AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN
1. DEFINISI AKUNTANSI
http://organisasi.org/pengertian_dan_penjelasan_dasar_akuntansi_definisi_arti_fungsi_dan_kegunaan_belajar_ilmu_akutansi_accounting
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis
2. FUNGSI AKUNTANSI
www.fe.unpad.ac.id/elearning_fe/dosen/.../Fungsi%20Akuntansi.ppt - Mirip
Fungsi dasar Akuntansi :
n Menciptakan sistem akuntansi
n Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memeasukan secara singkat transaksi-transaksi perusahaan
n Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan
Fungsi Akuntansi :
n Menyiapkan metode dan standar untuk mengukur ongkos yang telah dikeluarkan
n Melaporkan data akuntansi
n Menafsirkan data akuntansi
http://organisasi.org/pengertian_dan_penjelasan_dasar_akuntansi_definisi_arti_fungsi_dan_kegunaan_belajar_ilmu_akutansi_accounting
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
3. PIHAK – PIHAK YANG BERKEPENTINGAN
http://myaccblog.blogspot.com/2010/07/pihak-pihak-yang-berkepentingan-dengan.html
a. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan : Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan. Kalau kalian jadi pemilik usaha pasti kalian mau tau dong perkembangan usaha kalian.....
b. Para pengelola perusahaan : Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
c. Para pegawai/karyawan perusahaan : Untuk apa ya para pegawai membutuhkan laporan akuntansi? Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan. Wah, berarti sebagai pegawai kita juga perlu tahu nih laporan keuangannya perusahaan biar kita ga dibodoh-bodohin sama pemiliknya.... :)
d. Para investor : Kalau kita mau invest dana tentunya kita bakalan nyari perusahaan yang kondisinya bonafid dong, iya kan? Nah, para investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia. Bukannya untung, malah buntung... :(
e. Para kreditor : Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit. Sama seperti investor, para kreditor juga cuma mau memberikan dananya pada perusahaan yang bonafid.
f. Pemerintah : Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.
g. Rekanan perusahaan : Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.
4. PRINSIP AKUNTANSI
http://images.mobiludara.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SjB3WAoKCsAAAF-zt701/BAB%202%20KONSEP%20DASAR.pdf?nmid=254082055
Konsep dasar yang mendasari penyusunan prinsip akuntansi adalah sebagai berikut :
Ø Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle) Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva,utang, modal dan biaya.
Ø Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Prinsip ini menyangkut cara penentuan pendapatan berkala, yang dapat memenuhi kebutuhan untuk penyusunan laporan keuangan yang tepat pada waktunya.
Ø Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Untuk menyusun laporan keuangan periodik pendapatan yang diperoleh atau terjadi dalam periode akuntansi tertentu harus dipertemukan secara layak dengan biaya-biaya yang terjadi dalam periode akuntansi yang sama.
Ø Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsistendari tahun ke tahun.
Ø Prinsip pengungkapan penuh (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan.
5. PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
http://dahlanforum.wordpress.com/2008/04/21/pengertian-laporan-keuangan/
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”
Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.
Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.
6. ISI LAPORAN KEUANGAN
7. BENTUK NERACA
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/bentuk-neraca/
Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya. Coba Anda bedakan kedua bentuk neraca berikut.
Setelah Anda mengenal kedua bentuk ini, jelaskan perbedaan neraca bentuk staffel dengan bentuk skontro sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.
Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan modal pada bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta (aktiva) pada sisi kiri, utang dan modal pada sisi kanan.
8. LAPORAN LABA / RUGI
http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_laba_rugi
Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansiyang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
v Pendapatan dari penjualan : Dikurangi Beban pokok penjualan
v Laba/rugi kotor : Dikurangi Beban usaha
v Laba/rugi usaha : Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
v Laba/rugi sebelum pajak : Dikurangi Beban pajak
v Laba/rugi bersih
Contoh Laporan
- LAPORAN LABA RUGI -
per 31 Desember 2008
Pendapatan dari penjualan Rp. 99.980.000
Harga Pokok Penjualan Rp. 25.000.000
------------------ (-)
Laba Kotor 74.990.000
Biaya Operasional:
- Biaya Pemasaran Rp. 5.000.000
- Biaya Administrasi & Umum Rp. 1.250.000
-------------- (+)
6.250.000
------------- (-)
Laba Usaha Rp. 68.740.000
Pendapatan Lain-lain Rp. 125.000
--------------- (+)
Laba sebelum Bunga dan Pajak Rp. 68.865.000
Bunga Rp. 199.000
-------------- (+)
Laba sebelum Pajak Rp. 69.064.000
Pajak Rp. 1.275.000
-------------- (-)
Laba Bersih Rp. 67.789.000
==========
9. BENTUK LAPORAN LABA / RUGI
http://www.scribd.com/doc/28134116/1-Laporan-Laba-Rugi
**Single Step
Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar usaha danpendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian disisihkan denganjumlah semua jenis beban. Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa)laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.
**Multi Step
Penyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai dari kelompokpendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha dan beban luar usaha. Sampai dengan kelompokpendapatan lain-lain dan beban lain-lain. Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaandagang atau perusahaan industri.
10. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Tujuan akuntansi keuangan dan laporan keuangan ada dua yaitu : tujuan umum dan tujuan kualitatif.
Tujuan Umum :
· Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
· Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi netto (sumber dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari aktivitas usaha dalam rangka memperoleh laba.
· Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan Di dalam mengestimasikan potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
· Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumbersumbe ekonomi dan kewajiban seperti informasi mengenai aktivitas pembelanjaan dan penanaman.
· Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijaksanaan akuntansi yang dianut perusahaan.
Tujuan Kualitatif :
· Relevan : Relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan maksud penggunaannya.
· Dapat dimengerti : Informasi harus dapat dimengerti oleh pemakainya, dan dinyatakan dalam bentuk dan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian para pemakai.
· Daya Uji : Informasi harus dapat diuji kebenarannya oleh para pengukur yang independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama
· Netral : Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu.
· Tepat waktu : Informasi harus disampaikan sesegera mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan
· Daya banding : Informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya.
· Lengkap : Informasi akuntansi yang lengkap meliputi semua data akuntansi keuangan yang dapat memenuhi secukupnya enam tujuan kualitatif di atas.
http://blog.re.or.id/tujuan-laporan-keuangan.htm
Menurut PSAK (2004) tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
5. Arus kas
Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.
Diposkan oleh RR.azkiya di 02.44
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
0 komentar:
Poskan Komentar
Senin, 20 Desember 2010
Manajemen Sumber Daya Manusia
Pertemuan 10
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
1. Sumber Daya Manusia : Manusia dibedakan dari sumber daya alam hayati lainnya karena manusia memiliki kebudayaan, akal, dan budi yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan. Berbeda dengan sumber daya hayati lainnya, penggunaan sumber daya manusia dibagi dua, yaitu sebagai berikut :
I. Manusia sebagai sumber daya fisik :Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan
II. Manusia sebagai sumber daya mental : Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.
2. Perkembangan Sumber Daya Manusia
Pendidikan dan Ketenagakerjaan
Dimensi sumber daya manusia meliputi jumlah, komposisi, karakteristik(kualitas), dan persebaran penduduk (Effendi, 1991). Dimensi tersebut saling terkait satu dengan yang lainnya. Selain keterkaitan antara kuantitas dan kualitas yang telah disinggung sebelumnya, komposisi dan persebaran juga sangat penting. Bila rasio ketergantungan tinggi, artinya banyak penduduk usia tidak produktif, pengembangan sumber daya manusia juga akan mengalami banyak kesulitan. Demikian pula bila sumber daya manusia yang berkualitas terkonsentrasi di wilayah tertentu. Ada beberapa pendekatan untuk mengembangkan sumber daya manusia . Satu diantaranya adalah pendekatan mutu modal manusia (human capital). Dalam pendekatan human capital, manusia menempati peranan yang amat penting selain modal (uang), sumber alam, dan teknologi dalam proses produksi. Untuk mengembangkan sumber daya manusia, perlu juga diingat bahwa ada beberapa hambatan yang tentu akan dihadapi. Secara garis besar hambatan itu ada dua, hambatan dari dalam dan hambatan dari luar. Akan tetapi menurut perhitungan World Bank, untuk negara berkembang seperti Indonesia, hambat dari dalam lebih besar pengaruhnya. Karena alasan ini pula, maka dalam pembicaraan selanjutnya juga akan banyak dibicarakan tentang .kondisi kita sendiri. Dua hal kiranya bisa menggambarkan keadaan sumber daya manusia Indonesia saat ini disamping hal-hal lain, yaitu pendidikan dan ketenagakerjaan. Pada tahun 1971 hingga 1990, kenaikan proporsi penduduk yang berpendidikan cukup baik. Namun kita sadar bahwa angka yang telah dicapai tersebut belum memuaskan. Disamping masih ada sebagian yang belum mengenyam pendidikan formal, kebanyakan usianya lanjut, proporsi yang pendidikannya rendah cukup besar (Sunarto, 1992). Oleh karena itu bisa dimengerti bila pemerintah dalam waktu dekat ini akan mengenakan wajib sekolah hingga 9 tahun masa belajar (setingkat SLTP). Kenaikan jumlah yang berpendidikan formal ini disertai juga dengan kecenderungan naiknya tingkat pendidikan angkatan kerja. Sekali lagi, kita tidak boleh cepat puas dengan keadaan ini. Disamping perbedaan tempat (desa-kota) dan jenis kelamin yang masih menjadi masalah, angkatan kerja yang tingkat pendidikannya rendah masih menonjol. Kita barangkali sepakat, bahwa dimasa mendatang dibutuhkan lebih banyak lagi tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Belum lengkap rasanya hanya melihat data-data seperti yang telah disajikan diatas. Bagaimana pemanfaatan tenaga kerja kita? Dari tahun ke tahun, tingkat pengangguran di Indonesia menunjukkan angka resmi yang kecil. Hal ini dikarenakan oleh definisi pengangguran yang terlalu .lunak.. Oleh karena itu, para ahli ketenagakerjaan umumnya lebih tertarik melihat proporsi tenaga kerja yang kurang termanfaatkan (underutilization). Tenaga kerja kurang termanfaatkan ini secara operasional didefinisikan sebagai jumlah pengangguran ditambah setengah pengangguran. Dengan melihat proporsi tenaga kerja yang kurang termanfaatkan, maka akan diketahui bahwa produktivitas tenaga kerja masih memprihatinkan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Terbatasnya lapangan kerja adalah salah satu faktor yang sering dijadikan alasan munculnya keadaan seperti itu. Meskipun kenyataan ini harus diakui, ada baiknya tidak semata-mata menyalahkan kurangnya kesempatan kerja ini. Sebab pada kenyataannya sering dijumpai keluhan masih kurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan, terutama tenaga kerja dengan kualifikasi yang berketerampilan tinggi. Keluhan seperti ini kemudian merembet pada terbatasnya tenaga kerja yang siap pakai.
Oleh karena itu tidak mengherankan bila kemudian muncul dan meningkat pengangguran terdidik. Keadaan semacam ini juga bisa mengakibatkan munculnya mismatch (ketidaksesuain antara keahlian dengan pekerjaan). Kendati data-data tentang mismatch ini masih sulit sekali diperoleh, namun, diperkirakan hal ini akan mempengaruhi pula produktivitas tenaga kerja . selain juga menyebabkan pemborosan biaya. Disamping dua masalah yang dikemukakan tadi, tentunya masih ada beberapa masalah lain yang terkait. Masalah-masalah ini banyak terkait dengan kualitas manusia yang antara lain meliputi etos kerja, disiplin, daya saing, dan sebagainya. Sebagai contoh, penelitian Ancok dan Faturochman (1989) menemukan bahwa kualitas kekaryaan . merupakan pengembangan dari etos kerja . pada sebagian masyarakat kita masih peru ditingkatkan.
Perubahan Mendasar
Secara garis besar, masalah pokok yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia . yang dihadapi oleh negara kita menjelang tinggal landas (PJPT II) . adalah mengembangkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi dinamika perkembangan dunia yang cepat. Ini berarti tingkat pendidikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia harus terus dikejar, serta menciptakan kesempatan kerja yang mencakup pemanfaatan sumber daya manusia secara maksimal . sumber daya manusia yang memiliki tingkat produktivitas tinggi. Dalam PJPT II diperkirakan akan terjadi perubahan yang besar dan mendasar, karena perubahan kondisi sosio-ekonomik dunia. Perubahan yang mendasar ini mancakup jumlah modal manusia (human capital) dan ketenagakerjaan yang disebabkan oleh perubahan sosial-ekonomi dunia yang cepat. Perubahan yang cepat di bidang ekonomi akan mengakibatkan pergeseran dari pekerjaan sektor pertanian ke sektor jasa dan industri, yang pada gilirannya
akan mempengaruhi struktur ketenagakerjaan. Pada awal Pelita VI nanti diperkirakan pencari kerja Indonesia sekitar 12 juta orang. Apabila pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen, maka cukup banyak tenaga kerja yang terserap. Apalagi bila pertumbuhannya lebih besar. Apabila pertumbuhan ekonomi dibawah 5 persen, tentu keadaannya akan lain.
Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, strategi praktis pengembangan sumber daya manusia adalah tidak semata-mata bertumpu pada permasalahan yang diperikirakan akan terjadi di masa yang akan datang, namun juga harus melihat permasalahan yang belum dapat diatasi sampai saat ini. Sebab, permasalahan yang akan datang mungkin juga merupakan akibat atau akumulasi masalah yang lalu. Pertanyaan besar yang akan timbul sekarang adalah sumber daya manusia yang mana dan bagaimana yang diperlukan, guna
menjawab tantangan permasalahan diatas?
Pemecahan
Untuk menghadapi tantangan perubahan yang besar tersebut tidak ada cara lain bagi bangsa Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara lain dalam penguasaan informasi, teknologi, dan pasar internasional. Cara yang sederhana akan tetapi sukar dan butuh waktu untuk dilakukan adalah mengubah secara mendasar sumber daya manusia Indonesia dengan mengubah potensi yang rendah menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Menjelang era tinggal landas, negara diambang industrialisasi, ada kriteria tertentu yang berkaitan dengan tingkat pendidikan. Mengutip pendapat Noeng
Muhadjir (Tempo, 25: 1992), masyarakatnya harus 100 persen tamat SD, 65 persen tamat SLTA, dan 35 persen berijazah perguruan tinggi, dan dari 35 persen itu sebagian besar di bidang keahlian sains dan teknologi. Untuk mencapai tingkat seperti itu tentu saja kerja keras yang diperlukan. Sebab, sumber daya yang berkualitas tersebut harus mencakup sumber daya manusia yang mampu menyerap informasi dan teknologi maju, serta memiliki etos kerja dan mental bersaing yang sehat. Langkah kemudian adalah menciptakan kesempatan kerja yang sesuai dengan kualitas tersebut. Pendekatan pemecahan masalah pengembangan sumber daya manusia (Hasibuan, 1991) barangkali bisa menjadi salah satu model yang bisa diadopsi. Ada dua alasan mengapa pendekatan pemecahan masalah dalam pengembangan sumber daya manusia diperlukan. Pertama karena kurangnya konsepsi tentang pengembangan sumber daya manusia; dan kedua adalah meningkatnya kebutuhan penyelesaian masalah baik kini maupun masa datang.
Dalam model ini, syarat mutlak yang diperlukan adalah memandang manusia
secara utuh. Manusia adalah pelaku, pelaksana, dan penikmat pembangunan, dengan
menyertakan suasana kebebasan dan keterbukaan sehingga merangsang tumbuhnya entrepreunership. Dengan demikian, para pelaku pembangunan dituntut pertama kali untuk menguasai permasalahan dan kreativitas untuk mencari berbagai alternatif pemecahan. Cara yang diperlukan untuk cara itu adalah penguasaan informasi dan kemampuan memilih informasi tersebut. Disamping tentu saja, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman yang diperoleh dengan salah satu cara, yakni meningkatkan tingkat pendidikan. Penguasaan informasi merupakan aset penting dalam rangka mencari atau mengembangkan alternatif yang sudah dipilih. Atas dasar itu maka dapat dikembangkan sasaran yang hendak dicapai.
3. Pemanfaatan Sumber Tenaga Kerja dan Kompensasi
Program kompensasi karyawan dirancang :
• Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
• Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul
• Mencapai masa dinas yg panjang
Sesuai fungsinya, didalam perusahaan ada
dua macam tenaga kerja :
• Tenaga Eksekutif, mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen
• Tenaga Operatif , tenaga terampil, menguasai pekerjaan, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Ada tiga tenaga terampil ;
**tenaga terampil (skilled labor)
**tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
**tenaga tidak terampil (unskilled labor)
4. Hubungan Perburuhan
Hubungan Perburuhan dalam Pancasila adalah hubungan antara unsur – unsur dalam produksi yaitu buruh, pengusaha dan pemerintah, yang didasarkan pada nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, inti dari pola hubungan perburuhan Pancasila adalah bahwa setiap perselisihan perburuhan yang terjadi harus diupayakan diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.
untuk mencapai mufakat ada tiga asas yang digunakan, yaitu :
1. Asas Partner in Production : buruh dan pengusaha mempunyai kepentingan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan
2. Asas Partner in Profit : Hasil yang dicapai perusahaan itu seharusnya bukan untuk dinikmati oleh pengusaha saja, tetapi harus dinikmati oleh buruh
3. Asas Partner in Responsibility : Buruh dan pengusaha memiliki tanggung jawab untuk bersama – sama meningkatakan hasil produksi.
Untuk megoperasikan hubungan perburuhan tersebut dibuatlah berbagai sarana, agar para buruh dan pengusaha mudah untuk megoperasiakn hubungan perburuhan tersebut. Lembaga tersebut adalah :
1. Lembaga Bipartite / Tripartite : Penyelesaian perselisihan melalui Lembaga Bipartite berarti penyelesaian yang dilaksanakan melalui dua pihak,yaitu Buruh dan Pengusaha (secara intern)
2. Kesepakatan Kerja Bersama (Perjanjian Perburuhan) : Disini para buruh dan pengusaha berusaha mengetahui hak dan kewajiban masing-masing agar mencegah perselesihan dalam mufakat
3. Peradilan Perburuhan : Mempunyai peraturan-peraturan yang harus ditaati sehingga kepastian hokum dapat tercipta dan dapat mengurangi terjadinya perselisiahan dan tindakan mogok
4. Peraturan Perundang – undangan Perburuhan : Melalui peradilan perburuhan, setiap perselisihan yang timbul dapat diselesaikan secara damai
5. Pendidikan Perburuhan : Melalui pendidikan perburuhan, baik pekerja maupun pengusaha sadar akan hak dan kewajibannya, sehingga dengan demikian dapat ditekan sedemikian rupa terhadap terjadinya perselisihan perburuhan
6. Masalah khusus yang harus diperhatikan yaitu masalah upah dan masalah pemogokan : Melalui penanganan / pengaturan masalah pengupahan secara memadai, akan mengurangi timbulnya perselisihan peruruhan yang berkaitan dengan masalah upah
5. Mengapa para pekerja mendirikan serikat pekerja ?
Sebuah serikat buruh atau serikat pekerja adalah sebuah organisasi pekerja yang bersatu untuk mencapai tujuan bersama seperti yang lebih baik kondisi kerja. Serikat buruh, melalui kepemimpinannya, tawar-menawar dengan majikan atas nama anggota serikat (pangkat dan file anggota) dan melakukan negosiasi kontrak kerja ( perjanjian kerja bersama ). Ini mungkin termasuk negosiasi upah , syarat kerja, prosedur pengaduan, aturan yang mengatur perekrutan, pemecatan dan promosi pekerja, manfaat, keselamatan kerja dan kebijakan. Perjanjian dinegosiasikan oleh para pemimpin serikat mengikat anggota peringkat dan file dan majikan dan dalam beberapa kasus pada pekerja non-anggota lainnya.
6. Perserikatan Saat Ini
Ada banyak serikat pekerja dalam berbagai bidang yang berbeda. Serikat pekerja tersebut dan digunakan untuk memungkinkan perlakuan yang sama pekerja.Pengusaha selalu ingin memaksimalkan keuntungan mereka dan mereka mencoba untuk memberikan sedikit untuk mendapatkan yang paling dalam kembali. Untuk alasan seperti inilah mengapa serikat terbentuk. Umumnya bos serikat ditunjuk atau disewa untuk melindungi hak-hak dan hak-hak karyawan.Bos serikat umumnya sangat mewakili demografi pekerja. Pemimpin karyawan perlu tahu apa yang mereka inginkan dan apa yang adil bagi mereka dan ini adalah mengapa ia cenderung merupakan salah satu jenis tenaga kerja, seperti serikat guru.
Selain itu, serikat pekerja dapat menuntut pembebasan setiap karyawan yang tidak dapat membayar iuran yang diperlukan dan biaya, kecuali undang-undang hak-untuk-kerja. Jadi banyak untuk serikat pekerja pada umumnya dengan tatapan untuk tujuan universal. Tak seorang pun membayangkan posisi mereka akan terus hari ini ca didirikan pada keragaman dan kebebasan untuk memilih. Union pejabat perlu mengetahui dan mendapat informasi tentang banyak ekonomi dan sosial faktor yang akan dibawa untuk berdiri pada karyawan yang mencolok sebelum mereka membuat suatu kesimpulan dan. Big perusahaan kecil sama mulai terlihat lebih pada serikat pekerja secara keseluruhan dan bukan individu-individu yang membentuk serikat.
7. Hukum hukum Yang Mengatur Hubungan antar Tenaga Kerja dengan Manajer
Jadi sesungguhnya hukum adalah salah satu norma dalam masyarakat, seperti juga norma agama, kesusilaan dan norma kesopanan. Hanya saja, hukum adalah norma yang lebih tegas daripada norma yang lainnya. Mengapa? Karena hukum mempunyai alat pemaksa yaitu hukuman atau sanksi yang dapat dikenakan dan terasa oleh pelanggar-pelanggarnya. Hukuman-hukuman ini diterapkan oleh lembaga-lembaga penegak hukum seperti pengadilan, kepolisian, dan lain sebagainya. Nah, sekarang tergambarlah sudah, bahwa apabila kita menyebutkan 'hukum', maka hal itu bukan saja berarti sekumpulan kitab-kitab (buku-buku) yang tebal-tebal, tetapi ada juga lembaga-lembaga ataupun orang-orang. Jadi hukum di sini juga berarti:
• Buku-buku yang berisi pasal-pasal mengenai larangan-larangan dan perintah-perintah;
• Lembaga-lembaga penegakkan dan pembentuk hukum, misalnya: DPR Pemerintah, pengadilan, kepolisian, lembaga-lembaga pemasyarakatan, dan lain-lain;
• Manusia penegak hukum, misalnya: masyarakat, hakim, jaksa, penuntut umum, pengacara, dan lain-lain.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
1. Sumber Daya Manusia : Manusia dibedakan dari sumber daya alam hayati lainnya karena manusia memiliki kebudayaan, akal, dan budi yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan. Berbeda dengan sumber daya hayati lainnya, penggunaan sumber daya manusia dibagi dua, yaitu sebagai berikut :
I. Manusia sebagai sumber daya fisik :Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan
II. Manusia sebagai sumber daya mental : Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.
2. Perkembangan Sumber Daya Manusia
Pendidikan dan Ketenagakerjaan
Dimensi sumber daya manusia meliputi jumlah, komposisi, karakteristik(kualitas), dan persebaran penduduk (Effendi, 1991). Dimensi tersebut saling terkait satu dengan yang lainnya. Selain keterkaitan antara kuantitas dan kualitas yang telah disinggung sebelumnya, komposisi dan persebaran juga sangat penting. Bila rasio ketergantungan tinggi, artinya banyak penduduk usia tidak produktif, pengembangan sumber daya manusia juga akan mengalami banyak kesulitan. Demikian pula bila sumber daya manusia yang berkualitas terkonsentrasi di wilayah tertentu. Ada beberapa pendekatan untuk mengembangkan sumber daya manusia . Satu diantaranya adalah pendekatan mutu modal manusia (human capital). Dalam pendekatan human capital, manusia menempati peranan yang amat penting selain modal (uang), sumber alam, dan teknologi dalam proses produksi. Untuk mengembangkan sumber daya manusia, perlu juga diingat bahwa ada beberapa hambatan yang tentu akan dihadapi. Secara garis besar hambatan itu ada dua, hambatan dari dalam dan hambatan dari luar. Akan tetapi menurut perhitungan World Bank, untuk negara berkembang seperti Indonesia, hambat dari dalam lebih besar pengaruhnya. Karena alasan ini pula, maka dalam pembicaraan selanjutnya juga akan banyak dibicarakan tentang .kondisi kita sendiri. Dua hal kiranya bisa menggambarkan keadaan sumber daya manusia Indonesia saat ini disamping hal-hal lain, yaitu pendidikan dan ketenagakerjaan. Pada tahun 1971 hingga 1990, kenaikan proporsi penduduk yang berpendidikan cukup baik. Namun kita sadar bahwa angka yang telah dicapai tersebut belum memuaskan. Disamping masih ada sebagian yang belum mengenyam pendidikan formal, kebanyakan usianya lanjut, proporsi yang pendidikannya rendah cukup besar (Sunarto, 1992). Oleh karena itu bisa dimengerti bila pemerintah dalam waktu dekat ini akan mengenakan wajib sekolah hingga 9 tahun masa belajar (setingkat SLTP). Kenaikan jumlah yang berpendidikan formal ini disertai juga dengan kecenderungan naiknya tingkat pendidikan angkatan kerja. Sekali lagi, kita tidak boleh cepat puas dengan keadaan ini. Disamping perbedaan tempat (desa-kota) dan jenis kelamin yang masih menjadi masalah, angkatan kerja yang tingkat pendidikannya rendah masih menonjol. Kita barangkali sepakat, bahwa dimasa mendatang dibutuhkan lebih banyak lagi tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Belum lengkap rasanya hanya melihat data-data seperti yang telah disajikan diatas. Bagaimana pemanfaatan tenaga kerja kita? Dari tahun ke tahun, tingkat pengangguran di Indonesia menunjukkan angka resmi yang kecil. Hal ini dikarenakan oleh definisi pengangguran yang terlalu .lunak.. Oleh karena itu, para ahli ketenagakerjaan umumnya lebih tertarik melihat proporsi tenaga kerja yang kurang termanfaatkan (underutilization). Tenaga kerja kurang termanfaatkan ini secara operasional didefinisikan sebagai jumlah pengangguran ditambah setengah pengangguran. Dengan melihat proporsi tenaga kerja yang kurang termanfaatkan, maka akan diketahui bahwa produktivitas tenaga kerja masih memprihatinkan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Terbatasnya lapangan kerja adalah salah satu faktor yang sering dijadikan alasan munculnya keadaan seperti itu. Meskipun kenyataan ini harus diakui, ada baiknya tidak semata-mata menyalahkan kurangnya kesempatan kerja ini. Sebab pada kenyataannya sering dijumpai keluhan masih kurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan, terutama tenaga kerja dengan kualifikasi yang berketerampilan tinggi. Keluhan seperti ini kemudian merembet pada terbatasnya tenaga kerja yang siap pakai.
Oleh karena itu tidak mengherankan bila kemudian muncul dan meningkat pengangguran terdidik. Keadaan semacam ini juga bisa mengakibatkan munculnya mismatch (ketidaksesuain antara keahlian dengan pekerjaan). Kendati data-data tentang mismatch ini masih sulit sekali diperoleh, namun, diperkirakan hal ini akan mempengaruhi pula produktivitas tenaga kerja . selain juga menyebabkan pemborosan biaya. Disamping dua masalah yang dikemukakan tadi, tentunya masih ada beberapa masalah lain yang terkait. Masalah-masalah ini banyak terkait dengan kualitas manusia yang antara lain meliputi etos kerja, disiplin, daya saing, dan sebagainya. Sebagai contoh, penelitian Ancok dan Faturochman (1989) menemukan bahwa kualitas kekaryaan . merupakan pengembangan dari etos kerja . pada sebagian masyarakat kita masih peru ditingkatkan.
Perubahan Mendasar
Secara garis besar, masalah pokok yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia . yang dihadapi oleh negara kita menjelang tinggal landas (PJPT II) . adalah mengembangkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi dinamika perkembangan dunia yang cepat. Ini berarti tingkat pendidikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia harus terus dikejar, serta menciptakan kesempatan kerja yang mencakup pemanfaatan sumber daya manusia secara maksimal . sumber daya manusia yang memiliki tingkat produktivitas tinggi. Dalam PJPT II diperkirakan akan terjadi perubahan yang besar dan mendasar, karena perubahan kondisi sosio-ekonomik dunia. Perubahan yang mendasar ini mancakup jumlah modal manusia (human capital) dan ketenagakerjaan yang disebabkan oleh perubahan sosial-ekonomi dunia yang cepat. Perubahan yang cepat di bidang ekonomi akan mengakibatkan pergeseran dari pekerjaan sektor pertanian ke sektor jasa dan industri, yang pada gilirannya
akan mempengaruhi struktur ketenagakerjaan. Pada awal Pelita VI nanti diperkirakan pencari kerja Indonesia sekitar 12 juta orang. Apabila pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen, maka cukup banyak tenaga kerja yang terserap. Apalagi bila pertumbuhannya lebih besar. Apabila pertumbuhan ekonomi dibawah 5 persen, tentu keadaannya akan lain.
Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, strategi praktis pengembangan sumber daya manusia adalah tidak semata-mata bertumpu pada permasalahan yang diperikirakan akan terjadi di masa yang akan datang, namun juga harus melihat permasalahan yang belum dapat diatasi sampai saat ini. Sebab, permasalahan yang akan datang mungkin juga merupakan akibat atau akumulasi masalah yang lalu. Pertanyaan besar yang akan timbul sekarang adalah sumber daya manusia yang mana dan bagaimana yang diperlukan, guna
menjawab tantangan permasalahan diatas?
Pemecahan
Untuk menghadapi tantangan perubahan yang besar tersebut tidak ada cara lain bagi bangsa Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara lain dalam penguasaan informasi, teknologi, dan pasar internasional. Cara yang sederhana akan tetapi sukar dan butuh waktu untuk dilakukan adalah mengubah secara mendasar sumber daya manusia Indonesia dengan mengubah potensi yang rendah menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Menjelang era tinggal landas, negara diambang industrialisasi, ada kriteria tertentu yang berkaitan dengan tingkat pendidikan. Mengutip pendapat Noeng
Muhadjir (Tempo, 25: 1992), masyarakatnya harus 100 persen tamat SD, 65 persen tamat SLTA, dan 35 persen berijazah perguruan tinggi, dan dari 35 persen itu sebagian besar di bidang keahlian sains dan teknologi. Untuk mencapai tingkat seperti itu tentu saja kerja keras yang diperlukan. Sebab, sumber daya yang berkualitas tersebut harus mencakup sumber daya manusia yang mampu menyerap informasi dan teknologi maju, serta memiliki etos kerja dan mental bersaing yang sehat. Langkah kemudian adalah menciptakan kesempatan kerja yang sesuai dengan kualitas tersebut. Pendekatan pemecahan masalah pengembangan sumber daya manusia (Hasibuan, 1991) barangkali bisa menjadi salah satu model yang bisa diadopsi. Ada dua alasan mengapa pendekatan pemecahan masalah dalam pengembangan sumber daya manusia diperlukan. Pertama karena kurangnya konsepsi tentang pengembangan sumber daya manusia; dan kedua adalah meningkatnya kebutuhan penyelesaian masalah baik kini maupun masa datang.
Dalam model ini, syarat mutlak yang diperlukan adalah memandang manusia
secara utuh. Manusia adalah pelaku, pelaksana, dan penikmat pembangunan, dengan
menyertakan suasana kebebasan dan keterbukaan sehingga merangsang tumbuhnya entrepreunership. Dengan demikian, para pelaku pembangunan dituntut pertama kali untuk menguasai permasalahan dan kreativitas untuk mencari berbagai alternatif pemecahan. Cara yang diperlukan untuk cara itu adalah penguasaan informasi dan kemampuan memilih informasi tersebut. Disamping tentu saja, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman yang diperoleh dengan salah satu cara, yakni meningkatkan tingkat pendidikan. Penguasaan informasi merupakan aset penting dalam rangka mencari atau mengembangkan alternatif yang sudah dipilih. Atas dasar itu maka dapat dikembangkan sasaran yang hendak dicapai.
3. Pemanfaatan Sumber Tenaga Kerja dan Kompensasi
Program kompensasi karyawan dirancang :
• Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
• Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul
• Mencapai masa dinas yg panjang
Sesuai fungsinya, didalam perusahaan ada
dua macam tenaga kerja :
• Tenaga Eksekutif, mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen
• Tenaga Operatif , tenaga terampil, menguasai pekerjaan, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Ada tiga tenaga terampil ;
**tenaga terampil (skilled labor)
**tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
**tenaga tidak terampil (unskilled labor)
4. Hubungan Perburuhan
Hubungan Perburuhan dalam Pancasila adalah hubungan antara unsur – unsur dalam produksi yaitu buruh, pengusaha dan pemerintah, yang didasarkan pada nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, inti dari pola hubungan perburuhan Pancasila adalah bahwa setiap perselisihan perburuhan yang terjadi harus diupayakan diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.
untuk mencapai mufakat ada tiga asas yang digunakan, yaitu :
1. Asas Partner in Production : buruh dan pengusaha mempunyai kepentingan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan
2. Asas Partner in Profit : Hasil yang dicapai perusahaan itu seharusnya bukan untuk dinikmati oleh pengusaha saja, tetapi harus dinikmati oleh buruh
3. Asas Partner in Responsibility : Buruh dan pengusaha memiliki tanggung jawab untuk bersama – sama meningkatakan hasil produksi.
Untuk megoperasikan hubungan perburuhan tersebut dibuatlah berbagai sarana, agar para buruh dan pengusaha mudah untuk megoperasiakn hubungan perburuhan tersebut. Lembaga tersebut adalah :
1. Lembaga Bipartite / Tripartite : Penyelesaian perselisihan melalui Lembaga Bipartite berarti penyelesaian yang dilaksanakan melalui dua pihak,yaitu Buruh dan Pengusaha (secara intern)
2. Kesepakatan Kerja Bersama (Perjanjian Perburuhan) : Disini para buruh dan pengusaha berusaha mengetahui hak dan kewajiban masing-masing agar mencegah perselesihan dalam mufakat
3. Peradilan Perburuhan : Mempunyai peraturan-peraturan yang harus ditaati sehingga kepastian hokum dapat tercipta dan dapat mengurangi terjadinya perselisiahan dan tindakan mogok
4. Peraturan Perundang – undangan Perburuhan : Melalui peradilan perburuhan, setiap perselisihan yang timbul dapat diselesaikan secara damai
5. Pendidikan Perburuhan : Melalui pendidikan perburuhan, baik pekerja maupun pengusaha sadar akan hak dan kewajibannya, sehingga dengan demikian dapat ditekan sedemikian rupa terhadap terjadinya perselisihan perburuhan
6. Masalah khusus yang harus diperhatikan yaitu masalah upah dan masalah pemogokan : Melalui penanganan / pengaturan masalah pengupahan secara memadai, akan mengurangi timbulnya perselisihan peruruhan yang berkaitan dengan masalah upah
5. Mengapa para pekerja mendirikan serikat pekerja ?
Sebuah serikat buruh atau serikat pekerja adalah sebuah organisasi pekerja yang bersatu untuk mencapai tujuan bersama seperti yang lebih baik kondisi kerja. Serikat buruh, melalui kepemimpinannya, tawar-menawar dengan majikan atas nama anggota serikat (pangkat dan file anggota) dan melakukan negosiasi kontrak kerja ( perjanjian kerja bersama ). Ini mungkin termasuk negosiasi upah , syarat kerja, prosedur pengaduan, aturan yang mengatur perekrutan, pemecatan dan promosi pekerja, manfaat, keselamatan kerja dan kebijakan. Perjanjian dinegosiasikan oleh para pemimpin serikat mengikat anggota peringkat dan file dan majikan dan dalam beberapa kasus pada pekerja non-anggota lainnya.
6. Perserikatan Saat Ini
Ada banyak serikat pekerja dalam berbagai bidang yang berbeda. Serikat pekerja tersebut dan digunakan untuk memungkinkan perlakuan yang sama pekerja.Pengusaha selalu ingin memaksimalkan keuntungan mereka dan mereka mencoba untuk memberikan sedikit untuk mendapatkan yang paling dalam kembali. Untuk alasan seperti inilah mengapa serikat terbentuk. Umumnya bos serikat ditunjuk atau disewa untuk melindungi hak-hak dan hak-hak karyawan.Bos serikat umumnya sangat mewakili demografi pekerja. Pemimpin karyawan perlu tahu apa yang mereka inginkan dan apa yang adil bagi mereka dan ini adalah mengapa ia cenderung merupakan salah satu jenis tenaga kerja, seperti serikat guru.
Selain itu, serikat pekerja dapat menuntut pembebasan setiap karyawan yang tidak dapat membayar iuran yang diperlukan dan biaya, kecuali undang-undang hak-untuk-kerja. Jadi banyak untuk serikat pekerja pada umumnya dengan tatapan untuk tujuan universal. Tak seorang pun membayangkan posisi mereka akan terus hari ini ca didirikan pada keragaman dan kebebasan untuk memilih. Union pejabat perlu mengetahui dan mendapat informasi tentang banyak ekonomi dan sosial faktor yang akan dibawa untuk berdiri pada karyawan yang mencolok sebelum mereka membuat suatu kesimpulan dan. Big perusahaan kecil sama mulai terlihat lebih pada serikat pekerja secara keseluruhan dan bukan individu-individu yang membentuk serikat.
7. Hukum hukum Yang Mengatur Hubungan antar Tenaga Kerja dengan Manajer
Jadi sesungguhnya hukum adalah salah satu norma dalam masyarakat, seperti juga norma agama, kesusilaan dan norma kesopanan. Hanya saja, hukum adalah norma yang lebih tegas daripada norma yang lainnya. Mengapa? Karena hukum mempunyai alat pemaksa yaitu hukuman atau sanksi yang dapat dikenakan dan terasa oleh pelanggar-pelanggarnya. Hukuman-hukuman ini diterapkan oleh lembaga-lembaga penegak hukum seperti pengadilan, kepolisian, dan lain sebagainya. Nah, sekarang tergambarlah sudah, bahwa apabila kita menyebutkan 'hukum', maka hal itu bukan saja berarti sekumpulan kitab-kitab (buku-buku) yang tebal-tebal, tetapi ada juga lembaga-lembaga ataupun orang-orang. Jadi hukum di sini juga berarti:
• Buku-buku yang berisi pasal-pasal mengenai larangan-larangan dan perintah-perintah;
• Lembaga-lembaga penegakkan dan pembentuk hukum, misalnya: DPR Pemerintah, pengadilan, kepolisian, lembaga-lembaga pemasyarakatan, dan lain-lain;
• Manusia penegak hukum, misalnya: masyarakat, hakim, jaksa, penuntut umum, pengacara, dan lain-lain.
Manajemen keuangan perusahaan
Pertemuan 9
MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN
1. Peran dan tanggung jawab manajer keuangan
• Pengangaran Modal
Dalam sebuah perusahaan sering kali para manajer dihadapkan dengan keputusan keputusan untuk investasi jangka panjang . Keputusan keputusan seperti apakah perusahaan harus mengganti peralatan yang sudah habis masa pakainya ? atau harus meningkatkan output dri produk berjalan ?.Keputusan keputusan itu disebut dengan keputusan penganggaran modal ( capital budgeting ) .
Keputusan keputusan penganggaran modal dihadapi oleh para manajer dalam semua jenis organisasi , termasuk organisasi – organisasi keagamaan,pelayanan kesehatan , dan instansi pemerintah . Terdapat banyak model model keputusan yang berbeda – beda yang digunakan bagi penganggaran modal . Dalam bab ini kita sebagian besar akan membahas fungsi pemecahan maslah dari para akuntan , selain itu akan dibandingkan pula kegunaan dan batasan – batasan berbagai model penganggaran modal dengan titik berat utama pada analisa biaya relavan .
Pengangaran modal atau capital budgeting timbul untuk menguraikan perencanaan jangka panjang untuk melakukan dan membiayai pengeluaran – pengeluaran proyek – proyek atau program – program yang mempengaruhi hasil – hasil keuangan lebih dari satu tahun .
Masalah – masalah penganggaran modal mempengaruhi hampir semua organisasi . Misalnya , keputusan keputusan mengenai lokasi rumah sakit , ukuran , serta peralatannya biasanya sangat menentukan karena besarnya segi keuangan yang dipertaruhkan dan tidak jelasnya perkembangan dimasa yang akan datang , terutama di bidang teknologi . Karena banyaknya faktor yang tidak dapat diketahui jumlahnya , organisasi yang dikelola dengan baik cenderung akan mengumpulkan dan mengukur faktor – faktor yang dapat diketahui sebanyak mungkin sebelum mengambil keputusan . Selain itu karena perusahaan atau organisasi memiliki sumber – sumber terbatas , mereka harus mengadakan pilihan diantara berbagai investasi . Jadi harus dibentuk suatu dasar bagi perbandingan .
Ada dua aspek kunci dari pembuatan anggaran modal , keputusan mengenai investasi dan keputusan mengenai pembiayaan .
Keputusan investasi memusatkan pada apakah akan membeli suatu aktiva , suatu proyek sebuah perusahaan , suatu jenis produk ( product line ) dan sebagainya .
Keputusan pembiayaan atau pembelanjaan ( financing decisions ) memusatkan pada apakah akan menghimpun dana yang diperlukan itu lewat suatu bentuk hutang atau ekuitas ( saham ) atau bahkan kedua duanya .
Kedua hal tersebut tergantung pada resiko atau tingkat variabilitas dari tingkat hasil yang mungkin diperoleh dan alternatif – alternatif yang tersedia . Selain itu perlu pula memperhatikan tingkat minimum yang diinginkan tidaklah terpengaruh oleh apakah proyek khusus itu dibiayai seluruhnya oleh hutang , seluruhnya dengan modal kepemilikan atau seluruhnya dengan keduanya , yaitu hutang dan modal kepemilikan . Jadi biaya modal bukanlah merupakan biaya bunga atau interest expense atas uang dipinjam .
Sebagai jawaban atas masalah ini telah timbul banyak model keputusan , termasuk model – model arus dana yang didiskonto ( discounted cash flow ),pengembalian ( payback),dan akuntansi akrual ( accrual accounting ).Modal DCF kini semakin populer dan secara konseptual lebih menarik daripada kedua model yang lain .
• Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif
Tersedia berbagai cara penggolongan usulan investasi dalam aktiva tetap . Diantaranya adalah :
** Investasi Penggantian : Pada umumnya , keputusan mengenai investasi penggatian adalah yang paling sedrhana . Dalam hal ini suatu aktiva yang sudah aus ( wear out ) atau usang ( obsolete ) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan .
** Investasi Penambahan Kapasitas : Misalnya usulan penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru . Investasi ini sering juga bersifat investasi penggantian , contohnya mesin yang sudah tua dan tidak efisien akan diganti dengan mesin baru yang lebih besar kapasitasnya dan lebih efisien .
** Investasi Penambahan Jenis Produk Baru : Investasi ini mempunya tingkat kepastian yang besar karena menyangkut produk baru disamping produk yang telah diproduksi .
** Investasi Lain – lain : Investasi yang termasuk dalam golongan ini adalah usulan investasi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas , misalnya investasi untuk pemasangan alat pemuas ( heater ) , alat pendingin ( air conditioner ) dan lain – lain .
• Metode penilaian investasi
Ø Metode periode pengembalian
Periode pengembalian – payback period
o Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut
o Rumus periode pengembalian jika arus per tahun jumlahnya berbeda
Periode pengambalian :
a – b
= n + ___ x 1 tahun
c – b
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
C = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
o Rumus periode pengembalian jika arus per tahun jumlahnya sama
a-b
= n + ___ x 1 tahun
c – b
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas
masih belum bisa menutup investasi mula-mula
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
C = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
Ø Metode nilai sekarang bersih
Metode nilai sekarang bersih – net present value – NPV
Adalah nilai sekarang dari arus kas bersih di masa mendatang yang didiskontokan terhadap biaya modal marjinal.
o Menggunakan pertimbangan bahwa nilai uang sekarang lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai uang pada waktu mendatang, karena adanya faktor bunga
o Arus kas yang digunakan arus kas yang telah didiskontokan atas dasar biaya modal perusahaan atau tingkat pengembalian yang disyaratkan atau tingkat suku bunga .
Dasar pemikiran dari metode NPV :
1. Bila NPV sebesar nol, kekayaan pemegang saham tidak berubah, perusahaan makin besar karena penambahan investasi, tetapi nilai saham perusahaan konstan.
2. Bila NPV positif, kekayaan pemegang saham akan bertambah.
Untuk menghitung diskonto (discount rate / discount factor) dalam tabel, dapat juga dilakukan dengan menggunakan kalkulator biasa.
Contohnya: Discount factor 10%.
Tahap 1 : Tekan angka 1
Tahap 2 : Tekan bagi (:)
Tahap 3 : Tekan 1,1 untuk df= 10%, bila df 19%= 1,19
Tahap 4 : Kakau df 10%, tekan tanda “sama dengan” (=) keluar angka 0.909 dst, untuk tahun pertama dari proyek.
Tahap 5 :dstnya : tekan (=), keluar angka 0,826, untuk tahun ke 2, ke 3 = 0,751 dari proyek dan seterusnya
Ø Metode indeks profitabilitas
Adalah tehnik penilaian investasi yang hampir sama dengan NPV, artinya apabila suatu proyek investasi diterima dengan menggunakan metode NPV maka akan diterima pula dengan Profitability Index (PI).
PI = Total PV Proceed
Initial Outlays
Initial outlays = Investasi.
Kalau PI > Investasi, proyek diterima
Ø Metode internal rate of return – IRR
Tingkat laba intern telah di definisikan sebagai tingkat diskon yang membuat NPV dari sebuah proyek sama dengan nol . Atau didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang membuat nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan dari sebuah proyek sama dengan nilai sekarang aliran kas keluar yang diharapkan , termasuk investasi dalam proyek itu .
Adalah tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang (PV) dan arus kas masuk proyek dengan nilai sekarang dari biaya proyek / investasi.
Nilai IRR dapat diperoleh dengan cara.
**PV arus kas masuk = PB biaya Investasi.
**PV arus kas masuk - PV biaya Investasi = 0
Dimana:
P1 = discount rate dengan nilai PV1 (sudah dicari pada NPV)
P2 = discount rate atau lebih tinggi dari p1dengan nilai PV2
dengan nilai lebih rendah dari nilai investasi
Cara untuk menghitung rumus IRR ini dapat dilakukan :
1. Secara coba-coba
2. Secara interpolasi
3. Prosedur matematik
4. Kalkulator atau komputer keuangan
repository.binus.ac.id/content/F0274/F027421297.ppt - Mirip
Ø Metode modified internal of return – MIRR
Adalah tingkat diskonto yang mengakibatkan nilai sekarang dan biaya proyek sama dengan nilai sekarang dari nilai akhirnya (Terminal Value= TV), dimana nilai proyek adalah ”nilai masa mendatang” dari kas masuk yang dimajemukkan terhadap biaya modal perusahaan.
Pada proyek-proyek mutually ekslusive, dengan ukuran yang berbeda, proyek dengan MIRR yang terbesar yang dipilih. MIRR lebih baik dari IRR sebagai indikator dari tingkat pengembalian proyek yang sebenarnya, namun NPV mesti tetap merupakan metode terbaik.
• Arus kas masuk
Perhitungan Aliran Kas Masuk Operasional.
* Pendapatan
-- Biaya (tidak termasuk penyusutan)
-- Laba sebelum penyusutan dan pajak (Earning before
Depreciation Interest and Tax = EBDIT).
-- Penyusutan
-- Laba sebelum pajak (EBIT)
-- Laba bersih sesuah pajak (EAT)
+ Penyusutan
= Aliran kas masuk Operasional.
Atau Aliran Kas masuk (NCF) = EAT + Depreciation
• Metode Average Rate of return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatuinvestasi. Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan totalaverage invesment. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka inikemudian diperbandingkan tingkat keuntungan yang disyaratkan, maka proyekdikatakan menguntungkan, apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yangdisyaratkan proyek ditolak.
Metode ini disebut juga Akuntansi Rate of Return Metode. Metode ini didasarkan pada informasi akuntansi daripada arus kas. Ada berbagai cara untuk menghitung rata Rate of Return. Hal ini dapat dihitung sebagai: -
Tahunan rata-rata Laba Setelah Pajak
ARR = __________________________________ x 100
Rata-rata Investasi
Jumlah laba setelah pajak sepanjang tahun
Rata-rata Laba Tahunan = __________________________________
No Dari tahun
Original + Nilai Investasi Salvage
Rata-rata Investasi = ________________________________
2
Atau asli Investasi - Nilai Salvage
_________________________ + Salvage Nilai
2
Jika bekerja Modal juga diperlukan di awal tahun proyek, investasi rata-rata akan = Modal kerja bersih + Nilai sisa + ½ (biaya awal Mesin-Salvage Value).
Dalam metode lain daripada biaya investasi rata-rata asli digunakan.
Dalam metode ini, untuk mengevaluasi proyek semua proyek yang diterima rata-rata tingkat pengembalian lebih tinggi dari suku yang telah ditetapkan. Dengan demikian, proyek ini diberikan lebih signifikan di mana tingkat pengembalian rata-rata adalah yang tertinggi.
• Metode masa pengembalian investasi
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Karena itu satuanhasilnya bukan persentase, tapi satuan waktu. Kalau priode payback ini lebih pendekdaripada yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalaulebih lama proyek ditolak.
pengembalian adalah metode lain untuk mengevaluasi suatu proyek investasi. Metode Paybackberfokus pada payback period. Payback period adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sebuah proyek untuk menutup biaya awal dari penerimaan kas yang dihasilkannya. Periode ini adalah beberapa kali disebut sebagai metode pengembalian adalah bahwa lebih cepat biaya dari sebuah investasi dapat pulih "waktu itu untuk mengambil investasi untuk membayar sendiri."dasar Premis, semakin diinginkan adalah investasi . Payback period dinyatakan dalam tahun.Ketika masuk kas bersih tahunan setiap tahun yang sama, rumus berikut dapat digunakan untuk menghitung payback period.
Formula / Persamaan:
Rumus atau persamaan untuk perhitungan payback period adalah sebagai berikut:
Payback period = Investasi yang dibutuhkan / masuk bersih kas tahunan *
* Jika peralatan yang baru mengganti peralatan yang lama, ini menjadi tahunan kas masuk bersih inkremental.Untuk menggambarkan metode payback, pertimbangkan contoh berikut:
Contoh:
York kebutuhan perusahaan mesin penggilingan baru. Perusahaan ini mempertimbangkan dua mesin. Mesin A dan mesin B. Mesin A biaya $ 15.000 dan akan mengurangi biaya operasi sebesar $ 5.000 per tahun. Mesin B biaya hanya $ 12.000 tetapi juga akan mengurangi biaya operasional sebesar $ 5.000 per tahun.
Diperlukan:
• Hitung periode payback.
• Mesin yang harus dibeli sesuai dengan metode payback?
Perhitungan:
Sebuah mesin payback period = $ 15.000 / $ 5.000 = 3,0 tahun
Mesin B payback period = $ 12.000 / $ 5.000 = 2,4 tahun
Menurut perhitungan payback, perusahaan York harus membeli mesin B, karena memiliki waktu pengembalian pendek dari mesin A.
• Metode net present value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarangpenerimaan-penerimaan kas bersih (oprasional maupun terminal cash flow) dimasayang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebihdahulu tingkat bunga yang dianggap relevan. Apa bila nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang lebih besar daripada nilai sekaranginvestasi, mak proyek ini dikatakan menguntungkan sehinnga diterima. Sedangkanapabila nilainya kecil (NPV negatif), proyek ditolak karena tidak menguntungka
Formula
Setiap arus kas masuk / keluar yang didiskontokan ke nilai sekarang (PV). Kemudian mereka dijumlahkan. Oleh karena NPV adalah jumlah dari semua persyaratan,
t - waktu arus kas
i - dengan tingkat diskonto (dengan tingkat pengembalian yang dapat diperoleh dari investasi di pasar keuangan dengan risiko yang sama.)
R t - aliran kas bersih (jumlah uang tunai, masuk minus outflow) pada waktu t.
Untuk tujuan pendidikan, R 0 biasanya ditempatkan di sebelah kiri dari jumlah menekankan perannya sebagai (minus) investasi.
Hasil dari rumus ini jika dikalikan dengan kas bersih tahunan di-arus dan dikurangi dengan pengeluaran kas awal akan nilai tunai tetapi dalam kasus di mana arus kas tidak sama dalam jumlah maka formula sebelumnya akan digunakan untuk menentukan nilai kini setiap arus kas terpisah. Setiap arus kas dalam waktu 12 bulan tidak akan diskon untuk tujuan NPV.
• Metode Profitability index
Profitability Index Definisi : metode indeks Profitabilitas mengukur nilai kini kewajiban manfaat untuk setiap investasi dolar.
Formula
Profitability Index = (PV arus kas masa depan) investasi awal ÷
Atau = ( NPV investasi) Investasi awal awal ÷ +
Perhitungan Profitability Index
Contoh: sebuah perusahaan menginvestasikan $ 20.000 untuk proyek dan NPV yang diharapkan dari proyek itu adalah $ 5.000.
Profitability Index = (20.000 + 5.000) / 20.000 = 1,25
Itu berarti perusahaan harus melaksanakan proyek investasi karena indeks profitabilitas lebih besar dari 1.
Aplikasi
Profitabilitas Indeks terutama digunakan sebagai alat untuk peringkat proyek. Semakin tinggi nilai indeks profitabilitas, daya tarik lebih dari sebuah proyek yang diusulkan. Untuk proyek tunggal, profitabilitas indeks nilai 1 atau lebih dapat diterima. Jika proyek memiliki indeks profitabilitas (> 1), maka perusahaan harus melaksanakan proyek tersebut. Namun jika proyek memiliki indeks profitabilitas (<1),> 1, NPV positif. Jika profitabilitas indeks <1,>
• Metode internal rate of return
Definisi dan Penjelasan:
Tingkat pengembalian internal (IRR) adalah tingkat pengembalian yang dijanjikan oleh sebuah proyek investasi selama masa manfaatnya. Ini adalah beberapa waktu disebut hanya sebagai hasil proyek. Tingkat pengembalian internal dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang dapat menyamakan nilai sekarang dari proyek kas keluar arus dengan nilai sekarang dari aliran kas Dengan kata lain, tingkat pengembalian internal yang tingkat diskonto yang akan menyebabkan net present Nilai proyek yang akan sama dengan nol.
Contoh:
Sebuah sekolah sedang mempertimbangkan pembelian mesin pemotong rumput-ditarik traktor besar. Saat ini, rumput tersebut akan dipindahkan menggunakan tangan kecil mendorong mesin pemotong gas. Yang menarik mesin pemotong traktor besar akan biaya $ 16.950 dan akan memiliki masa manfaat 10 tahun. Ini akan hanya memiliki nilai memo diabaikan, yang dapat diabaikan. Traktor-mesin pemotong menarik akan melakukan pekerjaan jauh lebih cepat daripada mesin pemotong tua dan akan menghasilkan penghematan tenaga kerja sebesar $ 3.000 per tahun.
Untuk menghitung tingkat pengembalian internal yang dijanjikan oleh mesin pemotong rumput baru, kami harus mencari tingkat diskonto yang akan menyebabkan nilai kini baru proyek menjadi nol. Bagaimana kita melakukan ini?
Dan paling langsung pendekatan sederhana ketika arus kas bersih adalah setiap tahun yang sama adalah untuk membagi investasi dalam proyek oleh kas masuk bersih tahunan yang diharapkan. perhitungan ini akan menghasilkan faktor dari mana tingkat pengembalian internal dapat ditentukan.
Rumus atau persamaan adalah sebagai berikut:
[Faktor tingkat pengembalian internal = Investasi yang dibutuhkan / kas bersih masuk tahunan] (1)
Faktor yang berasal dari rumus (1) kemudian terletak di tabel nilai kini untuk melihat apa tingkat pengembalian yang diwakilinya. Menggunakan rumus (1) dan data untuk proyek yang diusulkan sekolah, kita mendapatkan:
Investasi yang dibutuhkan / kas bersih masuk tahunan
= $ 16.950 / $ 3000
= 5,650
Dengan demikian, faktor diskon yang akan menyamakan serangkaian aliran kas 3.000 $ dengan investasi kini $ 16.950. Sekarang kita perlu menemukan faktor dalam tabel untuk melihat apa tingkat pengembalian yang diwakilinya. Kami akan menggunakan periode-baris 10 pada tabel karena arus kas untuk proyek berlanjut selama 10 tahun. Jika kita memindai sepanjang periode-baris 10, kita menemukan bahwa faktor 5,650 merupakan 12% tingkat pengembalian. (Lihat Future Value dan Present Value Tabel halaman - Tabel 4) Kita dapat memeriksa ini dengan menghitung net present nilai proyek adalah dengan menggunakan tingkat diskonto 12%.
2.Perencanaan Keuangan
• Mengapa perusahaan membutuhkan dana ?
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi , karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha . Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :
** Pengeluaran jangka pendek ( short team / operating xpenditures ) : Adalah pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari – hari . Pengeluaran jangka pendek meliputi dana yang ditanamkan dalam persediaan ( baik persediaan bahan baku , barang dalam proses maupun barang jadi ) , pengeluaran untuk pembayaran upah dan gaji karyawan serta biaya operasi lainnya .
** Pengeluaran jangka panjang ( Long team / Capital xpenditures ) : Sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pengeluaran operasionalnya , perusahaan juga membutuhkan dana untuk membiayai pengeluaran aktiva tetap . Aktiva tetap adalah aktiva yang memiliki nilai dan masa pemakainya panjang . Sebagai contoh aktiva tetap adalah investasi tanah , gedung dan pembelian mesin mesin .
• Pembiayaan Perusahaan
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluran jangka pendek maupun panjang , perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya mengahasilkan laba , tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya .
a. Sumber Dana Jangka Pendek
Sumber dana jangka pendek meliputi :
**Trade Credit ( utang dagang ) : Utang dagang disamping dapat merupakan pengeluaran , dapat pula berfungsi sebagai sumber dana bagi perusahaan barang telah dapat diterima tetapi pembayarannya diserahkan kemudian . Pemberian kredit dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya merupakan pinjaman jangka pendek bagi perusahaan .
**Pinjaman Bank Jangka Pendek Dengan Jaminan ( Scured Short Term ) : Pinjaman bank merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting . Pinjaman tersebut hampir selalu menyertakan suatu surat perjanjian utang yang disebut promissory notes yang menyatakan kesanggupan perusahaan untuk membayar pinjaman serta bunga yang telah disepakati . Dalam jenis pinjaman ini bank juga mensyaratkan adanya jaminan ( koleteral ) yang memberikan hak pada bank untuk menyita jaminan tersebut bilaman pinjaman tidak dapat dilunasi .
**Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan ( Unsecured Short Term Loan ) : Pinjaman ini merupakan sumber dana jangka pendek yang penting bagi perusahaan . dengan jenis pinjaman ini , perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan kepada bank .Tetapi biasanya bank mensyaratkan peminjam untuk tetap mengendap dibank .
**Letter Of Credit : Adalah janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membyar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju ( penjual ) bila sejumlah kondisi telah terpenuhi .
**Commercial Paper : Adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh perusahaan besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya . Ini diterbitkan untuk jangka waktu tertentu ( 30 , 60 , 270 , atau 360 hari ). Syrat berharga ini dijual kepada lembaga keuangan atau perusahaan lain dengan harga yang lebih rendah dari nominalnya dan pada akhir periode , surat berharga ini dibeli kembali oleh perusahaan sebesar nominalnya .
**Factoring : Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cepat melaluifactoring yaitu dengan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan faktor ( perusahaan pembeli piutang ) yang biasanya adalah lembaga keuangan.
b. Sumber – Sumber Dana Jangka Panjang
Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana jangka panjang untuk memenuhi pengeluaran jangka panjangnya , seperti pembelian aktiva tetap . Agar biasa memulai usahanya perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan peralatan . Pencarian dana jangka panjang diperoleh dari :
^^Pembiayaan Melalui Utang :
**Utang Jangka Panjang : Alternative pinjaman jangka panjang lebih disukai daripada obligasi karena pilihan ini tidak mensyaratkan adanya keterbukaan informasi keuangan perusahaan kepada public . Sedangkan kelemahannya : adanya kebutuhan dana jangka yang besar menyebabkan sulit terpenuhi oleh lembaga keuangan yang ada ( keterbatasan kemampuan lembaga keuangan untuk memasok dana dalam jumlah besar ).
**Obligasi Perusahaan : Adalah surat berharga yang diterbitkan perusahaan , yang menyatakan kesanggupan membayar sejumlah uang tertentu kepada pemegang surat berharga pada waktu tertentu . Selama waktu kontrak atau masa berlakunya obligasi , perusahaan penerbit harus membayar bunga per priode .
^^Pembiayaan Dengan Modal Sendiri ( Equity Financing )
**Saham Biasa : Adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan . Saham biasa adlah surat berharga yang memberikan hak suara kepada pemilik serta merupakan penerima hak terakhir atas asset perusahaan setelah pemegang obligasi dan saham preferen . Saham preferen adalah saham yang menjamin pembayaran deviden tetap kepada pemilik tanpa hak suara . Pemegang saham preferen merupakan penerima hak yang lebih dahulu atas asset daripada pemegang saham biasa . Deviden adalah bagian laba yang dibagikan kepada para pemegang saham , baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen .
**Laba Ditahan : Alternative lain untuk pembiayaan modal sendiri adalah laba ditahan , yakni bagian laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham . Dengan menggunakan laba ditahan berarti perusahaan tidak perlu meminjam uang dan membayar bunga .
MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN
1. Peran dan tanggung jawab manajer keuangan
• Pengangaran Modal
Dalam sebuah perusahaan sering kali para manajer dihadapkan dengan keputusan keputusan untuk investasi jangka panjang . Keputusan keputusan seperti apakah perusahaan harus mengganti peralatan yang sudah habis masa pakainya ? atau harus meningkatkan output dri produk berjalan ?.Keputusan keputusan itu disebut dengan keputusan penganggaran modal ( capital budgeting ) .
Keputusan keputusan penganggaran modal dihadapi oleh para manajer dalam semua jenis organisasi , termasuk organisasi – organisasi keagamaan,pelayanan kesehatan , dan instansi pemerintah . Terdapat banyak model model keputusan yang berbeda – beda yang digunakan bagi penganggaran modal . Dalam bab ini kita sebagian besar akan membahas fungsi pemecahan maslah dari para akuntan , selain itu akan dibandingkan pula kegunaan dan batasan – batasan berbagai model penganggaran modal dengan titik berat utama pada analisa biaya relavan .
Pengangaran modal atau capital budgeting timbul untuk menguraikan perencanaan jangka panjang untuk melakukan dan membiayai pengeluaran – pengeluaran proyek – proyek atau program – program yang mempengaruhi hasil – hasil keuangan lebih dari satu tahun .
Masalah – masalah penganggaran modal mempengaruhi hampir semua organisasi . Misalnya , keputusan keputusan mengenai lokasi rumah sakit , ukuran , serta peralatannya biasanya sangat menentukan karena besarnya segi keuangan yang dipertaruhkan dan tidak jelasnya perkembangan dimasa yang akan datang , terutama di bidang teknologi . Karena banyaknya faktor yang tidak dapat diketahui jumlahnya , organisasi yang dikelola dengan baik cenderung akan mengumpulkan dan mengukur faktor – faktor yang dapat diketahui sebanyak mungkin sebelum mengambil keputusan . Selain itu karena perusahaan atau organisasi memiliki sumber – sumber terbatas , mereka harus mengadakan pilihan diantara berbagai investasi . Jadi harus dibentuk suatu dasar bagi perbandingan .
Ada dua aspek kunci dari pembuatan anggaran modal , keputusan mengenai investasi dan keputusan mengenai pembiayaan .
Keputusan investasi memusatkan pada apakah akan membeli suatu aktiva , suatu proyek sebuah perusahaan , suatu jenis produk ( product line ) dan sebagainya .
Keputusan pembiayaan atau pembelanjaan ( financing decisions ) memusatkan pada apakah akan menghimpun dana yang diperlukan itu lewat suatu bentuk hutang atau ekuitas ( saham ) atau bahkan kedua duanya .
Kedua hal tersebut tergantung pada resiko atau tingkat variabilitas dari tingkat hasil yang mungkin diperoleh dan alternatif – alternatif yang tersedia . Selain itu perlu pula memperhatikan tingkat minimum yang diinginkan tidaklah terpengaruh oleh apakah proyek khusus itu dibiayai seluruhnya oleh hutang , seluruhnya dengan modal kepemilikan atau seluruhnya dengan keduanya , yaitu hutang dan modal kepemilikan . Jadi biaya modal bukanlah merupakan biaya bunga atau interest expense atas uang dipinjam .
Sebagai jawaban atas masalah ini telah timbul banyak model keputusan , termasuk model – model arus dana yang didiskonto ( discounted cash flow ),pengembalian ( payback),dan akuntansi akrual ( accrual accounting ).Modal DCF kini semakin populer dan secara konseptual lebih menarik daripada kedua model yang lain .
• Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif
Tersedia berbagai cara penggolongan usulan investasi dalam aktiva tetap . Diantaranya adalah :
** Investasi Penggantian : Pada umumnya , keputusan mengenai investasi penggatian adalah yang paling sedrhana . Dalam hal ini suatu aktiva yang sudah aus ( wear out ) atau usang ( obsolete ) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan .
** Investasi Penambahan Kapasitas : Misalnya usulan penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru . Investasi ini sering juga bersifat investasi penggantian , contohnya mesin yang sudah tua dan tidak efisien akan diganti dengan mesin baru yang lebih besar kapasitasnya dan lebih efisien .
** Investasi Penambahan Jenis Produk Baru : Investasi ini mempunya tingkat kepastian yang besar karena menyangkut produk baru disamping produk yang telah diproduksi .
** Investasi Lain – lain : Investasi yang termasuk dalam golongan ini adalah usulan investasi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas , misalnya investasi untuk pemasangan alat pemuas ( heater ) , alat pendingin ( air conditioner ) dan lain – lain .
• Metode penilaian investasi
Ø Metode periode pengembalian
Periode pengembalian – payback period
o Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut
o Rumus periode pengembalian jika arus per tahun jumlahnya berbeda
Periode pengambalian :
a – b
= n + ___ x 1 tahun
c – b
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
C = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
o Rumus periode pengembalian jika arus per tahun jumlahnya sama
a-b
= n + ___ x 1 tahun
c – b
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas
masih belum bisa menutup investasi mula-mula
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
C = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
Ø Metode nilai sekarang bersih
Metode nilai sekarang bersih – net present value – NPV
Adalah nilai sekarang dari arus kas bersih di masa mendatang yang didiskontokan terhadap biaya modal marjinal.
o Menggunakan pertimbangan bahwa nilai uang sekarang lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai uang pada waktu mendatang, karena adanya faktor bunga
o Arus kas yang digunakan arus kas yang telah didiskontokan atas dasar biaya modal perusahaan atau tingkat pengembalian yang disyaratkan atau tingkat suku bunga .
Dasar pemikiran dari metode NPV :
1. Bila NPV sebesar nol, kekayaan pemegang saham tidak berubah, perusahaan makin besar karena penambahan investasi, tetapi nilai saham perusahaan konstan.
2. Bila NPV positif, kekayaan pemegang saham akan bertambah.
Untuk menghitung diskonto (discount rate / discount factor) dalam tabel, dapat juga dilakukan dengan menggunakan kalkulator biasa.
Contohnya: Discount factor 10%.
Tahap 1 : Tekan angka 1
Tahap 2 : Tekan bagi (:)
Tahap 3 : Tekan 1,1 untuk df= 10%, bila df 19%= 1,19
Tahap 4 : Kakau df 10%, tekan tanda “sama dengan” (=) keluar angka 0.909 dst, untuk tahun pertama dari proyek.
Tahap 5 :dstnya : tekan (=), keluar angka 0,826, untuk tahun ke 2, ke 3 = 0,751 dari proyek dan seterusnya
Ø Metode indeks profitabilitas
Adalah tehnik penilaian investasi yang hampir sama dengan NPV, artinya apabila suatu proyek investasi diterima dengan menggunakan metode NPV maka akan diterima pula dengan Profitability Index (PI).
PI = Total PV Proceed
Initial Outlays
Initial outlays = Investasi.
Kalau PI > Investasi, proyek diterima
Ø Metode internal rate of return – IRR
Tingkat laba intern telah di definisikan sebagai tingkat diskon yang membuat NPV dari sebuah proyek sama dengan nol . Atau didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang membuat nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan dari sebuah proyek sama dengan nilai sekarang aliran kas keluar yang diharapkan , termasuk investasi dalam proyek itu .
Adalah tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang (PV) dan arus kas masuk proyek dengan nilai sekarang dari biaya proyek / investasi.
Nilai IRR dapat diperoleh dengan cara.
**PV arus kas masuk = PB biaya Investasi.
**PV arus kas masuk - PV biaya Investasi = 0
Dimana:
P1 = discount rate dengan nilai PV1 (sudah dicari pada NPV)
P2 = discount rate atau lebih tinggi dari p1dengan nilai PV2
dengan nilai lebih rendah dari nilai investasi
Cara untuk menghitung rumus IRR ini dapat dilakukan :
1. Secara coba-coba
2. Secara interpolasi
3. Prosedur matematik
4. Kalkulator atau komputer keuangan
repository.binus.ac.id/content/F0274/F027421297.ppt - Mirip
Ø Metode modified internal of return – MIRR
Adalah tingkat diskonto yang mengakibatkan nilai sekarang dan biaya proyek sama dengan nilai sekarang dari nilai akhirnya (Terminal Value= TV), dimana nilai proyek adalah ”nilai masa mendatang” dari kas masuk yang dimajemukkan terhadap biaya modal perusahaan.
Pada proyek-proyek mutually ekslusive, dengan ukuran yang berbeda, proyek dengan MIRR yang terbesar yang dipilih. MIRR lebih baik dari IRR sebagai indikator dari tingkat pengembalian proyek yang sebenarnya, namun NPV mesti tetap merupakan metode terbaik.
• Arus kas masuk
Perhitungan Aliran Kas Masuk Operasional.
* Pendapatan
-- Biaya (tidak termasuk penyusutan)
-- Laba sebelum penyusutan dan pajak (Earning before
Depreciation Interest and Tax = EBDIT).
-- Penyusutan
-- Laba sebelum pajak (EBIT)
-- Laba bersih sesuah pajak (EAT)
+ Penyusutan
= Aliran kas masuk Operasional.
Atau Aliran Kas masuk (NCF) = EAT + Depreciation
• Metode Average Rate of return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatuinvestasi. Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan totalaverage invesment. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka inikemudian diperbandingkan tingkat keuntungan yang disyaratkan, maka proyekdikatakan menguntungkan, apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yangdisyaratkan proyek ditolak.
Metode ini disebut juga Akuntansi Rate of Return Metode. Metode ini didasarkan pada informasi akuntansi daripada arus kas. Ada berbagai cara untuk menghitung rata Rate of Return. Hal ini dapat dihitung sebagai: -
Tahunan rata-rata Laba Setelah Pajak
ARR = __________________________________ x 100
Rata-rata Investasi
Jumlah laba setelah pajak sepanjang tahun
Rata-rata Laba Tahunan = __________________________________
No Dari tahun
Original + Nilai Investasi Salvage
Rata-rata Investasi = ________________________________
2
Atau asli Investasi - Nilai Salvage
_________________________ + Salvage Nilai
2
Jika bekerja Modal juga diperlukan di awal tahun proyek, investasi rata-rata akan = Modal kerja bersih + Nilai sisa + ½ (biaya awal Mesin-Salvage Value).
Dalam metode lain daripada biaya investasi rata-rata asli digunakan.
Dalam metode ini, untuk mengevaluasi proyek semua proyek yang diterima rata-rata tingkat pengembalian lebih tinggi dari suku yang telah ditetapkan. Dengan demikian, proyek ini diberikan lebih signifikan di mana tingkat pengembalian rata-rata adalah yang tertinggi.
• Metode masa pengembalian investasi
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Karena itu satuanhasilnya bukan persentase, tapi satuan waktu. Kalau priode payback ini lebih pendekdaripada yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalaulebih lama proyek ditolak.
pengembalian adalah metode lain untuk mengevaluasi suatu proyek investasi. Metode Paybackberfokus pada payback period. Payback period adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sebuah proyek untuk menutup biaya awal dari penerimaan kas yang dihasilkannya. Periode ini adalah beberapa kali disebut sebagai metode pengembalian adalah bahwa lebih cepat biaya dari sebuah investasi dapat pulih "waktu itu untuk mengambil investasi untuk membayar sendiri."dasar Premis, semakin diinginkan adalah investasi . Payback period dinyatakan dalam tahun.Ketika masuk kas bersih tahunan setiap tahun yang sama, rumus berikut dapat digunakan untuk menghitung payback period.
Formula / Persamaan:
Rumus atau persamaan untuk perhitungan payback period adalah sebagai berikut:
Payback period = Investasi yang dibutuhkan / masuk bersih kas tahunan *
* Jika peralatan yang baru mengganti peralatan yang lama, ini menjadi tahunan kas masuk bersih inkremental.Untuk menggambarkan metode payback, pertimbangkan contoh berikut:
Contoh:
York kebutuhan perusahaan mesin penggilingan baru. Perusahaan ini mempertimbangkan dua mesin. Mesin A dan mesin B. Mesin A biaya $ 15.000 dan akan mengurangi biaya operasi sebesar $ 5.000 per tahun. Mesin B biaya hanya $ 12.000 tetapi juga akan mengurangi biaya operasional sebesar $ 5.000 per tahun.
Diperlukan:
• Hitung periode payback.
• Mesin yang harus dibeli sesuai dengan metode payback?
Perhitungan:
Sebuah mesin payback period = $ 15.000 / $ 5.000 = 3,0 tahun
Mesin B payback period = $ 12.000 / $ 5.000 = 2,4 tahun
Menurut perhitungan payback, perusahaan York harus membeli mesin B, karena memiliki waktu pengembalian pendek dari mesin A.
• Metode net present value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarangpenerimaan-penerimaan kas bersih (oprasional maupun terminal cash flow) dimasayang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebihdahulu tingkat bunga yang dianggap relevan. Apa bila nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang lebih besar daripada nilai sekaranginvestasi, mak proyek ini dikatakan menguntungkan sehinnga diterima. Sedangkanapabila nilainya kecil (NPV negatif), proyek ditolak karena tidak menguntungka
Formula
Setiap arus kas masuk / keluar yang didiskontokan ke nilai sekarang (PV). Kemudian mereka dijumlahkan. Oleh karena NPV adalah jumlah dari semua persyaratan,
t - waktu arus kas
i - dengan tingkat diskonto (dengan tingkat pengembalian yang dapat diperoleh dari investasi di pasar keuangan dengan risiko yang sama.)
R t - aliran kas bersih (jumlah uang tunai, masuk minus outflow) pada waktu t.
Untuk tujuan pendidikan, R 0 biasanya ditempatkan di sebelah kiri dari jumlah menekankan perannya sebagai (minus) investasi.
Hasil dari rumus ini jika dikalikan dengan kas bersih tahunan di-arus dan dikurangi dengan pengeluaran kas awal akan nilai tunai tetapi dalam kasus di mana arus kas tidak sama dalam jumlah maka formula sebelumnya akan digunakan untuk menentukan nilai kini setiap arus kas terpisah. Setiap arus kas dalam waktu 12 bulan tidak akan diskon untuk tujuan NPV.
• Metode Profitability index
Profitability Index Definisi : metode indeks Profitabilitas mengukur nilai kini kewajiban manfaat untuk setiap investasi dolar.
Formula
Profitability Index = (PV arus kas masa depan) investasi awal ÷
Atau = ( NPV investasi) Investasi awal awal ÷ +
Perhitungan Profitability Index
Contoh: sebuah perusahaan menginvestasikan $ 20.000 untuk proyek dan NPV yang diharapkan dari proyek itu adalah $ 5.000.
Profitability Index = (20.000 + 5.000) / 20.000 = 1,25
Itu berarti perusahaan harus melaksanakan proyek investasi karena indeks profitabilitas lebih besar dari 1.
Aplikasi
Profitabilitas Indeks terutama digunakan sebagai alat untuk peringkat proyek. Semakin tinggi nilai indeks profitabilitas, daya tarik lebih dari sebuah proyek yang diusulkan. Untuk proyek tunggal, profitabilitas indeks nilai 1 atau lebih dapat diterima. Jika proyek memiliki indeks profitabilitas (> 1), maka perusahaan harus melaksanakan proyek tersebut. Namun jika proyek memiliki indeks profitabilitas (<1),> 1, NPV positif. Jika profitabilitas indeks <1,>
• Metode internal rate of return
Definisi dan Penjelasan:
Tingkat pengembalian internal (IRR) adalah tingkat pengembalian yang dijanjikan oleh sebuah proyek investasi selama masa manfaatnya. Ini adalah beberapa waktu disebut hanya sebagai hasil proyek. Tingkat pengembalian internal dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang dapat menyamakan nilai sekarang dari proyek kas keluar arus dengan nilai sekarang dari aliran kas Dengan kata lain, tingkat pengembalian internal yang tingkat diskonto yang akan menyebabkan net present Nilai proyek yang akan sama dengan nol.
Contoh:
Sebuah sekolah sedang mempertimbangkan pembelian mesin pemotong rumput-ditarik traktor besar. Saat ini, rumput tersebut akan dipindahkan menggunakan tangan kecil mendorong mesin pemotong gas. Yang menarik mesin pemotong traktor besar akan biaya $ 16.950 dan akan memiliki masa manfaat 10 tahun. Ini akan hanya memiliki nilai memo diabaikan, yang dapat diabaikan. Traktor-mesin pemotong menarik akan melakukan pekerjaan jauh lebih cepat daripada mesin pemotong tua dan akan menghasilkan penghematan tenaga kerja sebesar $ 3.000 per tahun.
Untuk menghitung tingkat pengembalian internal yang dijanjikan oleh mesin pemotong rumput baru, kami harus mencari tingkat diskonto yang akan menyebabkan nilai kini baru proyek menjadi nol. Bagaimana kita melakukan ini?
Dan paling langsung pendekatan sederhana ketika arus kas bersih adalah setiap tahun yang sama adalah untuk membagi investasi dalam proyek oleh kas masuk bersih tahunan yang diharapkan. perhitungan ini akan menghasilkan faktor dari mana tingkat pengembalian internal dapat ditentukan.
Rumus atau persamaan adalah sebagai berikut:
[Faktor tingkat pengembalian internal = Investasi yang dibutuhkan / kas bersih masuk tahunan] (1)
Faktor yang berasal dari rumus (1) kemudian terletak di tabel nilai kini untuk melihat apa tingkat pengembalian yang diwakilinya. Menggunakan rumus (1) dan data untuk proyek yang diusulkan sekolah, kita mendapatkan:
Investasi yang dibutuhkan / kas bersih masuk tahunan
= $ 16.950 / $ 3000
= 5,650
Dengan demikian, faktor diskon yang akan menyamakan serangkaian aliran kas 3.000 $ dengan investasi kini $ 16.950. Sekarang kita perlu menemukan faktor dalam tabel untuk melihat apa tingkat pengembalian yang diwakilinya. Kami akan menggunakan periode-baris 10 pada tabel karena arus kas untuk proyek berlanjut selama 10 tahun. Jika kita memindai sepanjang periode-baris 10, kita menemukan bahwa faktor 5,650 merupakan 12% tingkat pengembalian. (Lihat Future Value dan Present Value Tabel halaman - Tabel 4) Kita dapat memeriksa ini dengan menghitung net present nilai proyek adalah dengan menggunakan tingkat diskonto 12%.
2.Perencanaan Keuangan
• Mengapa perusahaan membutuhkan dana ?
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi , karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha . Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :
** Pengeluaran jangka pendek ( short team / operating xpenditures ) : Adalah pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari – hari . Pengeluaran jangka pendek meliputi dana yang ditanamkan dalam persediaan ( baik persediaan bahan baku , barang dalam proses maupun barang jadi ) , pengeluaran untuk pembayaran upah dan gaji karyawan serta biaya operasi lainnya .
** Pengeluaran jangka panjang ( Long team / Capital xpenditures ) : Sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pengeluaran operasionalnya , perusahaan juga membutuhkan dana untuk membiayai pengeluaran aktiva tetap . Aktiva tetap adalah aktiva yang memiliki nilai dan masa pemakainya panjang . Sebagai contoh aktiva tetap adalah investasi tanah , gedung dan pembelian mesin mesin .
• Pembiayaan Perusahaan
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluran jangka pendek maupun panjang , perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya mengahasilkan laba , tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya .
a. Sumber Dana Jangka Pendek
Sumber dana jangka pendek meliputi :
**Trade Credit ( utang dagang ) : Utang dagang disamping dapat merupakan pengeluaran , dapat pula berfungsi sebagai sumber dana bagi perusahaan barang telah dapat diterima tetapi pembayarannya diserahkan kemudian . Pemberian kredit dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya merupakan pinjaman jangka pendek bagi perusahaan .
**Pinjaman Bank Jangka Pendek Dengan Jaminan ( Scured Short Term ) : Pinjaman bank merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting . Pinjaman tersebut hampir selalu menyertakan suatu surat perjanjian utang yang disebut promissory notes yang menyatakan kesanggupan perusahaan untuk membayar pinjaman serta bunga yang telah disepakati . Dalam jenis pinjaman ini bank juga mensyaratkan adanya jaminan ( koleteral ) yang memberikan hak pada bank untuk menyita jaminan tersebut bilaman pinjaman tidak dapat dilunasi .
**Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan ( Unsecured Short Term Loan ) : Pinjaman ini merupakan sumber dana jangka pendek yang penting bagi perusahaan . dengan jenis pinjaman ini , perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan kepada bank .Tetapi biasanya bank mensyaratkan peminjam untuk tetap mengendap dibank .
**Letter Of Credit : Adalah janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membyar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju ( penjual ) bila sejumlah kondisi telah terpenuhi .
**Commercial Paper : Adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh perusahaan besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya . Ini diterbitkan untuk jangka waktu tertentu ( 30 , 60 , 270 , atau 360 hari ). Syrat berharga ini dijual kepada lembaga keuangan atau perusahaan lain dengan harga yang lebih rendah dari nominalnya dan pada akhir periode , surat berharga ini dibeli kembali oleh perusahaan sebesar nominalnya .
**Factoring : Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cepat melaluifactoring yaitu dengan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan faktor ( perusahaan pembeli piutang ) yang biasanya adalah lembaga keuangan.
b. Sumber – Sumber Dana Jangka Panjang
Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana jangka panjang untuk memenuhi pengeluaran jangka panjangnya , seperti pembelian aktiva tetap . Agar biasa memulai usahanya perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan peralatan . Pencarian dana jangka panjang diperoleh dari :
^^Pembiayaan Melalui Utang :
**Utang Jangka Panjang : Alternative pinjaman jangka panjang lebih disukai daripada obligasi karena pilihan ini tidak mensyaratkan adanya keterbukaan informasi keuangan perusahaan kepada public . Sedangkan kelemahannya : adanya kebutuhan dana jangka yang besar menyebabkan sulit terpenuhi oleh lembaga keuangan yang ada ( keterbatasan kemampuan lembaga keuangan untuk memasok dana dalam jumlah besar ).
**Obligasi Perusahaan : Adalah surat berharga yang diterbitkan perusahaan , yang menyatakan kesanggupan membayar sejumlah uang tertentu kepada pemegang surat berharga pada waktu tertentu . Selama waktu kontrak atau masa berlakunya obligasi , perusahaan penerbit harus membayar bunga per priode .
^^Pembiayaan Dengan Modal Sendiri ( Equity Financing )
**Saham Biasa : Adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan . Saham biasa adlah surat berharga yang memberikan hak suara kepada pemilik serta merupakan penerima hak terakhir atas asset perusahaan setelah pemegang obligasi dan saham preferen . Saham preferen adalah saham yang menjamin pembayaran deviden tetap kepada pemilik tanpa hak suara . Pemegang saham preferen merupakan penerima hak yang lebih dahulu atas asset daripada pemegang saham biasa . Deviden adalah bagian laba yang dibagikan kepada para pemegang saham , baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen .
**Laba Ditahan : Alternative lain untuk pembiayaan modal sendiri adalah laba ditahan , yakni bagian laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham . Dengan menggunakan laba ditahan berarti perusahaan tidak perlu meminjam uang dan membayar bunga .
Konsep nilai waktu dari uang
Pertemuan 8
KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG
1. Nilai yang akan datang
Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.
FV = P0+ SI= P0+ P0(i)(n)
2. Nilai Sekarang(present value)
PV = Kn / (1 + r) ^n
Keterangan :
PV = Present Value / Nilai Sekarang
Kn = Arus kas pada tahun ke-n
r = Rate / Tingkat bunga
^n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).
Contoh : Jika di masa yang akan datang kita akan punya saldo sebesar 1,1 juta hasil berinvestasi selama satu tahun, maka uang kita saat ini adalah sebesar :
PV = 1.100.000 / (1 + 0,1) ^1
PV = 1.000.000 rupiah
Tambahan :
1 / (1 + r) ^n disebut juga sebagai discount factor
ISTILAH YANG DIGUNAKAN :
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest / suku bunga)
n = tahun ke-
An = Anuity
SI = Simple interest dalam rupiah
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
3. Nilai Masa Datang
FV = Ko (1 + r) ^n
Keteragan :
FV = Future Value / Nilai Mendatang
Ko = Arus Kas Awal
r = Rate / Tingkat Bunga
^n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).
Contoh : Jika kita menabung 1 juta rupiah dengan bunga 10% maka setelah satu tahun kita akan mendapat :
FV = 1.000.000 (1 + 0,1) ^1
FV = 1.100.000 rupiah
4. Annuitas
www.taspen.com/files/Ekonometri%20XII%20IPS.doc - Mirip
ati.staff.gunadarma.ac.id/.../Perhiungan+Bunga+dan+Nilai+Uang.ppt - Mirip
Anuitas : Cara pembayaran hutang dengan jumlah yang sama besar dan dalam jangka waktu yang sama
Dalam Anuitas (A) terkandung : -----1. Angsuran (An)
-----2. Bunga (Bn)
A= An +Bn
Anuitas biasa
Anuitas biasa adalah sebuah anuitas yang mempunyai interval yang sama antara waktu pembayaran dengan waktu dibunga majemukkan.
Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas biasa dapat dibagi 3 bagian, yaitu:
• Ordinary annuity
adalah sebuah anuitas yang diperhitungkan pada setiap akhir interval seperti akhir bulan, akhir kuartal, akhir setiap 6 bulan, maupun pada setiap akhir tahun.
An = R [ 1- ( 1+i )pangkat -n ]
------------
i
R= An [ i ]
------------
{1-(1+i)pangkat-n}
Sn = R [ {1+i)pangkat n - 1} ]
---------------
i
R = Sn [ i ]
------------------
{(1+ i)pangkat n - 1}
Di mana:
An = Present value R = Annuity
Sn = Future value i = Tingkat bunga/interval
n = jumlah interval pembayaran
• Annuity due
Annuity due adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya.
Pada formula annuity due ditambahkan satu compounding factor (1+i), baik untuk present value maupun future value.
Penambahan satu compounding factor pada annuity due adalah sebagai akibat pembayaran yang dilakukan pada setiap awal interval.
Nilai uang yang dihitung dengan annuity due selalu lebih besar bila dibandingkan dengan ordinary annuity.
*Perhitungan present value
Rumus:
An(ad) = R [ {1-(1+ i)pangkat -n} ]
-------------------- ( 1 + i )
i
Atau
An(ad) = R [{1-(1 + i ) - (pangkat n-1)
-------------------- + 1 ]
i
Atau
An(ad) = R [{1-(1 + i ) - pangkat n-1 ]
--------------------- + R
u
Contoh 11: Sebuah perusahaan Ingin memperoleh uang secara
kontinyu sebesar Rp 1.500.000,- dari bank setiap awal kuartal
selama satu tahun. Berapa jumlah dana yang harus disetor pada bank apabila tingkat bunga diperhitungkan sebesar 18% per tahun?
Diketahui:
R=Rp 1.500.000,-
i= 18%/4= 4,5%
n=4
Catatan: Gunakan Lampiran 3 untuk mendapat nilai discount factor annuity pada i=4,5% dan n=4 dan Lampiran 1 untuk compounding factor dari bunga majemuk.
*Jumlah Pembayaran (Future amount)
Jumlah pembayaran dalam annuity due dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
Sn(ad) = R [ {( 1 + i ) pangkat n -1} ]
--------------------
i
Sn(ad) = R [ {( 1 + i ) pangkat n+1 -1}
---------------------- - 1 ]
i
Sn(Ad) = R [ {( 1 + i ) ( pangkat n + 1 ) - 1} ]
------------------------ - R
i
Contoh 12: Suatu BPD memberikan Fasilitas penjualan kendaraan beroda Dua secara kredit pada guru-guru SD. Tingkat bunga diperhitungkan sebesar 12% per tahun dan cicilan dilakukan Setiap awal bulan sebesar Rp 70.000,- Selama 3 tahun. Berapakah besarnya Jumlah pembayaran?
Diketahui:
R = Rp 70.000,-
I = 12%/12 = 1%
n = 12x3 = 36
• Deferred annuity.
annuity adalah suatu seri (anuitas) yang pembayarannya dilakukan pada akhir setiap interval. Perbedaan dengan ordinary annuity adalah dalam hal penanaman modal di mana pada deferred annuity ada masa tengang waktu (grace period) yang tidak diperhitungkan bunga.
An( da ) = R [ { 1 - ( 1 + i ) pangkat - n } ]
---------------------- ( 1 + i ) pangkat - t
i
Sn (da) = R [ {(1 + i ) pangkat n -1 ]
------------------
i
t = tenggang waktu yang tidak dihitung bunga.
geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip
Anuitas Terhutang
Nilai Sekarang Anuitas
Nilai sekarang dari anuitas n tahun disebut An dan nilai sekarang faktor bunga anuitas disebut PVIFAk,n.
An = PMT (PVIFAk,n)
PVIFAk,n = 1 - ___1____ = 1/k - ____1____
(1+k)n k (1+k)n
-----------
k
geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip
Nilai Sekarang Dari Anuitas Terhutang
Berguna untuk mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun dengan menggunakan formulasi :
An (Anuitas Terhutang) = PMT (PVIFAk,n)(1+k)
geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip
Anuitas Abadi
Anuitas dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
Nilai Sekarang dan Seri Pembayaran Yang Tidak Rata
Periode Kemajemukan Tengah Tahunan atau Periode Lainnya
Amortisasi Pinjaman
Adalah suatu pinjaman yang dibayar kembali dengan jumlah pembayaran yang sama besar setiap periode selama jangka waktunya.
PVA = PMT ( PVIFA k,n )
PMT = PVA
-------------
PVIFA k,n
Skedule Amortisasi/Amortized Loan)
• Skedule yang menunjukkan secara tepat bagaimana pinjaman akan dibayar.
• Skedul ini menunjukkan pembayaran yang harus dilakukan pada Setiap tanggal yang
ditetapkan dan rincian pembayaran yang menunjukkan unsur bunga dan unsur pokok yang mengurangi saldo pokok pinjaman.
• Skedule ini disebut juga hutang yang teramortisasi (Amortized Loan)
KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG
1. Nilai yang akan datang
Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.
FV = P0+ SI= P0+ P0(i)(n)
2. Nilai Sekarang(present value)
PV = Kn / (1 + r) ^n
Keterangan :
PV = Present Value / Nilai Sekarang
Kn = Arus kas pada tahun ke-n
r = Rate / Tingkat bunga
^n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).
Contoh : Jika di masa yang akan datang kita akan punya saldo sebesar 1,1 juta hasil berinvestasi selama satu tahun, maka uang kita saat ini adalah sebesar :
PV = 1.100.000 / (1 + 0,1) ^1
PV = 1.000.000 rupiah
Tambahan :
1 / (1 + r) ^n disebut juga sebagai discount factor
ISTILAH YANG DIGUNAKAN :
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest / suku bunga)
n = tahun ke-
An = Anuity
SI = Simple interest dalam rupiah
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
3. Nilai Masa Datang
FV = Ko (1 + r) ^n
Keteragan :
FV = Future Value / Nilai Mendatang
Ko = Arus Kas Awal
r = Rate / Tingkat Bunga
^n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).
Contoh : Jika kita menabung 1 juta rupiah dengan bunga 10% maka setelah satu tahun kita akan mendapat :
FV = 1.000.000 (1 + 0,1) ^1
FV = 1.100.000 rupiah
4. Annuitas
www.taspen.com/files/Ekonometri%20XII%20IPS.doc - Mirip
ati.staff.gunadarma.ac.id/.../Perhiungan+Bunga+dan+Nilai+Uang.ppt - Mirip
Anuitas : Cara pembayaran hutang dengan jumlah yang sama besar dan dalam jangka waktu yang sama
Dalam Anuitas (A) terkandung : -----1. Angsuran (An)
-----2. Bunga (Bn)
A= An +Bn
Anuitas biasa
Anuitas biasa adalah sebuah anuitas yang mempunyai interval yang sama antara waktu pembayaran dengan waktu dibunga majemukkan.
Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas biasa dapat dibagi 3 bagian, yaitu:
• Ordinary annuity
adalah sebuah anuitas yang diperhitungkan pada setiap akhir interval seperti akhir bulan, akhir kuartal, akhir setiap 6 bulan, maupun pada setiap akhir tahun.
An = R [ 1- ( 1+i )pangkat -n ]
------------
i
R= An [ i ]
------------
{1-(1+i)pangkat-n}
Sn = R [ {1+i)pangkat n - 1} ]
---------------
i
R = Sn [ i ]
------------------
{(1+ i)pangkat n - 1}
Di mana:
An = Present value R = Annuity
Sn = Future value i = Tingkat bunga/interval
n = jumlah interval pembayaran
• Annuity due
Annuity due adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya.
Pada formula annuity due ditambahkan satu compounding factor (1+i), baik untuk present value maupun future value.
Penambahan satu compounding factor pada annuity due adalah sebagai akibat pembayaran yang dilakukan pada setiap awal interval.
Nilai uang yang dihitung dengan annuity due selalu lebih besar bila dibandingkan dengan ordinary annuity.
*Perhitungan present value
Rumus:
An(ad) = R [ {1-(1+ i)pangkat -n} ]
-------------------- ( 1 + i )
i
Atau
An(ad) = R [{1-(1 + i ) - (pangkat n-1)
-------------------- + 1 ]
i
Atau
An(ad) = R [{1-(1 + i ) - pangkat n-1 ]
--------------------- + R
u
Contoh 11: Sebuah perusahaan Ingin memperoleh uang secara
kontinyu sebesar Rp 1.500.000,- dari bank setiap awal kuartal
selama satu tahun. Berapa jumlah dana yang harus disetor pada bank apabila tingkat bunga diperhitungkan sebesar 18% per tahun?
Diketahui:
R=Rp 1.500.000,-
i= 18%/4= 4,5%
n=4
Catatan: Gunakan Lampiran 3 untuk mendapat nilai discount factor annuity pada i=4,5% dan n=4 dan Lampiran 1 untuk compounding factor dari bunga majemuk.
*Jumlah Pembayaran (Future amount)
Jumlah pembayaran dalam annuity due dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
Sn(ad) = R [ {( 1 + i ) pangkat n -1} ]
--------------------
i
Sn(ad) = R [ {( 1 + i ) pangkat n+1 -1}
---------------------- - 1 ]
i
Sn(Ad) = R [ {( 1 + i ) ( pangkat n + 1 ) - 1} ]
------------------------ - R
i
Contoh 12: Suatu BPD memberikan Fasilitas penjualan kendaraan beroda Dua secara kredit pada guru-guru SD. Tingkat bunga diperhitungkan sebesar 12% per tahun dan cicilan dilakukan Setiap awal bulan sebesar Rp 70.000,- Selama 3 tahun. Berapakah besarnya Jumlah pembayaran?
Diketahui:
R = Rp 70.000,-
I = 12%/12 = 1%
n = 12x3 = 36
• Deferred annuity.
annuity adalah suatu seri (anuitas) yang pembayarannya dilakukan pada akhir setiap interval. Perbedaan dengan ordinary annuity adalah dalam hal penanaman modal di mana pada deferred annuity ada masa tengang waktu (grace period) yang tidak diperhitungkan bunga.
An( da ) = R [ { 1 - ( 1 + i ) pangkat - n } ]
---------------------- ( 1 + i ) pangkat - t
i
Sn (da) = R [ {(1 + i ) pangkat n -1 ]
------------------
i
t = tenggang waktu yang tidak dihitung bunga.
geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip
Anuitas Terhutang
Nilai Sekarang Anuitas
Nilai sekarang dari anuitas n tahun disebut An dan nilai sekarang faktor bunga anuitas disebut PVIFAk,n.
An = PMT (PVIFAk,n)
PVIFAk,n = 1 - ___1____ = 1/k - ____1____
(1+k)n k (1+k)n
-----------
k
geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip
Nilai Sekarang Dari Anuitas Terhutang
Berguna untuk mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun dengan menggunakan formulasi :
An (Anuitas Terhutang) = PMT (PVIFAk,n)(1+k)
geocities.ws/akuntansi_fe_um/manj.../modul4timevalue.doc - Mirip
Anuitas Abadi
Anuitas dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
Nilai Sekarang dan Seri Pembayaran Yang Tidak Rata
Periode Kemajemukan Tengah Tahunan atau Periode Lainnya
Amortisasi Pinjaman
Adalah suatu pinjaman yang dibayar kembali dengan jumlah pembayaran yang sama besar setiap periode selama jangka waktunya.
PVA = PMT ( PVIFA k,n )
PMT = PVA
-------------
PVIFA k,n
Skedule Amortisasi/Amortized Loan)
• Skedule yang menunjukkan secara tepat bagaimana pinjaman akan dibayar.
• Skedul ini menunjukkan pembayaran yang harus dilakukan pada Setiap tanggal yang
ditetapkan dan rincian pembayaran yang menunjukkan unsur bunga dan unsur pokok yang mengurangi saldo pokok pinjaman.
• Skedule ini disebut juga hutang yang teramortisasi (Amortized Loan)
manajemen produksi
Pertemuan 7
Manajemen Produksi
MANAJEMEN PRODUKSI
1.Perkembangan Manajemen Produksi
Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang menunjang yaitu :
a.Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha intuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja ( dividon of labor ).Agar produksi efektif dan efisien , maka produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah ( scientific methods ) dan azas azas manajemen .Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengelolaan yang baik . Pekerjaan yang semula terkonsentrasi pada satu pihak dapat dibagikan untuk ditangani oleh pihak pihak lainnya,sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik pada waktu yang telah ditentukan .
Spesialisasi kerja memungkinkan dalam peningkatan keahlian seseorang .Dengan makin meningkatnya keahlian membuat yang bersangkutan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat , dengan kualitas lebih baik . Hal ini dapat mengurangi ( reduce ) biaya tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi pada satuan waktu tertentu .
b.Revolusi industri
Pada dasarnya revolusi industri merupakan peristiwa penggantian tenaga kerja manusia dengan mesin . Revolusi industri di inggris tidak berdiri sendiri , melainkan merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai masalah ekonomi , budaya dan politik yang lebih luas . Revolusi tersebut merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan , industri dan teknik di Eropa .
Dampak perkembangan industrinya terlihat pada pengusaha yang memiliki modal besar . Kehidupan perdagangan terus menerus meningkat , tetapi para pengusaha kecil , dengan peralatan kerja yang konvesional , menjadi kalah dalam bersaing .Perkembangan industri sebagai hasil revolusi terlihat pada :
*Bertambahnya penggunaan mesin .
*Efisiensi produksi batubara , besi dan baja.
*Pembangunan jalan kereta api , alat transportasi dan alat komunikasi lainnya .
*Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan .
c.Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)
Pada akhir – akhir ini manajer produksi banyak memberikan perhatian pada perkembangan teknologi yang canggih . Terdapat perubahan yang serba komputerized, dan sebagainya . Pada banyak hal , manajer produksi mengintegrasikan teknologi canggih ini kedalam bisnisnya .
d.Perkembangan ilmu dan metode kerja
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan ( work studies ) memungkinkan ditemukannya metode kerja dengan pendekatan sebagai berikut :
•Pengamatan ( observasi ) atas metode kerja yang berlaku .
•Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah .
•Pelatihan dan analisis ilmiah .
•Pelatihan pekerjaan dengan metode baru
•Pemanfaatan umpan balik dan pengelolaan atas proses kerja
2.Pengertian Manajemen Produksi
Merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber sumber daya berupa sumber daya manusia , sumber daya alat , dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien , untuk menciptakan dan menambah kegunaan ( utility ) suatu barang atau jasa . Banyak upaya yang dilakukan dalam manajemen produksi terkait dengan tujuan unik untuk meningkatkan produktivitas . Dalam peningkatan produktivitas didapatkan 2 masalah penting yaitu :
*Produktivitas akan meningkatkan jika terdapat perbaikan kondisi kerja .
*Beberapa peningkatan produktivitas tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan , karena hasilnya terkait dengan perbaikan pada bidang tertentu , sedangkan bidang lainnya tidak terpengaruh .
Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu :
a. Adanya orang yang lebih dari satu
b. Adanya tujuan yang ingin dicapai
c. Adanya orang yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan .
3.Pengertian Produksi
Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan ( input ) menjadi keluaran ( output ). Dalam pengertian umum inilah sekarang berkembang istilah industri , seperti industri manufaktur , industri pengolahan hasil hasil pertanian atau agro industri dan sebagainya .
Pengertian produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan atau utilitas suatu barang dan jasa . Penambahan atau penciptaan kegunaa atau utilitas karena bentuk dan tempat ini membutuhkan faktor faktor produksi .
4.Proses Produksi
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi :
a.Berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian :
•Proses produksi terus menerus (Continuous production)
Produksi terus menerus dilakukan proses untuk mengubah bentuk barang barang . dalam proses produksi ini walaupun terjadi perubahan model , susunan dan fungsi alat alat mesin yang dipakai tidaklah berubah . Misalnya pengger-gajian kayu mengubah balok menjadi papan , karet menjadi ban ataupun dalam proses perakitan mobil , walaupun terjadi perubahan bentuk tapi tidak mengubah susunan fungsi alat alat mesin . Proses produksi ini menghasilkan produk yang standar ( massal ).
•Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)
Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna mengubah alat – alat , pengaturan kembali alat alat , dan penyesuaian yang terus menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produk yang akan dihasilkan . Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan pemesan.
b. Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian :
•Proses ekstraktif
Suatu proses pengambilan langsung dari alam , seperti kayu , perikanan dan pertambangan .
•Proses analitis
Proses pemisahan bahan bahan seperti , minyak mentah menjadi minyak bersih .
•Proses pengubahan
Proses pengubahan bentuk , seperti alat alat rumah tangga .
•Proses sintesis
Proses campuran dengan unsur unsur lain , seperti bahan bahan kimia .
5.Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Ada 4 macam pengambilan keputusan yaitu :
a. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
b. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko
c. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
d. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan yang lain
6.Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi serta pengoperasiaannya, yang meliputi :
a. Seleksi dan design hasil produksi (produk)
b. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
c. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
d. Perancangan tata letak (Lay out) dan arus kerja atau proses
e. Perancangan tugas
f. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
7.Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan.
Empat (4) fungsi penting produksi :
*proses pengolahan : Merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan .
*jasa-jasa penunjang : Merupakan saran berupa pengorganisasian yang diperlukan untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien .
*perencanaan : Merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian sari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu .
*pengendalian atau pengawasan : Merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana , sehingga maksud dan tujuan penggunaan dalam pengolahan masukan dapat dilaksanakan .
Sistem Produksi dan Operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentrasnformasian masukan menjadi keluaran .
Manajemen Produksi
MANAJEMEN PRODUKSI
1.Perkembangan Manajemen Produksi
Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang menunjang yaitu :
a.Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha intuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja ( dividon of labor ).Agar produksi efektif dan efisien , maka produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah ( scientific methods ) dan azas azas manajemen .Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengelolaan yang baik . Pekerjaan yang semula terkonsentrasi pada satu pihak dapat dibagikan untuk ditangani oleh pihak pihak lainnya,sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik pada waktu yang telah ditentukan .
Spesialisasi kerja memungkinkan dalam peningkatan keahlian seseorang .Dengan makin meningkatnya keahlian membuat yang bersangkutan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat , dengan kualitas lebih baik . Hal ini dapat mengurangi ( reduce ) biaya tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi pada satuan waktu tertentu .
b.Revolusi industri
Pada dasarnya revolusi industri merupakan peristiwa penggantian tenaga kerja manusia dengan mesin . Revolusi industri di inggris tidak berdiri sendiri , melainkan merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai masalah ekonomi , budaya dan politik yang lebih luas . Revolusi tersebut merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan , industri dan teknik di Eropa .
Dampak perkembangan industrinya terlihat pada pengusaha yang memiliki modal besar . Kehidupan perdagangan terus menerus meningkat , tetapi para pengusaha kecil , dengan peralatan kerja yang konvesional , menjadi kalah dalam bersaing .Perkembangan industri sebagai hasil revolusi terlihat pada :
*Bertambahnya penggunaan mesin .
*Efisiensi produksi batubara , besi dan baja.
*Pembangunan jalan kereta api , alat transportasi dan alat komunikasi lainnya .
*Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan .
c.Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)
Pada akhir – akhir ini manajer produksi banyak memberikan perhatian pada perkembangan teknologi yang canggih . Terdapat perubahan yang serba komputerized, dan sebagainya . Pada banyak hal , manajer produksi mengintegrasikan teknologi canggih ini kedalam bisnisnya .
d.Perkembangan ilmu dan metode kerja
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan ( work studies ) memungkinkan ditemukannya metode kerja dengan pendekatan sebagai berikut :
•Pengamatan ( observasi ) atas metode kerja yang berlaku .
•Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah .
•Pelatihan dan analisis ilmiah .
•Pelatihan pekerjaan dengan metode baru
•Pemanfaatan umpan balik dan pengelolaan atas proses kerja
2.Pengertian Manajemen Produksi
Merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber sumber daya berupa sumber daya manusia , sumber daya alat , dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien , untuk menciptakan dan menambah kegunaan ( utility ) suatu barang atau jasa . Banyak upaya yang dilakukan dalam manajemen produksi terkait dengan tujuan unik untuk meningkatkan produktivitas . Dalam peningkatan produktivitas didapatkan 2 masalah penting yaitu :
*Produktivitas akan meningkatkan jika terdapat perbaikan kondisi kerja .
*Beberapa peningkatan produktivitas tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan , karena hasilnya terkait dengan perbaikan pada bidang tertentu , sedangkan bidang lainnya tidak terpengaruh .
Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu :
a. Adanya orang yang lebih dari satu
b. Adanya tujuan yang ingin dicapai
c. Adanya orang yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan .
3.Pengertian Produksi
Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan ( input ) menjadi keluaran ( output ). Dalam pengertian umum inilah sekarang berkembang istilah industri , seperti industri manufaktur , industri pengolahan hasil hasil pertanian atau agro industri dan sebagainya .
Pengertian produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan atau utilitas suatu barang dan jasa . Penambahan atau penciptaan kegunaa atau utilitas karena bentuk dan tempat ini membutuhkan faktor faktor produksi .
4.Proses Produksi
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi :
a.Berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian :
•Proses produksi terus menerus (Continuous production)
Produksi terus menerus dilakukan proses untuk mengubah bentuk barang barang . dalam proses produksi ini walaupun terjadi perubahan model , susunan dan fungsi alat alat mesin yang dipakai tidaklah berubah . Misalnya pengger-gajian kayu mengubah balok menjadi papan , karet menjadi ban ataupun dalam proses perakitan mobil , walaupun terjadi perubahan bentuk tapi tidak mengubah susunan fungsi alat alat mesin . Proses produksi ini menghasilkan produk yang standar ( massal ).
•Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)
Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna mengubah alat – alat , pengaturan kembali alat alat , dan penyesuaian yang terus menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produk yang akan dihasilkan . Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan pemesan.
b. Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian :
•Proses ekstraktif
Suatu proses pengambilan langsung dari alam , seperti kayu , perikanan dan pertambangan .
•Proses analitis
Proses pemisahan bahan bahan seperti , minyak mentah menjadi minyak bersih .
•Proses pengubahan
Proses pengubahan bentuk , seperti alat alat rumah tangga .
•Proses sintesis
Proses campuran dengan unsur unsur lain , seperti bahan bahan kimia .
5.Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Ada 4 macam pengambilan keputusan yaitu :
a. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
b. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko
c. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
d. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan yang lain
6.Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi serta pengoperasiaannya, yang meliputi :
a. Seleksi dan design hasil produksi (produk)
b. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
c. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
d. Perancangan tata letak (Lay out) dan arus kerja atau proses
e. Perancangan tugas
f. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
7.Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan.
Empat (4) fungsi penting produksi :
*proses pengolahan : Merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan .
*jasa-jasa penunjang : Merupakan saran berupa pengorganisasian yang diperlukan untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien .
*perencanaan : Merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian sari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu .
*pengendalian atau pengawasan : Merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana , sehingga maksud dan tujuan penggunaan dalam pengolahan masukan dapat dilaksanakan .
Sistem Produksi dan Operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentrasnformasian masukan menjadi keluaran .
Pemasaran
pertemuan 6
PEMASARAN
1.Pengertian pasar dan pemasaran
A.Pasar adalah
*konsumen pribadi atau organisasi perusahaan yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berwujud sebagai permintaan terhadap barang atau jasa .
*tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
B.Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis ( profit atau nonprofit ) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa , menetapkan harga , mendistribusikan , serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan .
2.Jenis – Jenis pasar
A.Menurut bentuk kegiatannya
*Pasar Nyata
adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
*Pasar Abstrak.
adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
B.Menurut cara transaksinya
*Pasar Tradisional
adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
*Pasar Modern
adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
C.Menurut jenis barangnya
*Pasar hewan
*pasar sayur,
*pasar buah,
*pasar ikan
*pasar daging
*pasar loak.
D.Menurut keleluasaan distribusi.
*Pasar Lokal
*Pasar Daerah
*Pasar Nasional
*Pasar Internasional
3.Konsep – konsep inti pemasaran
*Kebutuhan: Keadaan merasa tidak memiliki kepuasan dasar
contoh: Manusia lapar, maka butuh makanan
*Keinginan: Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual
Contoh: orang Madiun sarapan dengan nasi pecel
*Permintaan: Keinginan manusia yang didukung dengan daya beli.
*Produk: Segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi, sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebut uhan. Produk mencakup obyek fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan
*Nilai bagi pelanggan: Perbedaan antara manfaat yang dinikmati pelanggan karena memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya untuk memiliki produk tersebut.
*Kepuasan pelanggan: Sejauh mana anggapan kinerja produk memenuhi harapan pembeli.
*Pertukaran: Merupakan salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan
4.Manajemen Pemasaran
*Keadaan dan permintaan pasar
Pemasar harus berupaya untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran. Kebutuhan menggambarkan tuntunan dasar manusia. Kebutuhan adalah keadaan tidak memiliki kebutuhan dasar. Orang membutuhkan makanan, udara, air, pakaian, dan tempat berlindung untuk bisa bertahan hidup. Orang juga sangat membutuhkan rekreasi, pendidikan, dan hiburan. Kebutuhan-kebutuhan itu menjadi keinginan bila diarahkan kepada sasaran-sasaran spesifik yang mingkin dapat memenuhi kebituhan. Keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan. Orang Amerika membutuhkan makanan tetapi menginginkan sepotong hamburger, kentang goreng, dan miniman ringan. Keinginan dibentuk oleh lingkungan masyarakat seseorang.
Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu sederhana. Beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak sepenuhnya mereka sadari. Atau, mereka tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata kebutuhannya itu. Atau, mereka menggunakan kata-kata yang memerlukan penafsiran. Apakah artinya bila pelanggan meminta mobil yang ”tidak mahal”, mesin pemotong rumput halaman yang ”bertenaga,”mesin bubut yang ”cepat”, pakaian mandi yang ”menarik”, atau hotel yang ”penuh ketenangan?”
Permintaan adalah keinginan akan produk-produk spesifik yang diduking oleh kemampuan untuk membayar. Banyak orang menginginkan sebuah Mercedes, hanya sedikit yang mampu dan mau membelinya. Perusahaan harus mengukur bukan saja berapa banyak orang menginginkan produk mereka melainkan juga berapa banyak yang akan benar-benar mau dan mampu membelinya.
*Falsafah manajemen pemasaran
Ada lima falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai pedoman usahapemasaran untuk mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasarsasaran. Pemberian bobot yang harus diberikan pada organisasi, pelanggan danmasyarakat yang berkepentingan seringkali saling bertentangan. Sehingga perluada landasan dari aktifitas pemasaran organisasi tersebut. Dalam Kottler (1997),landasan ini dikelompokkan dalam lima konsep alternative antara lain:
1 KONSEP PRODUKSI
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau serta manajemen harus berusaha keras untukmemperbaiki produksi dan efesiensi distribusi. Konsep ini adalah falsafahpaling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini masih berlaku danbermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akanproduk lebih besar dari penawannya ; situasi kedua, terjadi kalau biayaproduk terlalu tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untukmenurunkannya. Akan tetapi, perusahaan yang bekerja dengan falsafahini menghadapi resiko tinggi dengan focus terlalu sempit pada operasinyasendiri. Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pastidilupakan adalah kualitas, padahal yang di inginkan konsumen adalahharga rendah dengan barang yang menari.
2 KONSEP PRODUK
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk bermutu terbaik dansifat paling inovatif dan bahwa organisasi harus mencurahkan energi untukterus menerus melakukan perbaikan produk
3 KONSEP PENJUALAN
Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini biasanya dilakukan pada barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contoh : ensiklopedia, asuransi,dll. Industri ini harus mahir
dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada
konsumen. Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan
produk apa yang dibutuhkan masyarakat konsumen
4 KONSEP PEMASARAN
Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaiansasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginanpasar sasaran dan penyampaian kepuasan didambakan itu lebih efektifdan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep ini membingungkanbila dibandingkan dengan konsep penjualan.
5 KONSEP PEMASARAN BERWAWASAN SOSIAL
Falsafah bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan cara yang bersifatmemelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat.Konsep ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etikadalam praktek pemasaran mereka. Hal ini agar dapat menyeimbangkandan menyelaraskan 3 faktor yang penting, yaitu : laba perusahaan,pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik
5.Bauran Pemasaran
Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.
Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam 4 (empat) faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion” (cited in Kotler, 1992:92).
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
*Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
*Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.
*Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations,inventory, and transport.
*Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
6.Tujuan sistem pemasaran
*Max Konsumsi
*Max Utilitas (Kepuasan) Konsumsi
*Max Pilihan
*Max Mutu Hidup Kualitas, Kuantitas, Ketersediaan, Harga, Lingkungan
7.Pendekatan dalam mempelajari pemasaran
*Pendekatan Seba Fungsi
Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu :pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarnisasi dan grading, pengumpulan informasi pasar.
*Pendekatan Serba Lembaga
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal : produsen, suplier, perantara dagang dsb
*Pendekatan Serba barang (Pendekatan Organisasi Industri)
Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri.
*Pendekatan Serba Manajemen
Dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil
*Pendekatan Serba Sistem
Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk, dan lembaga.
PEMASARAN
1.Pengertian pasar dan pemasaran
A.Pasar adalah
*konsumen pribadi atau organisasi perusahaan yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berwujud sebagai permintaan terhadap barang atau jasa .
*tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
B.Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis ( profit atau nonprofit ) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa , menetapkan harga , mendistribusikan , serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan .
2.Jenis – Jenis pasar
A.Menurut bentuk kegiatannya
*Pasar Nyata
adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
*Pasar Abstrak.
adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
B.Menurut cara transaksinya
*Pasar Tradisional
adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
*Pasar Modern
adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
C.Menurut jenis barangnya
*Pasar hewan
*pasar sayur,
*pasar buah,
*pasar ikan
*pasar daging
*pasar loak.
D.Menurut keleluasaan distribusi.
*Pasar Lokal
*Pasar Daerah
*Pasar Nasional
*Pasar Internasional
3.Konsep – konsep inti pemasaran
*Kebutuhan: Keadaan merasa tidak memiliki kepuasan dasar
contoh: Manusia lapar, maka butuh makanan
*Keinginan: Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual
Contoh: orang Madiun sarapan dengan nasi pecel
*Permintaan: Keinginan manusia yang didukung dengan daya beli.
*Produk: Segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi, sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebut uhan. Produk mencakup obyek fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan
*Nilai bagi pelanggan: Perbedaan antara manfaat yang dinikmati pelanggan karena memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya untuk memiliki produk tersebut.
*Kepuasan pelanggan: Sejauh mana anggapan kinerja produk memenuhi harapan pembeli.
*Pertukaran: Merupakan salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan
4.Manajemen Pemasaran
*Keadaan dan permintaan pasar
Pemasar harus berupaya untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran. Kebutuhan menggambarkan tuntunan dasar manusia. Kebutuhan adalah keadaan tidak memiliki kebutuhan dasar. Orang membutuhkan makanan, udara, air, pakaian, dan tempat berlindung untuk bisa bertahan hidup. Orang juga sangat membutuhkan rekreasi, pendidikan, dan hiburan. Kebutuhan-kebutuhan itu menjadi keinginan bila diarahkan kepada sasaran-sasaran spesifik yang mingkin dapat memenuhi kebituhan. Keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan. Orang Amerika membutuhkan makanan tetapi menginginkan sepotong hamburger, kentang goreng, dan miniman ringan. Keinginan dibentuk oleh lingkungan masyarakat seseorang.
Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu sederhana. Beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak sepenuhnya mereka sadari. Atau, mereka tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata kebutuhannya itu. Atau, mereka menggunakan kata-kata yang memerlukan penafsiran. Apakah artinya bila pelanggan meminta mobil yang ”tidak mahal”, mesin pemotong rumput halaman yang ”bertenaga,”mesin bubut yang ”cepat”, pakaian mandi yang ”menarik”, atau hotel yang ”penuh ketenangan?”
Permintaan adalah keinginan akan produk-produk spesifik yang diduking oleh kemampuan untuk membayar. Banyak orang menginginkan sebuah Mercedes, hanya sedikit yang mampu dan mau membelinya. Perusahaan harus mengukur bukan saja berapa banyak orang menginginkan produk mereka melainkan juga berapa banyak yang akan benar-benar mau dan mampu membelinya.
*Falsafah manajemen pemasaran
Ada lima falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai pedoman usahapemasaran untuk mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasarsasaran. Pemberian bobot yang harus diberikan pada organisasi, pelanggan danmasyarakat yang berkepentingan seringkali saling bertentangan. Sehingga perluada landasan dari aktifitas pemasaran organisasi tersebut. Dalam Kottler (1997),landasan ini dikelompokkan dalam lima konsep alternative antara lain:
1 KONSEP PRODUKSI
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau serta manajemen harus berusaha keras untukmemperbaiki produksi dan efesiensi distribusi. Konsep ini adalah falsafahpaling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini masih berlaku danbermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akanproduk lebih besar dari penawannya ; situasi kedua, terjadi kalau biayaproduk terlalu tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untukmenurunkannya. Akan tetapi, perusahaan yang bekerja dengan falsafahini menghadapi resiko tinggi dengan focus terlalu sempit pada operasinyasendiri. Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pastidilupakan adalah kualitas, padahal yang di inginkan konsumen adalahharga rendah dengan barang yang menari.
2 KONSEP PRODUK
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk bermutu terbaik dansifat paling inovatif dan bahwa organisasi harus mencurahkan energi untukterus menerus melakukan perbaikan produk
3 KONSEP PENJUALAN
Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini biasanya dilakukan pada barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contoh : ensiklopedia, asuransi,dll. Industri ini harus mahir
dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada
konsumen. Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan
produk apa yang dibutuhkan masyarakat konsumen
4 KONSEP PEMASARAN
Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaiansasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginanpasar sasaran dan penyampaian kepuasan didambakan itu lebih efektifdan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep ini membingungkanbila dibandingkan dengan konsep penjualan.
5 KONSEP PEMASARAN BERWAWASAN SOSIAL
Falsafah bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan cara yang bersifatmemelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat.Konsep ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etikadalam praktek pemasaran mereka. Hal ini agar dapat menyeimbangkandan menyelaraskan 3 faktor yang penting, yaitu : laba perusahaan,pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik
5.Bauran Pemasaran
Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.
Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam 4 (empat) faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion” (cited in Kotler, 1992:92).
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
*Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
*Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.
*Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations,inventory, and transport.
*Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
6.Tujuan sistem pemasaran
*Max Konsumsi
*Max Utilitas (Kepuasan) Konsumsi
*Max Pilihan
*Max Mutu Hidup Kualitas, Kuantitas, Ketersediaan, Harga, Lingkungan
7.Pendekatan dalam mempelajari pemasaran
*Pendekatan Seba Fungsi
Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu :pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarnisasi dan grading, pengumpulan informasi pasar.
*Pendekatan Serba Lembaga
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal : produsen, suplier, perantara dagang dsb
*Pendekatan Serba barang (Pendekatan Organisasi Industri)
Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri.
*Pendekatan Serba Manajemen
Dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil
*Pendekatan Serba Sistem
Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk, dan lembaga.
Manajemen dan Organisasi
Pertemuan 5
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
1.Manajemen
i.Pengertian manajemen dan peranan Manajemen
Definisi manajemen menurut Profesor Oei Liang Lee adalah : Ilmu dan Seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
ii.Latar Belakang sejarah Manajemen
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.
Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu pemikiran awal, era manajemen sains, era manusia sosial, dan era moderen.
*Pemikiran awal manajemen
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen.Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smithmenerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
*Era manajemen ilmiah.
Era ini ditandai dengan berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyurseperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor , Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.
Henry Gantt yang pernah bekerja bersama Taylor di Midvale Steel Company menggagas ide bahwa seharusnya seorang mampu mandor memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious ) dan kooperatif. Ia juga mendesain sebuah grafik untuk membantu manajemen yang disebut sebagai Gantt chart yang digunakan untuk merancang dan mengontrol pekerjaan.
Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan micromotion yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut.
Era ini juga ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik.
Pada awal abad ke-20,seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.Selain itu, Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker—sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.
*Era manusia sosial
Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian yang dikenal sebagai eksperimen Hawthrone.
Eksperimen Hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthrone milik Western Electric Company Works di Cicero, Illenois..Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.
Kontribusi lannya datang dari Mary Parker Follet. Follett (1868–1933) yang mendapatkan pendidikan di bidang filosofi dan ilmu politik menjadi terkenal setelah menerbitkan buku berjudulCreative Experience pada tahun 1924.[9] Follet mengajukan suatu filosifi bisnis yang mengutamakan integrasi sebagai cara untuk mengurangi konflik tanpa kompromi atau dominasi. Follet juga percaya bahwa tugas seorang pemimpin adalah untuk menentukan tujuan organisasi dan mengintegrasikannya dengan tujuan individu dan tujuan kelompok. Dengan kata lain, ia berpikir bahwa organisasi harus didasarkan pada etika kelompok daripada individualisme. Dengan demikian, manajer dan karyawan seharusnya memandang diri mereka sebagai mitra, bukan lawan.
Pada tahun 1938, Chester Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul The Functions of the Executive yang menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka untuk merangsang orang lain memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi dan organisasi, Barnard menjelaskan dikotonomi "efektif-efisien".
Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sebagai sistem terpadu di mana kerjasama, tujuan bersama, dan komunikasi merupakan elemen universal, sementara pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan. Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" didasarkan pada gagasan bahwa bos hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritas itu.
*Era moderen
Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran.Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada "prinsip pareto." Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan.
iii.Fungsi dan Proses Manajemen
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
*Perencanaan (Planning),
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
*Pengorganisasian (Organizing),
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
*Pengarahan (Actuating/Directing),
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
*Pengawasan (Controlling)
proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
iv. Ciri – Ciri manajer profesional
Posted by sjafri mangkuprawirain MSDM
Ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat dilihat dari sisi operasional dan manajerial yakni:
*Berbudaya korporat: transparansi, independensi, responsif, akuntabilitas, dan kejujuran.
*Dukungan manajemen puncak
*Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.
*Berorientasi ke masa depan dengan pendekatan holistik.
*Berdimensi jangka panjang dan bersinambung.
*Sistem nilai-prinsip efisiensi dan efektivitas.
*Dilakukan secara terencana/terprogram.
*Monitoring dan evaluasi serta umpan balik.
*Penggunaan teknologi tepatguna.
*Kepemimpinan dalam membangun komitmen.
*Partisipasi aktif semua anggota.
*Kerjasama Tim.
*Pemberian penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk peluang pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).
*Persuasi pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui konsultasi-bimbingan dan pendidikan-
v.Ketrampilan manajemen yang dibutuhkan
*Keterampilan bahasa asing : Pada jaman modern seperti ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak di semua perusahaan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan. Karena itu, mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis, acapkali lebih disukai dan diprioritaskan dalam ujian saringan masuk di sebuah perusahaan. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.
*Keterampilan teknis tentang mesin : Saat ini, teknologi adalah mutlak diperlukan di semua bidang usaha. Bagian instalasi yang memperbaiki sebagian besar jaringan listrik suatu gedung, peralatan elektronik maupun merakit komputer. Insinyur, bagian telekomunikasi, ahli otomotif, ahli transportasi adalah sebagian diantara bidang kerja yang masuk dalam kategori ini.
*Keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia
Umumnya, perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari satu orang, tentu mempunyai masalah yang berhubungan erat dengan bagaimana melakukan interaksi timbal balik di perusahaan itu. Sehingga sudah pasti, sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada bagaimana para pegawai di semua lini perusahaan itu dapat saling bekerja sama. Mereka yang bergerak di bidang kerja ini umumnya memang memahami dan menangani segala kebutuhan para pekerja di suatu perusahaan.
*Keterampilan di bidang pemrograman komputer
Perusahaan masa kini telah sangat bergantung pada sistem komputerisasi yang canggih. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer. Jika Anda mempunyai keterampilan berupa penguasaan seluk beluk tentang HTML, Visual Basic, Unix atau SQL Server, Anda akan menjadi salah satu aset besar perusahaan dan berpeluang meningkatkan karir Anda.
*Keterampilan mengajar : Sebagai bagian dari komunitas modern yang selalu berkembang setiap waktu, perusahaan masa kini kerap menginginkan anak buahnya mempuanyai pengetahuan yang multi dimensi, bahkan yang bukan bidang kerjanya. Sebab itu, kini banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap ‘dikejar’ banyak perusahaan untuk memberikan ’short course’ bagi pegawai mereka.
*Keterampilan manajemen keuangan : Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan konsultan manajemen, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan perusahaan mereka. Oleh karena itulah, Anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.
*Keterampilan ilmu kimia dan matematika : Banyak sekali kemajuan besar di dunia ini tercipta dari beragam penemuan di bidang kimia dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan pasar kerja terhadap sumber daya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.
*Keterampilan memecahkan masalah : Berbagai tugas yang kita hadapi setiap harinya, baik secara personal dan juga dari segi bisnis merupakan hal yang kompleks yang kerap terjadi. Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan-keputusan yang efektif adalah nilai tambah yang paling dicari perusahaan. Yang masuk dalam kategori ini misalnya bidang kerja bisnis administrasi, konsultan manajemen, administrasi negara, ilmu pengetahuan, obat-obatan atau insinyur.
2.Organisasi
A.Definisi organisasi
Menurut Boone dan Katz organisasi adalah :
Suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan
dari definisi dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup 3 elemen pokok :
a. Interaksi manusia
b. Kegiatan yang mengarah pada tujuan
c. Struktur organisasi itu sendiri
B. Pentingnya mengenal organisasi
Kita selalu berkaitan dengan organisasi, tim olah raga dan organisasi sosial, kelompok keagaamaan, bahkan kelompok binatang pun ada, seperti lebah, semut, rayap.
Perusahaan kecil, fungsi pengorganisasian sederhana, misal : toko kelontong, manajer-pemilik toko mempekerjakan beberapa orang ; melayani pembeli, membersihkan, mengatur barang, serta menjaga toko.
C.Bentuk bentuk organisasi
*Organisasi Lini
Garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan bawahan.
*Organisasi Fungsional
Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus
*Organisasi Garis dan Staff
Pelimpahan wewenang secara vertikal dari pimpinan ke kepala bagian dibawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misal : kearsipan, keuangan, personel
*Organisasi Fungsional dan Garis
Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
*Organisasi Matrik
Disebut juga sebagai Organisasi Manajemen Proyek yaitu penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang punya ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan proyek yang harus diselesaikan.
*Organisasi Komite
Tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh kelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan plurastic manajemen.
D.Prinsip prinsip organisasi
*Perumusan Tujuan yang Jelas. Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun non fisik.
*Pembagian kerja. Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masing-masing unit (sub) organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan dapat menghambat tercapainya suatu tujuan.
*Delegasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas maka akan telihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan (wewenang) dari masing-masing unit kerja.
*Rentang kekuasaan. Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolok ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut.
*Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya harus lah terlihat dalam struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.
*Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan delegasi (perintah) akan nampak.
*Koordinasi. Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing-masing divisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin cepat tercapai.
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
1.Manajemen
i.Pengertian manajemen dan peranan Manajemen
Definisi manajemen menurut Profesor Oei Liang Lee adalah : Ilmu dan Seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
ii.Latar Belakang sejarah Manajemen
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.
Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu pemikiran awal, era manajemen sains, era manusia sosial, dan era moderen.
*Pemikiran awal manajemen
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen.Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smithmenerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
*Era manajemen ilmiah.
Era ini ditandai dengan berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyurseperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor , Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.
Henry Gantt yang pernah bekerja bersama Taylor di Midvale Steel Company menggagas ide bahwa seharusnya seorang mampu mandor memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious ) dan kooperatif. Ia juga mendesain sebuah grafik untuk membantu manajemen yang disebut sebagai Gantt chart yang digunakan untuk merancang dan mengontrol pekerjaan.
Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan micromotion yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut.
Era ini juga ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik.
Pada awal abad ke-20,seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.Selain itu, Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker—sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.
*Era manusia sosial
Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian yang dikenal sebagai eksperimen Hawthrone.
Eksperimen Hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthrone milik Western Electric Company Works di Cicero, Illenois..Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.
Kontribusi lannya datang dari Mary Parker Follet. Follett (1868–1933) yang mendapatkan pendidikan di bidang filosofi dan ilmu politik menjadi terkenal setelah menerbitkan buku berjudulCreative Experience pada tahun 1924.[9] Follet mengajukan suatu filosifi bisnis yang mengutamakan integrasi sebagai cara untuk mengurangi konflik tanpa kompromi atau dominasi. Follet juga percaya bahwa tugas seorang pemimpin adalah untuk menentukan tujuan organisasi dan mengintegrasikannya dengan tujuan individu dan tujuan kelompok. Dengan kata lain, ia berpikir bahwa organisasi harus didasarkan pada etika kelompok daripada individualisme. Dengan demikian, manajer dan karyawan seharusnya memandang diri mereka sebagai mitra, bukan lawan.
Pada tahun 1938, Chester Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul The Functions of the Executive yang menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka untuk merangsang orang lain memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi dan organisasi, Barnard menjelaskan dikotonomi "efektif-efisien".
Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sebagai sistem terpadu di mana kerjasama, tujuan bersama, dan komunikasi merupakan elemen universal, sementara pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan. Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" didasarkan pada gagasan bahwa bos hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritas itu.
*Era moderen
Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran.Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada "prinsip pareto." Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan.
iii.Fungsi dan Proses Manajemen
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
*Perencanaan (Planning),
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
*Pengorganisasian (Organizing),
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
*Pengarahan (Actuating/Directing),
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
*Pengawasan (Controlling)
proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
iv. Ciri – Ciri manajer profesional
Posted by sjafri mangkuprawirain MSDM
Ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat dilihat dari sisi operasional dan manajerial yakni:
*Berbudaya korporat: transparansi, independensi, responsif, akuntabilitas, dan kejujuran.
*Dukungan manajemen puncak
*Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.
*Berorientasi ke masa depan dengan pendekatan holistik.
*Berdimensi jangka panjang dan bersinambung.
*Sistem nilai-prinsip efisiensi dan efektivitas.
*Dilakukan secara terencana/terprogram.
*Monitoring dan evaluasi serta umpan balik.
*Penggunaan teknologi tepatguna.
*Kepemimpinan dalam membangun komitmen.
*Partisipasi aktif semua anggota.
*Kerjasama Tim.
*Pemberian penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk peluang pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).
*Persuasi pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui konsultasi-bimbingan dan pendidikan-
v.Ketrampilan manajemen yang dibutuhkan
*Keterampilan bahasa asing : Pada jaman modern seperti ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak di semua perusahaan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan. Karena itu, mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis, acapkali lebih disukai dan diprioritaskan dalam ujian saringan masuk di sebuah perusahaan. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.
*Keterampilan teknis tentang mesin : Saat ini, teknologi adalah mutlak diperlukan di semua bidang usaha. Bagian instalasi yang memperbaiki sebagian besar jaringan listrik suatu gedung, peralatan elektronik maupun merakit komputer. Insinyur, bagian telekomunikasi, ahli otomotif, ahli transportasi adalah sebagian diantara bidang kerja yang masuk dalam kategori ini.
*Keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia
Umumnya, perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari satu orang, tentu mempunyai masalah yang berhubungan erat dengan bagaimana melakukan interaksi timbal balik di perusahaan itu. Sehingga sudah pasti, sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada bagaimana para pegawai di semua lini perusahaan itu dapat saling bekerja sama. Mereka yang bergerak di bidang kerja ini umumnya memang memahami dan menangani segala kebutuhan para pekerja di suatu perusahaan.
*Keterampilan di bidang pemrograman komputer
Perusahaan masa kini telah sangat bergantung pada sistem komputerisasi yang canggih. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer. Jika Anda mempunyai keterampilan berupa penguasaan seluk beluk tentang HTML, Visual Basic, Unix atau SQL Server, Anda akan menjadi salah satu aset besar perusahaan dan berpeluang meningkatkan karir Anda.
*Keterampilan mengajar : Sebagai bagian dari komunitas modern yang selalu berkembang setiap waktu, perusahaan masa kini kerap menginginkan anak buahnya mempuanyai pengetahuan yang multi dimensi, bahkan yang bukan bidang kerjanya. Sebab itu, kini banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap ‘dikejar’ banyak perusahaan untuk memberikan ’short course’ bagi pegawai mereka.
*Keterampilan manajemen keuangan : Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan konsultan manajemen, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan perusahaan mereka. Oleh karena itulah, Anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.
*Keterampilan ilmu kimia dan matematika : Banyak sekali kemajuan besar di dunia ini tercipta dari beragam penemuan di bidang kimia dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan pasar kerja terhadap sumber daya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.
*Keterampilan memecahkan masalah : Berbagai tugas yang kita hadapi setiap harinya, baik secara personal dan juga dari segi bisnis merupakan hal yang kompleks yang kerap terjadi. Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan-keputusan yang efektif adalah nilai tambah yang paling dicari perusahaan. Yang masuk dalam kategori ini misalnya bidang kerja bisnis administrasi, konsultan manajemen, administrasi negara, ilmu pengetahuan, obat-obatan atau insinyur.
2.Organisasi
A.Definisi organisasi
Menurut Boone dan Katz organisasi adalah :
Suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan
dari definisi dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup 3 elemen pokok :
a. Interaksi manusia
b. Kegiatan yang mengarah pada tujuan
c. Struktur organisasi itu sendiri
B. Pentingnya mengenal organisasi
Kita selalu berkaitan dengan organisasi, tim olah raga dan organisasi sosial, kelompok keagaamaan, bahkan kelompok binatang pun ada, seperti lebah, semut, rayap.
Perusahaan kecil, fungsi pengorganisasian sederhana, misal : toko kelontong, manajer-pemilik toko mempekerjakan beberapa orang ; melayani pembeli, membersihkan, mengatur barang, serta menjaga toko.
C.Bentuk bentuk organisasi
*Organisasi Lini
Garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan bawahan.
*Organisasi Fungsional
Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus
*Organisasi Garis dan Staff
Pelimpahan wewenang secara vertikal dari pimpinan ke kepala bagian dibawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misal : kearsipan, keuangan, personel
*Organisasi Fungsional dan Garis
Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
*Organisasi Matrik
Disebut juga sebagai Organisasi Manajemen Proyek yaitu penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang punya ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan proyek yang harus diselesaikan.
*Organisasi Komite
Tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh kelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan plurastic manajemen.
D.Prinsip prinsip organisasi
*Perumusan Tujuan yang Jelas. Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun non fisik.
*Pembagian kerja. Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masing-masing unit (sub) organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan dapat menghambat tercapainya suatu tujuan.
*Delegasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas maka akan telihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan (wewenang) dari masing-masing unit kerja.
*Rentang kekuasaan. Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolok ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut.
*Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya harus lah terlihat dalam struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.
*Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan delegasi (perintah) akan nampak.
*Koordinasi. Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing-masing divisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin cepat tercapai.
Langganan:
Postingan (Atom)