negara memiliki sumber daya terbatas
Dengan keterbatasan suatu negara dalam sumber daya, maka untuk saling melengkapi kebutuhan sumber daya, harus melakukan kerjasama antar negara dengan melakukan bisnis internasional. Supaya kebutuhan warga negara dapat tercapai dan barang ataupun kebutuhan warga negara tersebut memiliki banyak pilihan.
• Spesialisasi produksi
Suatu negara memproduksi suatu produk yang lebih bagus dan efisien dibandingkan dari produk dengan negara lain , maka dari itu perlunya melakukan bisnis internasional agar untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan antar negara.
• Menambah devisa negara
Karena melakukan proses bisnis antar negara maka akan menguntungkan negara dalam menambahkan devisa negara , dengan melalui Pajak.
Konsep keunggulan absolut
Bahwa setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak, serta mengimpor barang jika negara tersebut memiliki ketidakunggulan mutlak.
Konsep keunggulan komparatif
Merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya , perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.
Potensi pasar internasional
Potensi pasar ditentukan oleh tiga faktor yaitu struktur penduduk , daya beli serta pola konsumsi masyarakat. Dalam hal pasar Internasional , potensi pasar internasional juga ditentukan oleh ketiga faktor tersebut hanya saja dalam hal ini diberlakukan untuk negara lain.
Tahap - tahap dalam memasuki bisnis internasional
Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
Hambatan dalam memasuki bisnis international
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestik. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kali menghambat terlaksananya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
1. Batasan perdagangan dan tarif bea masuk
2. Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
3. Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan
4. Hambatan operasional
• Tarif bea masuk
Tarif bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor.
• Perbedaan bahasa , sosial budaya atau kultural
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional , hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat berlangsung dengan Iancar. Hambatan bahasa ini pada saat ini semakin berkurang berkat adanya bahasa Internasional yaitu bahasa lnggris. Meskipun demikian perbedaan bahasa ini tetap merupakan hambatan yang harus diwaspadai dan dipelajari dengan baik karena suatu ungkapan dalam suatu bahasa tertentu tidak dapat diungkapkan secara begitu saja dengan kata yang sama dengan bahasa yang lain. Bahkan suatu merek dagang atau nama produk pun dapat memiliki arti yang lain dan sangat negatif bagi suatu negara tertentu. Sebagai contoh pabrik mobil Chevrolet yang memberikan nama suatu jenis mobilnya dengan nama " Chevrolet's Nova " , pada hal di negara Spanyol kata " No Va " berarti " tidak dapat berjalan ". Oleh karena itu maka sangat sulit untuk memasarkan produk tersebut di negara Spanyol tersebut.
Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu masalah yang harus dicermati pula dalam melakukan bisnis internasional. Misalnya saja pemberian warna terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus hati-hati karena warna tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di negara lain dapat bermakna yang bertentangan. Perbedaan budaya ataupun kebiasaan juga perlu diperhatikan. Misalnya orang Jepang memiliki kebiasaan untuk tidak mau mendekati wanita bila membeli di supermarket , sehingga hal ini membawa konsekuensi bahwa barang - barang yang berupa alat-alat kosmetik pria jangan ditempatkan berdekatan dengan kosmetik wanita , sebab tidak akan didekati oleh pembeli pria.
• Hambatan politik , hukum , dan perundang - undangan
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara Komunis.
Ketentuan hukum ataupun perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak babi. Lebih dan itu undang - undang di negaranya sendiri pun juga dapat membatasi berlangsungnya bisnis Internasional , misalnya Indonesia melarang ekspor kulit mentah ataupun setengah jadi , begitu pula rotan mentah dan setengah jadi dan sebagainya.
• Hambatan operasional
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini akan dapat mengakibatkan bahwa biaya pengangkutan atau ekspedisi kapal laut untuk jalur tersebut akan menjadi sangat mahal. Mahalnya biaya angkut itu dikarenakan selain keadaan bahwa kapal pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja yang biasanya lalu mahal , maka kembalinya kapal tersebut dari negara tujuan itu akan menjadi kosong. Perjalan kapal kosong di samudera luas akan sangat membahayakan bagi keselamatan kapal itu sendiri.
Perusahaan multinasional
Perusahaan multinasional pada hakikatnya adalah suatu perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan operasinya di beberapa negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Era Globalisasi yang melanda dunia pada saat ini dimana dalam kondisi itu tidak ada satu negara pun di dunia ini yang terbebas dan tak terjangkau oleh pengaruh dari negara lain. Setiap negara setiap saat akan selalu terpengaruh oleh tindakan yang dilakukan oleh negara lain. Hal ini bisa terjadi karena pada saat ini kita berada dalam abad komunikasi , sehingga dengan cara yang sangat cepat dan bahkan dalam waktu yang bersamaan kita dapat mengetahui suatu kejadian yang terjadi di setiap negara di manapun di dunia ini.
Dari keadaan itu maka seolah - olah tidak ada lagi batas-batas antara negara yang satu dengan negara yang lain. Kehidupan sehari - hari menjadi lebih bersifat sama. Dengan kecenderungan yang terjadi pada saat ini bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di mana pun di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara negara yang satu dengan negara lain. Kebutuhan akan sabun mandi , sabun cuci , alat - alat tulis , alat - alat kantor , pakaian , juga perabot rumah tangga dan sebagainya tidaklah banyak berbeda antara masyarakat Indonesia dengan Filipina , Jepang , Korea , Arab atupun di Eropa dan Amerika.
Kecenderungan untuk adanya kesamaan inilah yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara Internasional perusahaan yang demikian akan mencoba untuk mencari tempat pabrik guna memproduksikan barang - barang tersebut yang paling murah dan kemudian memasarkannya keseluruh penjuru dunia sehingga akan menjadi lebih ekonomis dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Di samping itu adanya batasan-batasan ekspor - impor antar negara mendorong suatu perusahaan untuk memproduksikan saja barang itu di negeri itu sendiri dan kemudian menjualnya di negeri itu juga meskipun pemiliknya adalah dari luar negeri. Dengan cara itu maka masalah pembatasan ekspor - impor menjadi tidak berlaku lagi baginya. Banyak contoh perusahaan multinasional ini misalnya saja Coca Cola , Colgate , Johnson & Johnson , IBM , General Electric , Mitzubishi Electric , Toyota , Philips dari negeri Belanda , Nestle dari Switzerland , Unilever dari Belanda dan lnggris , Bayer dati Jerman , Basf juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.
BISNIS INTERNASIONAL
Bisnis Internasional adalah semua transaksi bisnis , baik pemerintah maupun swasta , yang melibatkan dua negara atau lebih atau bisa juga diartikan sebagai suatu unit bisnis yang memperluas atau Ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa ke luar negara. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh suatu perusahaan bisnis di kala pasar yang ada di dalam negara sudah berada dalam tahap jenuh, sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih besar lagi. Dengan memasuki pasar internasional perusahaan harus mampu beradaptasi di semua bidang dengan kultur budaya di negara setempat agar tidak menimbulkan permasalahan sosial.
Hakikat bisnis international
Seperti tersebut diatas bahwa bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas - batas suatu negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional. Adapun transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara dengan Negara lain yang sering disebut sebagai bisnis Internasional ( International Trade ) . Dilain pihak transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam suatu negara dengan perusahaan lain atau individu di negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International Marketing. Pemasaran internasional inilah yang biasanya diartikan sebagai Bisnis Internasional , meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah transaksi bisnis Internasional yaitu :
• Perdagangan Internasional ( International Trade )
Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul “ NERACA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA ” atau “ BALANCE OF TRADE ”. Suatu negara dapat memiliki surplus neraca perdagangan atau devisit neraca perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar negara tersebut sering disebut sebagai “ neraca pembayaran ” atau “ balance of payments ”. Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering juga dikatakan bahwa negara ini mengalami pertambahan devisa negara. Sebaliknya apabila negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain tersebut. Dengan demikian maka negara tersebut akan mengalami devisit neraca pembayarannya dan akan menghadapi pengurangan devisa negara.
• Pemasaran International ( International Marketing )
Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai bisnis Internasional ( International Busines ) merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain , perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa.
Alasan melaksanakan bisnis internasional
• Setiap negara memiliki sumber daya terbatas
Dengan keterbatasan suatu negara dalam sumber daya, maka untuk saling melengkapi kebutuhan sumber daya, harus melakukan kerjasama antar negara dengan melakukan bisnis internasional. Supaya kebutuhan warga negara dapat tercapai dan barang ataupun kebutuhan warga negara tersebut memiliki banyak pilihan.
• Spesialisasi produksi
Suatu negara memproduksi suatu produk yang lebih bagus dan efisien dibandingkan dari produk dengan negara lain , maka dari itu perlunya melakukan bisnis internasional agar untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan antar negara.
• Menambah devisa negara
Karena melakukan proses bisnis antar negara maka akan menguntungkan negara dalam menambahkan devisa negara , dengan melalui Pajak.
Konsep keunggulan absolut
Bahwa setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak, serta mengimpor barang jika negara tersebut memiliki ketidakunggulan mutlak.
Konsep keunggulan komparatif
Merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya , perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.
Potensi pasar internasional
Potensi pasar ditentukan oleh tiga faktor yaitu struktur penduduk , daya beli serta pola konsumsi masyarakat. Dalam hal pasar Internasional , potensi pasar internasional juga ditentukan oleh ketiga faktor tersebut hanya saja dalam hal ini diberlakukan untuk negara lain.
Tahap - tahap dalam memasuki bisnis internasional
Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
Hambatan dalam memasuki bisnis international
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestik. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kali menghambat terlaksananya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
1. Batasan perdagangan dan tarif bea masuk
2. Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
3. Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan
4. Hambatan operasional
• Tarif bea masuk
Tarif bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor.
• Perbedaan bahasa , sosial budaya atau kultural
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional , hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat berlangsung dengan Iancar. Hambatan bahasa ini pada saat ini semakin berkurang berkat adanya bahasa Internasional yaitu bahasa lnggris. Meskipun demikian perbedaan bahasa ini tetap merupakan hambatan yang harus diwaspadai dan dipelajari dengan baik karena suatu ungkapan dalam suatu bahasa tertentu tidak dapat diungkapkan secara begitu saja dengan kata yang sama dengan bahasa yang lain. Bahkan suatu merek dagang atau nama produk pun dapat memiliki arti yang lain dan sangat negatif bagi suatu negara tertentu. Sebagai contoh pabrik mobil Chevrolet yang memberikan nama suatu jenis mobilnya dengan nama " Chevrolet's Nova " , pada hal di negara Spanyol kata " No Va " berarti " tidak dapat berjalan ". Oleh karena itu maka sangat sulit untuk memasarkan produk tersebut di negara Spanyol tersebut.
Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu masalah yang harus dicermati pula dalam melakukan bisnis internasional. Misalnya saja pemberian warna terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus hati-hati karena warna tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di negara lain dapat bermakna yang bertentangan. Perbedaan budaya ataupun kebiasaan juga perlu diperhatikan. Misalnya orang Jepang memiliki kebiasaan untuk tidak mau mendekati wanita bila membeli di supermarket , sehingga hal ini membawa konsekuensi bahwa barang - barang yang berupa alat-alat kosmetik pria jangan ditempatkan berdekatan dengan kosmetik wanita , sebab tidak akan didekati oleh pembeli pria.
• Hambatan politik , hukum , dan perundang - undangan
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara Komunis.
Ketentuan hukum ataupun perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak babi. Lebih dan itu undang - undang di negaranya sendiri pun juga dapat membatasi berlangsungnya bisnis Internasional , misalnya Indonesia melarang ekspor kulit mentah ataupun setengah jadi , begitu pula rotan mentah dan setengah jadi dan sebagainya.
• Hambatan operasional
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini akan dapat mengakibatkan bahwa biaya pengangkutan atau ekspedisi kapal laut untuk jalur tersebut akan menjadi sangat mahal. Mahalnya biaya angkut itu dikarenakan selain keadaan bahwa kapal pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja yang biasanya lalu mahal , maka kembalinya kapal tersebut dari negara tujuan itu akan menjadi kosong. Perjalan kapal kosong di samudera luas akan sangat membahayakan bagi keselamatan kapal itu sendiri.
Perusahaan multinasional
Perusahaan multinasional pada hakikatnya adalah suatu perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan operasinya di beberapa negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Era Globalisasi yang melanda dunia pada saat ini dimana dalam kondisi itu tidak ada satu negara pun di dunia ini yang terbebas dan tak terjangkau oleh pengaruh dari negara lain. Setiap negara setiap saat akan selalu terpengaruh oleh tindakan yang dilakukan oleh negara lain. Hal ini bisa terjadi karena pada saat ini kita berada dalam abad komunikasi , sehingga dengan cara yang sangat cepat dan bahkan dalam waktu yang bersamaan kita dapat mengetahui suatu kejadian yang terjadi di setiap negara di manapun di dunia ini.
Dari keadaan itu maka seolah - olah tidak ada lagi batas-batas antara negara yang satu dengan negara yang lain. Kehidupan sehari - hari menjadi lebih bersifat sama. Dengan kecenderungan yang terjadi pada saat ini bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di mana pun di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara negara yang satu dengan negara lain. Kebutuhan akan sabun mandi , sabun cuci , alat - alat tulis , alat - alat kantor , pakaian , juga perabot rumah tangga dan sebagainya tidaklah banyak berbeda antara masyarakat Indonesia dengan Filipina , Jepang , Korea , Arab atupun di Eropa dan Amerika.
Kecenderungan untuk adanya kesamaan inilah yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara Internasional perusahaan yang demikian akan mencoba untuk mencari tempat pabrik guna memproduksikan barang - barang tersebut yang paling murah dan kemudian memasarkannya keseluruh penjuru dunia sehingga akan menjadi lebih ekonomis dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Di samping itu adanya batasan-batasan ekspor - impor antar negara mendorong suatu perusahaan untuk memproduksikan saja barang itu di negeri itu sendiri dan kemudian menjualnya di negeri itu juga meskipun pemiliknya adalah dari luar negeri. Dengan cara itu maka masalah pembatasan ekspor - impor menjadi tidak berlaku lagi baginya. Banyak contoh perusahaan multinasional ini misalnya saja Coca Cola , Colgate , Johnson & Johnson , IBM , General Electric , Mitzubishi Electric , Toyota , Philips dari negeri Belanda , Nestle dari Switzerland , Unilever dari Belanda dan lnggris , Bayer dati Jerman , Basf juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.
Tanggung jawab sosial suatu bisnis
Pertemuan 13
TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS
1. Benturan dengan kepentingan masyarakat
Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan ). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan ( besar, menengah dengan perusahaan ). Benturan ini terjadi kerap kli karena perusahaan menimbulkan polusi ( udara, air, limbah, suara bahkan mental kejiwaan )
Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab social
Dalam menunaikan tanggung jawab social, perusahaan dituntut untuk menghindari etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan untung-rugi usaha
Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanism pebisnis yang melibatkan rasa,karsa,karya yang ikut mendorong diciptakanya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manejemen terbuka hubungan industrial pancasila, pengendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh penerapan manejemen yang berorientasi hubungan kemanusian.
2. Dorongan tanggung jawab sosial
Klasifikasi masalah social yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab social pada sebuah bisnis sebagai berikut :
a. Penerapan manajemen orientasi kemanusian : Kegiatan intern yang muncul bersifat sangat kaku,keras, zakeliyl ( saklek ) , birokratik, dan otoriter. Prosedur administrasi serta jenjang kewenangan yang berbelit-berbelit sering menyebabkan tekanan batin bagi para pebisnis maupun pahak lain yang berhubungan kurang manusiawi pun kerap terjadi antara perusahaan dengan pihak luar ( pelanggan,masyarakat umum )
Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan
Penerapan akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antara pelaku bisnis dan pihak luar secara rinci, manfaat tersebut adalah :
Peningkatan moral kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas kerja
Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen partisipasif.
Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyaman kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
Peningkatan mutu produksi yang diadakan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
Kepercayaan konsumen yang meningkatkan dan merupakan dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.
b. Ekologi dan gerakan pelestarian lingkungan : Ekologi, yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia dan alam lingkunganya banyak dipengaruhui oleh proses produksi. Sebagai contoh maraknya penebangan hutan sebagai bahan dasar industry perkayuan. Perburuan kulit ular yang diperuntukan industry kerajinan kulit. Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak maupun racun yang merusak alam sekitar.
c. Penghematan energi : Pengurasan secara besar-besaran energy yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak,batubara dan gas telah banyak terjadi. Kesadaran bahwa sumber daya tersebut tidak dapat diperbaharui telah mendorong dilaksanakanya proses efisiensi serta mencari pengganti sumber daya tersebut. Yang dapat disebut dengan sumber energy alternative diantaranya adalah pemanfaatan tenaga surya,nuklir,angin,air serta laut.
d. Partisipasi pembamgunan bangsa : Kesadaran masyarat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat diperlukan. Karena denag adanya kesadran tersebut, akan membantu pemerintah menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan penggunaan tenaga kerja yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab social pada lingkungan sekitar perusahaan beroprasi.
e. Gerakan kosumerisme : Awal perkembangannya tahun 1960an di Negara barat yang berhasil memberlakukan undang-undang perlindungan konsumen yang meliputi beragam aspek,mulai dari perlindungan atas praktik penjualan paksa samapi pemberian izin lisensi bagi para petugas reparasi alat rumah tangga,
• Memperoleh perhatian and tindakan nyata dari kalangan bisnis terhadap keluhan konsumen atas praktek bisnisnya
• Pelaksanaan strategi advertensi/periklanan yang realistic dan mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat.
• Disenggarakan panel-panel diskusi antara wakil konsumen dengan produsen
• Pelayalan purna jual lebih baik
• Berjalannya proses public relation ( PR ) yang lebih menitikberatkan pada kepuasa konsumen dari pada promosi semata.
Etika bisnis
Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Etika pergaulan dalam melaksakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis.
3. Etika Bisnis
a. Hubungan antara bisnis dengan langganan/kosumen
Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. Berikut beberapa contohnya :
• Kemasan yang berbeda-beda menyulitkan kosumen untuk membandingkan harga terhadap produk
• Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga diperluka penjelasan tentang isi serta kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.
• Promosi, terutama iklan merupakan gangguan etis tang paling utama.
• Pemberian servis dan garansi sebagai bagian dari layanan purna jurnal.
b. Hubungan dengan karyawan
Bentuk hubungan ini meliputi : penerimaan ( recruitmen ), latihan ( training ), promosi, transfer, demosi maupun pemberhenti ( termination ). Dimana semua bentuk hubungan tersebut harus dijalan secara objektif dan jujur.
c. Hubungan antara bisnis
Pemberian informasi hubungan yang terjadi diantara perusahhan, baik perusahaan kolega,pesaing,penyalur,grosir maupun distributornya.
d. Hubungan dengan investor
Pemberian informasi yang benar terhadap investor maupu calon investor merupakan bentuk hubungan ini. Sehingga dapat menghimdari pengambilan keputusan yang keliru.
e. Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan
Hubungan dengan lembaga keuangan, terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Pelaksanaan tanggung jawab social merupakan penerapan dan pelaksanaan kepedulian bisnis terhadap lingkungan serta mengikuti etika bisnis. Penerapan etika bisnis adalah maksud dari konsep stakcholder yang berlawan dengan konsep stockholder.
4. Bentuk-bentuk tanggung jawab social suatu bisnis
Penjabaran dari kepedulian social dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab social bisnis. Sejalan dengan itu dapat dilihat behwa semakin tinggi tingkat kepedulian social suatu bisnis maka semakin mengingkat pula pelaksanaan praktek bisnis etika dalam masyarakat.beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab social yang dapat kita temui di Indonesia adalah :
a. Pelaksanaan hubungan industrial pancasila ( HIP ) : Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusahan dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa contoh hak karyawan adalah cuti, tunjangan hari raya,dan pakaian kerja.
b. Analisis mengenai dampak lingkungan ( AMDAL ) : Penangan limbah industry sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi lingkungan.
c. Penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 )
Penekanan pada factor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman,masker pelindung maupun pakaian khusus lainya.
d. Perkebunan inti rakyat ( PIR ) : System perkebunan yang melibatkan besar milik Negara dan kecil milik masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil di sekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
e. System baoak anak-anak angkat : System ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat penguysaha kecil/menengah mitra kerja yang harus mereka bina terkadang hal ini menyebabkan masalah kepada pengusaha oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yinggi dalam pelaksannanya.
*. Tanggung jawab social ( social responsibility )
Etika mempengaruhi prilaku di lingkungan, kerja maupun suatu usaha bisnis untuk menyeimbangkan komitmenya terhadap kelompok dan individu dalam lingkunganya contohnya : bertanggung jawab terhadap investor, untuk memaximalkan profit, karyawan, konsumen dan bisnis lain.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS
1. Benturan dengan kepentingan masyarakat
Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan ). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan ( besar, menengah dengan perusahaan ). Benturan ini terjadi kerap kli karena perusahaan menimbulkan polusi ( udara, air, limbah, suara bahkan mental kejiwaan )
Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab social
Dalam menunaikan tanggung jawab social, perusahaan dituntut untuk menghindari etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan untung-rugi usaha
Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanism pebisnis yang melibatkan rasa,karsa,karya yang ikut mendorong diciptakanya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manejemen terbuka hubungan industrial pancasila, pengendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh penerapan manejemen yang berorientasi hubungan kemanusian.
2. Dorongan tanggung jawab sosial
Klasifikasi masalah social yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab social pada sebuah bisnis sebagai berikut :
a. Penerapan manajemen orientasi kemanusian : Kegiatan intern yang muncul bersifat sangat kaku,keras, zakeliyl ( saklek ) , birokratik, dan otoriter. Prosedur administrasi serta jenjang kewenangan yang berbelit-berbelit sering menyebabkan tekanan batin bagi para pebisnis maupun pahak lain yang berhubungan kurang manusiawi pun kerap terjadi antara perusahaan dengan pihak luar ( pelanggan,masyarakat umum )
Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan
Penerapan akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antara pelaku bisnis dan pihak luar secara rinci, manfaat tersebut adalah :
Peningkatan moral kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas kerja
Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen partisipasif.
Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyaman kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
Peningkatan mutu produksi yang diadakan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
Kepercayaan konsumen yang meningkatkan dan merupakan dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.
b. Ekologi dan gerakan pelestarian lingkungan : Ekologi, yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia dan alam lingkunganya banyak dipengaruhui oleh proses produksi. Sebagai contoh maraknya penebangan hutan sebagai bahan dasar industry perkayuan. Perburuan kulit ular yang diperuntukan industry kerajinan kulit. Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak maupun racun yang merusak alam sekitar.
c. Penghematan energi : Pengurasan secara besar-besaran energy yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak,batubara dan gas telah banyak terjadi. Kesadaran bahwa sumber daya tersebut tidak dapat diperbaharui telah mendorong dilaksanakanya proses efisiensi serta mencari pengganti sumber daya tersebut. Yang dapat disebut dengan sumber energy alternative diantaranya adalah pemanfaatan tenaga surya,nuklir,angin,air serta laut.
d. Partisipasi pembamgunan bangsa : Kesadaran masyarat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat diperlukan. Karena denag adanya kesadran tersebut, akan membantu pemerintah menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan penggunaan tenaga kerja yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab social pada lingkungan sekitar perusahaan beroprasi.
e. Gerakan kosumerisme : Awal perkembangannya tahun 1960an di Negara barat yang berhasil memberlakukan undang-undang perlindungan konsumen yang meliputi beragam aspek,mulai dari perlindungan atas praktik penjualan paksa samapi pemberian izin lisensi bagi para petugas reparasi alat rumah tangga,
• Memperoleh perhatian and tindakan nyata dari kalangan bisnis terhadap keluhan konsumen atas praktek bisnisnya
• Pelaksanaan strategi advertensi/periklanan yang realistic dan mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat.
• Disenggarakan panel-panel diskusi antara wakil konsumen dengan produsen
• Pelayalan purna jual lebih baik
• Berjalannya proses public relation ( PR ) yang lebih menitikberatkan pada kepuasa konsumen dari pada promosi semata.
Etika bisnis
Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Etika pergaulan dalam melaksakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis.
3. Etika Bisnis
a. Hubungan antara bisnis dengan langganan/kosumen
Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. Berikut beberapa contohnya :
• Kemasan yang berbeda-beda menyulitkan kosumen untuk membandingkan harga terhadap produk
• Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga diperluka penjelasan tentang isi serta kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.
• Promosi, terutama iklan merupakan gangguan etis tang paling utama.
• Pemberian servis dan garansi sebagai bagian dari layanan purna jurnal.
b. Hubungan dengan karyawan
Bentuk hubungan ini meliputi : penerimaan ( recruitmen ), latihan ( training ), promosi, transfer, demosi maupun pemberhenti ( termination ). Dimana semua bentuk hubungan tersebut harus dijalan secara objektif dan jujur.
c. Hubungan antara bisnis
Pemberian informasi hubungan yang terjadi diantara perusahhan, baik perusahaan kolega,pesaing,penyalur,grosir maupun distributornya.
d. Hubungan dengan investor
Pemberian informasi yang benar terhadap investor maupu calon investor merupakan bentuk hubungan ini. Sehingga dapat menghimdari pengambilan keputusan yang keliru.
e. Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan
Hubungan dengan lembaga keuangan, terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Pelaksanaan tanggung jawab social merupakan penerapan dan pelaksanaan kepedulian bisnis terhadap lingkungan serta mengikuti etika bisnis. Penerapan etika bisnis adalah maksud dari konsep stakcholder yang berlawan dengan konsep stockholder.
4. Bentuk-bentuk tanggung jawab social suatu bisnis
Penjabaran dari kepedulian social dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab social bisnis. Sejalan dengan itu dapat dilihat behwa semakin tinggi tingkat kepedulian social suatu bisnis maka semakin mengingkat pula pelaksanaan praktek bisnis etika dalam masyarakat.beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab social yang dapat kita temui di Indonesia adalah :
a. Pelaksanaan hubungan industrial pancasila ( HIP ) : Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusahan dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa contoh hak karyawan adalah cuti, tunjangan hari raya,dan pakaian kerja.
b. Analisis mengenai dampak lingkungan ( AMDAL ) : Penangan limbah industry sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi lingkungan.
c. Penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 )
Penekanan pada factor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman,masker pelindung maupun pakaian khusus lainya.
d. Perkebunan inti rakyat ( PIR ) : System perkebunan yang melibatkan besar milik Negara dan kecil milik masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil di sekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
e. System baoak anak-anak angkat : System ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat penguysaha kecil/menengah mitra kerja yang harus mereka bina terkadang hal ini menyebabkan masalah kepada pengusaha oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yinggi dalam pelaksannanya.
*. Tanggung jawab social ( social responsibility )
Etika mempengaruhi prilaku di lingkungan, kerja maupun suatu usaha bisnis untuk menyeimbangkan komitmenya terhadap kelompok dan individu dalam lingkunganya contohnya : bertanggung jawab terhadap investor, untuk memaximalkan profit, karyawan, konsumen dan bisnis lain.
Langganan:
Postingan (Atom)